Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Anuhyang : Musik Etnik dari Toraja, Bali, Minang, Sunda yang Dilapisi Nada Solfegio - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Entertainment

Anuhyang : Musik Etnik dari Toraja, Bali, Minang, Sunda yang Dilapisi Nada Solfegio

Published

on

JAYAKARTA NEWS— Pandemi Covid 19 tak membuat para musisi menjadi loyo. Banyak yang produktif dan melakukan hal positif. Aktif menulis lirik lagu, komposisi musik serta karya-karya seni lain dan mengajar meditasi. Trie Utami dan Irianti Erningpraja   yang mempunyai gagasan membentuk band baru yang diberi nama Anuhyang.

Anuh dalam bahasa Sunda artinya  Hyang. Juga dalam mitologi Jawa dan Bali berarti supranatural, Dewa, Dewi dll.  Mereka berdua merancang konsep ihwal berbagi melalui musik, seni budaya, buku, bincang-bincang, meditasi dan konsumsi produk alami berbasis tradisi.

“Kami bantu meningkatkan kesehatan pikiran, mental dan spiritual publik,” ujar Iie, panggilan akrab Trie Utami. Kemudian, Iie dan Anti (panggilan intim Irianti Erningpraja) mengajak Pra Budidharma (basis dan komposer Krakatau) dan Uki Baz (programer musik elektronik dan komposer) guna memperkuat Anuhyang.

Foto istimewa

Dari berempat inilah lahir lagu-lagu Anuhyang, komposisi yang kaya bunyian etnik dari Toraja, Batak, Bali  Minang, Sunda, Flores dll. Formatnya disebut EEDM alias Ethnic Electronic Dance Music yang jadi ciri khasnya.

Setiap lagu dilapisi oleh frekuensi nada Solfegio (solfeggio-tones frecuency) dan ini membuat lagu-lagu Anuhyang dapat difungsikan sebagai penyelaras emosi melalui gerakan meditasi yang dinamis.

Di sini, Pra Budidharma dan Uki Baz memberi ruang seluas-luasnya kepada Iie dan Anti dalam bermusik. Iie dan Anti merangkai melodi sekaligus menulis 9 lagu berbahasa Inggris plus 1 lagu berbahasa Sunda yang liriknya ditulis Iie. Antara lain single berjudul ‘Hade Hate’ (hati baik), sebuah komposisi elok berbasis etnik Batak yang diramaikan instrumen pukulan taganing dan tiupan sarunai. Iie menulis lirik berbahasa Sunda yang dijahit dengan pola ritmik melodi berciri Sumatera Utara. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement