Bidik Ceruk Pasar Wisata Lewat Medsos

 Bidik Ceruk Pasar Wisata Lewat Medsos

JAYAKARTA NEWS – Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menggelar pelatihan citizen journalism siswa pada 2-3 Agustus 2019 lalu untuk siswa SMK Pariwisata Paramitha Bekasi dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya terdiri dari Wa Ode Sitti Nurhaliza, Asima Oktavia Sitanggang dan Titis Nurwulan berbagi ilmu bagaimana mempromosikan pariwisata di era digital sekarang ini yang dihadiri puluhan siswa SMK.

Pelatihan yang dimoderatori Nurul Fauziah ini menyebutkan di era kemajuan teknologi, informasi pariwisata dapat dengan mudah diperoleh. Pencari informasi maupun penyedia informasi wisata sama-sama dimudahkan di era digital ini.

Bagi yang akan akan berwisata tinggal mencari informasi destinasi wisata, hitungan detik akan muncul. Sebaliknya bagi yang suka berbagi informasi juga dengan mudah menggugah pengalaman berwisatanya. Semuanya dengan mudah dilakukan dalam genggaman. Karena semuanya bisa dilakukan bermodalkan telepon genggam saja.

Wa Ode dengan makalah berjudul ‘Optimalisasi Media Sosial Sebagai Media Promosi Pariwisata’ menyebutkan kehadiran jejaring media sosial, seperti facebook, twitter, instagram dan sebagainya dapat dimanfaatkan sebagai media promosi pariwisata. Hal itu disebabkan terdapat sekira 150 juta pengguna media sosial aktif. Dari jumlah itu yang mengakses melalui perangkat seluler 130 juta orang dengan perkiraan terdapat 48% pengguna seluler yang aktif.

Menurut Wa Ode media sosial yang paling banyak digunakan adalah Youtube 88%, Whats App mencapai 83%, Facebook mencapai 81% dan Instgram 80%. Hal itu menunjukkan tingginya angka pengguna media sosial di Indonesia. Fakta tersebut pada akhirnya juga memberi peluang besar pada aspek promosi pariwisata.

“Media sosial memberi kemudahan bagi pengguna dan informasi destinasi wisata dapat di update setiap saat. Terlebih, wisatawan cenderung mencari informasi lewat internet atau media sosial karena lebih mudah, murah, cepat dan kredibel. Hal ini menjadi peluang bagi para pekerja bidang pariwisata untuk mengoptimalkan media sosial sebagai media promosi,” tutur Wa Ode.

Asima Oktavia Sitanggang dalam slide bertajuk ‘Komunikasi Visual sebagai Skill Tambahan dalam Promosi Wisata’ mengemukakan promosi wisata bisa dilakukan dengan kampanye atau propaganda kepariwisataan, tiga unsur komunikasi (pemberi informasi, isi informasi, penerima informasi), tiga alat promosi (advertising, sales support, public relations).

Dengan pelatihan yang diberikan Dosen Fakultas Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini diharapkan siswa yang mengikuti pelatihan ini dapat menambah wawasan memanfaatkan media sosial untuk tujuan positif. Jika siswa bisa memanfaatkan era digital maka lulusan SMK Pariwisata bisa secara personal meningkatkan kemampuannya dengan menjadi jurnalis warganet atau citizen journalism atau jurnalisme warga.

Titis Nurwulan pada kesempatan sama menyebutkan jurnalisme warga merupakan aktivitas warga yang memainkan peranan aktif dalam mengumpulkan, menganilisis, melaporkan dan menyebarluaskan berita kepada masyarakat luas. Dengan kata lain setiap individu dapat merencanakan, menggali, mengolah dan mempresentasikan berita dalam bentuk tulisan, gambar, foto, laporan lisan, video dan lainnya.

Namun Titis menegaskan terdapat perbedaan antara jurnalis profesional dan jurnalis warga yaitu jurnalis profesional melakukan liputan karena penugasan. Sementara jurnalis warganet (citizen journalist) menuliskan pandangannya atas suatu peristiwa karena didorong oleh keinginannya untuk membagi apa yang dilihat dan diketahuinya.(Alifien)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *