Connect with us

Kabar

Golf Bareng PPAD, Sambut HUT PPAD dan HUT Kemerdekaan

Published

on

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) ke-23 dan HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-81, Pengurus Pusat PPAD menggelar Turnamen Golf Silaturahmi di Padang Golf Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Lokasi bersejarah ini dipilih langsung oleh Plt. Ketua Umum Pengurus Pusat PPAD, Mayjen TNI (Purn) Dr Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc., sebagai ruang pertemuan strategis sekaligus arena nostalgia bagi para sesepuh, senior, dan perwira purnawirawan TNI AD.

Dalam sesi wawancara khusus dengan media online di lokasi acara, jenderal bintang dua bergelar doktor ini membeberkan alasan pemilihan lokasi, filosofi olahraga golf, hingga integritasnya dalam mengemban amanah organisasi. Berikut adalah petikan lengkap wawancara wartawan bersama Mayjen TNI (Purn) Dr. Komaruddin Simanjuntak:

Selamat siang Jenderal. Mengapa Anda memilih Padang Golf Mabes TNI Cilangkap sebagai arena turnamen dalam momentum HUT PPAD dan HUT RI kali ini?

Selamat siang. Pemilihan Padang Golf Mabes TNI Cilangkap ini memiliki nilai historis dan emosional mendalam bagi kami semua. Cilangkap merupakan episentrum tempat para purnawirawan dahulu menghabiskan masa dinas aktif, menerima perintah penugasan, serta merumuskan kebijakan penting demi tegaknya kedaulatan NKRI. Di tempat ini, memori pengabdian seragam loreng dihidupkan kembali. Sambil mengayunkan stik golf, kami bernostalgia di rumah lama kami.

Mengapa cabang olahraga golf yang dipilih untuk memperingati hari jadi PPAD dan hari kemerdekaan? Apa relevansinya dengan para purnawirawan?

Pemilihan golf ini didasarkan pada kalkulasi kejiwaan dan kondisi fisiologis purnawirawan. Bagi usia rata-rata 65 hingga 80 tahun, golf menjadi medium olahraga paling adaptif. Olahraga ini menjaga kebugaran fisik, keselarasan pikiran, dan ketenangan mental di usia senja.

Bagi kita yang pernah mendedikasikan seluruh hidup di dalam seragam loreng, pensiun bukanlah akhir cerita. Ini awal babak baru. Jabatan administrasi boleh berhenti, tetapi semangat juang dan pengabdian tidak akan pernah padam. Saat ini kita menemukan ritme baru dalam hidup dan memulai kembali semuanya secara bertahap. Di atas hamparan padang golf ini, replika terbaik dari ritme baru itu tercipta. Hidup setelah pensiun harus tetap bertumbuh, bermakna, dan berdampak bagi lingkungan sekitar.”

Apa filosofi dari permainan golf ini yang bisa dikaitkan dengan karakter seorang prajurit TNI Angkatan Darat?

Golf mengajarkan kita mengatur tempo, mengendalikan napas, mengukur arah angin, dan melatih kesabaran. Di usia saat ini, kita tidak lagi mengandalkan kekuatan pukulan yang meledak-ledak di medan tempur fisik. Kita mengandalkan akurasi strategi, ketenangan batin, dan kebijaksanaan berpikir. Melalui golf bareng bersama PPAD, setiap langkah dari satu hole ke hole berikutnya adalah simbol bahwa kita terus bergerak maju tanpa henti.

Di lapangan terbuka ini, interaksi antar-purnawirawan dari berbagai angkatan dan pangkat masa lalu terlihat sangat cair. Bagaimana Anda melihat dinamika silaturahmi ini?

Itulah tujuan utama kami. Di lapangan terbuka ini, kita melepas segala kekakuan sekat protokoler masa lalu. Kita tertawa bebas, saling asuh, dan bertukar gagasan secara jujur. Lapangan ini mencerminkan indahnya tradisi keprajuritan: junior yang selalu menaruh rasa hormat tinggi kepada para senior, dan senior yang dengan ketulusan hati mengayomi serta menghormati para junior. Ada rasa hormat timbal balik yang sangat kuat di sini.

Apa harapan Anda melalui turnamen ini, terutama pesan yang ingin disampaikan kepada adik-adik yang masih berdinas aktif di TNI AD?

Kami ingin membuktikan kepada adik-adik yang masih dinas aktif bahwa purnawirawan TNI AD tidak pernah memudar. Kita tetap bugar, tajam berpikir, dan subur melahirkan pemikiran strategis untuk kemakmuran rakyat. Mari jadikan momentum silaturahmi ini sebagai komitmen bersama. Dari ayunan stik golf hari ini, akan lahir gagasan besar mengawal pembangunan bangsa. Sisa pengabdian kita harus memberikan dampak dan makna terdalam bagi tegaknya NKRI.

Menyoroti posisi Anda saat ini sebagai Plt. Ketua Umum PPAD yang mengemban amanah pasca berpulangnya almarhum Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, bagaimana Anda melihat kelanjutan dan tanggung jawab kepemimpinan ini ke depan?

Sebagai purnawirawan TNI Angkatan Darat, di dalam jiwa saya melekat erat Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Dengan rekam jejak penugasan yang hampir 75 persen berada di Pulau Jawa, bagi saya tidak ada pilihan lain selain bekerja maksimal dalam menjalankan setiap amanah yang dipercayakan.

Mengenai bagaimana langkah dan kelanjutan ke depan, itu bukan kapasitas saya untuk menilai. Fokus saya adalah tetap bekerja dengan sungguh-sungguh. Sebab, para sesepuh dan senior selalu menekankan agar kami yang junior senantiasa berpikir serta bertindak selaras dengan cita-cita pendiri, pemrakarsa PPAD, dan Badan Pertimbangan Pusat berdasarkan mekanisme organisasi yang berlaku.

Saya lebih memilih untuk fokus pada kerja nyata di bawah bimbingan para senior dan rekan-rekan pengurus, daripada larut dalam diskusi yang berada di luar kewenangan saya.

Terakhir Jenderal, apa pesan dan apresiasi Anda kepada seluruh pengurus dan anggota PPAD yang tersebar di Indonesia?

Selaku Plt. Ketua Umum, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Panglima TNI, Kasad, seluruh purnawirawan senior, serta rekan-rekan pengurus di tingkat Pusat maupun Daerah. Dukungan kokoh yang terus diberikan adalah modal utama bagi PPAD untuk tetap bergerak dinamis.

Secara khusus, saya juga mengucapkan terima kasih kepada 131 golfer purnawirawan yang telah ikut meramaikan golf bareng bersama PPAD. Semoga seluruh keluarga besar purnawirawan senantiasa dianugerahi kesehatan yang prima.

Ke depan, PPAD berkomitmen untuk tetap berdiri tegak mendukung pemerintah, serta berkontribusi aktif menyumbangkan pemikiran demi pembangunan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat Indonesia. Selamat berjuang! Mari kita jaga silaturahmi dan soliditas, tetap tegas dalam memegang prinsip, tidak mudah terprovokasi, serta senantiasa kokoh tak tergoyahkan.

Merdeka! (*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement