Sport
Pecahkan Rekor Transfer Rp1 Triliun! James Trafford Jadi Kiper Inggris Termahal Sepanjang Masa
JAYAKARTA NEWS— James Trafford dari Manchester City menjadi kiper Inggris termahal sepanjang masa menyusul konfirmasi Leeds terkait perekrutannya yang bernilai 45 juta poundsterling (biaya 40 juta pounsterling ditambah 5 juta pounsterling dalam bentuk bonus tambahan) atau Rp1 trilun lebih.
James Trafford yang pada Piala Dunia lalu menjadi kipper pilihan ketiga skuad Timnas Inggris memutuskan pindah ke Yorkshire demi mendapatkan lebih banyak waktu bermain.
Mengutip Daily Mail, Trafford awalnya berharap bisa mengenakan seragam nomor 1 saat bergabung dengan tim asuhan Pep Guardiola musim panas lalu, namun ia tersisih ketika City memanfaatkan kesempatan untuk mendatangkan Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain.
Pemain berusia 23 tahun itu akhirnya hanya bermain empat kali di bawah asuhan Guardiola di Liga Premier, meskipun ia sempat tampil dalam 13 pertandingan piala saat timnya menjuarai Piala FA dan Piala Carabao.

Newcastle sempat berbicara dengan City dalam beberapa pekan terakhir mengenai Trafford dan sebelumnya pernah mencoba merekrutnya, namun akhirnya beralih menjajaki opsi lain.
Trafford, berdasarkan laporan Daily Mail, bergabung dengan City musim panas lalu dalam kesepakatan senilai £27 juta dari Burnley—hanya dua tahun setelah City menjualnya seharga £14 juta—sehingga mereka memperoleh keuntungan yang cukup besar.

Ia menjadi rekrutan ketiga Leeds musim panas ini setelah kedatangan Harry Wilson dan Tarik Muharemovic, sekaligus mencatatkan diri sebagai kiper Inggris termahal sepanjang masa.
Trafford Pecahkan Rekor Transfer Tertinggi
Rekor biaya transfer tertinggi sebelumnya dipegang oleh kepindahan Jordan Pickford senilai £30 juta dari Sunderland ke Everton pada tahun 2017; sementara itu, hanya Kepa (£68 juta) dan Alisson (£62 juta) yang memiliki nilai transfer lebih tinggi daripada Trafford.
Trafford juga menjadi rekrutan pemecah rekor klub bagi Leeds, melampaui nilai transfer £35,5 juta untuk Georginio Rutter pada Januari 2023.

Saat membahas minimnya waktu bermain di Etihad pada bulan Februari lalu, Trafford sempat mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya setelah kepindahannya tersebut.
“Rasanya menyenangkan (bisa bermain), meski bukan seperti itu yang saya harapkan saat memasuki musim ini,” ujar Trafford usai kemenangan di Piala FA melawan Salford City.
“Saya sudah berusaha mengantisipasi situasi ini agar tidak terjadi, namun kenyataannya memang demikian. Saya sadar bahwa setiap kali bermain, saya harus memberikan kemampuan terbaik, berusaha meraih kemenangan, dan terus berkembang.” ‘Begitulah situasi yang saya hadapi saat ini.’
Dalam wawancara terpisah, ia menambahkan: ‘Jelas sekali situasinya naik-turun sepanjang musim karena saya tidak banyak bermain, dan tentu saja ada keputusan yang harus saya ambil pada musim panas lalu.

‘Saat mengambil keputusan, kita semua tentu mengharapkan hasil terbaik—dan jelas hasilnya tidaklah demikian—namun saya terus berusaha untuk berkembang setiap hari serta tetap positif dan bahagia. Sepanjang tahun ini, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.’ Trafford, yang telah mencatatkan dua penampilan bersama timnas Inggris, memperkuat sektor penjaga gawang di Elland Road yang kehilangan Karl Darlow dan Ilan Meslier pada musim panas ini. (Sumber: Daily Mail)
