Sport
Siap-siap! FIFA ASEAN Cup 21 September di GBK Senayan, Timnas Turun dengan Kekuatan Penuh!
JAYAKARTA NEWS— Setelah ‘ambruk’ di Piala AFF, kini Indonesia bersiap menghadapi turnamen akbar FIFA ASEAN Cup yang bakal digelar di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta dan stadion Si Jalak Harupat, Bandung, 21 September-3 Oktober 2026.
Tidak seperti di AFF, kali ini Timnas akan menurunkan skuad utamanya, termasuk 15 pemain diaspora yang merumput di Eropa, seperti Ole Romeny, Jaj Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Justin Hubner, Emil Audero, Maarten Paes, dll.
“ASEAN Cup masuk kalender FIFA Matchday yang digabungkan di bulan September dan Oktober. Kalau melihat seperti ini pasti kan semua pemain terbaik Indonesia bisa hadir dan kita harapkan prestasinya bisa maksimal,” kata Ketum PSSI Erick Thohir, Selasa (11/8/2026).
Turnamen FIFA ASEAN Cup baru pertama kali digelar dan Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah. Di sisi lain peluang ini juga menjadi kesempatan bagi Timnas membuktikan diri, apalagi bermain di ‘kandang’ sendiri.
Indonesia akan berada di Grup A bersama dengan India, Malaysia juga Singapura. Hanya saja untuk India masih tanda tanya lantaran dikabarkan negara itu pada waktu yang sama dijadwalkan akan menghadapi Brasil dalam ajang uji coba.
Sempat ada isu India akan mundur dari ASEAN Cup, namun Federasi Sepak Bola India (AIFF) membantah. Mereka ingin kedua turnamen berjalan bersamaan. Salah satu solusinya adalah membagi timnya menjadi dua, untuk ASEAN Cup dan uji coba lawan Brasil.
Persiapan Keamanan Ketat
Selain persiapan timnas, yang tak kalah penting adalah persiapan pengamanan kelancaran jalannya turnamen. Polri saat ini telah melakukan persiapan, bukan hanya untuk mengamankan pertandingan tapi juga hal-hal di luar pertandingan. Misalnya, dukungan terhadap kelancaran mobilitas tim, termasuk perjalanan dari dan menuju tempat latihan.
Hal ini dikatakan Astama Ops Polri Komjen Pol. Fadil Imran saat menghadiri Rapat Koordinasi Dukungan Pemerintah Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Gedung Kemenpora, Jakarta, dilansir Humas Polri.
Rapat tersebut dipimpin langsung Menpora Erick Thohir dan dihadiri sejumlah kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang terlibat dalam persiapan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
Saat menghadiri rapat koordinasi, Astama Ops Polri Komjen Pol. Fadil Imran didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo.
Astama Ops Polri Komjen Pol. Fadil Imran mengatakan, Polri akan mengoptimalkan pengamanan dengan mengacu pada pengalaman dalam mengamankan berbagai event olahraga sebelumnya.
“Kami dari Kepolisian tentu akan mengoptimalkan pengamanan. Sport industry, sport tourism ini menjadi sebuah ekosistem yang harus dipahami oleh kepolisian juga. Ini harus kita dukung sepenuhnya,” ujar Fadil.
Menurut Fadil, Polri juga akan melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap sejumlah aspek pengamanan. Sejumlah stadion yang akan digunakan untuk pertandingan juga telah menjalani asesmen.
Stadion Si Jalak Harupat, Jawa Barat, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, disebut telah memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai lokasi pertandingan.
“Hampir semua pertandingan di lapangan sepak bola yang sering dipakai oleh PSSI kita sudah lakukan asesmen,” kata Fadil.
Selain pengamanan pertandingan, Polri juga menyiapkan dukungan terhadap kelancaran perjalanan tim dari dan menuju tempat latihan. Salah satunya melalui dukungan penggunaan Lapangan PTIK sebagai lokasi latihan Timnas Indonesia.
“Kami akan terus memperbaiki hal-hal lain terkait dengan kelancaran aktivitas dari dan ke tempat latihan, termasuk dukungan Polri untuk penggunaan Lapangan PTIK untuk tempat latihan Timnas,” kata Fadil.
Government Guarantee
Sementara itu dalam rapat, Menpora Erick Thohir Erick mengatakan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap Indonesia sebagai tuan rumah. Presiden juga telah mengeluarkan Government Guarantee yang kemudian dikirimkan kepada FIFA.
“Alhamdulillah Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee yang langsung dikirimkan kepada FIFA dan FIFA sendiri alhamdulillah sudah menjawab bahwa kita menjadi tuan rumah,” ujar Erick.
Erick mengatakan saat ini masih terdapat proses negosiasi terkait host contract. Menurutnya, isi kontrak tersebut tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 yang sebelumnya digelar di Indonesia. (*/di)
