Ekonomi & Bisnis
BEI Perluas Akses Investasi Emas melalui Pasar Modal Indonesia
JAYAKARTA NEWS – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) Emas perdana di pasar modal Indonesia. Peluncuran pedagangan emas ini guna memperluas akses investasi emas di pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kehadiran ETF Emas merupakan langkah penting dalam memperluas pilihan produk investasi sekaligus memperkuat keterhubungan antara pasar modal dengan ekosistem bullion nasional.
“Peluncuran ETF Emas menjadi tonggak penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia. Melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di Bursa,” ujar Jeffrey dikutip Rabu (12/8/2026).
Jeffrey berharap ETF Emas dapat memperluas akses dan pilihan investasi bagi investor ritel maupun institusi, sekaligus membuka konektivitas yang lebih luas antara pasar modal dengan ekosistem bullion nasional.
Ketua Dewan Komisioner Otorias Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, ETF Emas menjadi salah satu quick win dari delapan rencana aksi yang dilakukan OJK yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi.
“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” kata Friderica.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, produk ETF Emas bisa memperkuat perekonomian nasional sebagai bagian dari pendalaman pasar.
“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” ujar Airlangga.
Peluncuran ETF Emas dilakukan bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta pelaku industri pasar modal dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Peluncuran ini ditandai dengan pencatatan lima produk ETF Emas yang diterbitkan lima Manajer Investasi, sekaligus menjadi tonggak baru dalam pengembangan instrumen investasi berbasis emas di pasar modal Indonesia.
Lima produk ETF Emas tersebut masing-masing Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) diterbitkan PT Indo Premier Investment Management, Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA) diterbitkan PT Trimegah Asset Management;
Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES) diterbitkan PT Mandiri Manajemen Investasi; Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah (XDES) diterbitkan PT BRI Manajemen Investasi, dan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) diterbitkan PT Syailendra Capital.
Kehadiran kelima produk tersebut turut didukung berbagai pelaku pasar dalam ekosistem ETF Emas. PT Bank CIMB Niaga Tbk, Deutsche Bank AG Cabang Jakarta, dan PT Bank HSBC Indonesia berperan sebagai Bank Kustodian; PT Mandiri Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Dealer Partisipan; serta PT Pegadaian (Persero) sebagai penyedia dan penyimpan emas.
ETF Emas merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa, dengan aset yang mendasari berupa emas. ETF Emas yang dicatatkan di BEI memiliki portofolio minimal 95 persen pada aset emas, dengan tingkat kemurnian minimum 99,5 persen yang tersertifikasi LBMA atau 99,9 persen yang tersertifikasi SNI 8080:2020.
Bagi investor, ETF Emas memberikan alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap aset emas melalui mekanisme perdagangan di Bursa, tanpa perlu melakukan pembelian dan penyimpanan emas fisik secara langsung. Investor dapat membeli dan menjual unit penyertaan ETF Emas melalui perusahaan sekuritas, sama seperti transaksi ETF pada umumnya.
Dalam rangka mendorong pengembangan produk pada tahap awal, BEI memberikan insentif berupa pembebasan biaya pencatatan awal ETF Emas berdasarkan Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00098/BEI/06-2026, yang diberlakukan hingga 31 Desember 2026.
Insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi Manajer Investasi dalam proses penerbitan ETF Emas di pasar modal Indonesia.
Melalui peluncuran ETF Emas, BEI berharap pengembangan produk berbasis emas dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi terhadap pendalaman pasar modal, peningkatan variasi produk investasi, perluasan basis investor, serta penguatan ekosistem bullion Indonesia.
Kehadiran ETF Emas juga menjadi bagian dari komitmen BEI untuk terus menghadirkan produk dan infrastruktur pasar yang inovatif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan investor. (yog)
