Connect with us

Entertainment

Locker: Band Campuran Ceco Pengusung Pop Kreatif

Published

on

Locker (foto arul)

JAYAKARTA NEWS— Locker adalah almari kecil berkunci tempat menyimpan sesuatu. Tapi Locker yang satu ini band campuran 3 cewek dan 2 cowok (ceco) pengusung genre pop kreatif.

Baru berdiri Mei 2026 di Jakarta. Jadi belum seumur jagung..

Awalnya 2 band.

Namira cs mau mendirikan band perlu gitaris, basis dan drumer.

Di pihak lain, Adriell dan Mikail sedang mencari vokalis dan keyboardis.

Bertiga bertemu di suatu tempat dengan visi sama.

Berlima pelajar sekolah ini mulai terpikir membangun sebuah band.

Mereka jamming bareng.

Dan puncaknya tanggal 2 Agustus 2026 di Pawon Bukit Bintang, Tebet Timur Dalam Raya 1, Jaksel, resmi berdiri sebuah band baru.

Mengibarkan bendera ‘Locker’, 5 musisi remaja ini menggebrak 5 lagu plus 1 lagu tambahan.

Locker digawangi Mikail (bas, 1 SMA Labschool Rawamangun), Egy (vokal,  2 SMA 37), Namira (keyboard, 2 SMA 79), Riell (gitar, 2 SMA Al Azhar Kemang Pratama) dan Symphony (drum, 6 SD Marsudirini Matraman).

Locker ‘in action’ (foto arul)

Mengusung banyak irama musik ya pop, rock, metal, jazz dan KPop.

Saat melantunkan nomor ‘Sinaran’ milik Sheila Majid, harmoni dan nada musik nya dibuat ngerock keras.

Demikian tatkala Egy menggebrak lagu ‘Trapped’ dan ‘Are U Still Here’, irama dan biramanya berfokus ke hingar bingar dentuman musik cadas.

Stage act Mikail pada bas  yang berjingkrak manis dan menggoyangkan instrumennya pas dan enak dilihat.

“Daripada susah diingat, kami sepakat memberikan nama Locker. Ya tempat menyimpan sesuatu yaitu musik yang perlu disebarluaskan ke penjuru Republik ini,” ungkap Egy, vokalis yang tetap rancak dan lincah meski keringat telah bercucuran usai unjuk diri.

Di bawah manajemen AZ Production dan pembina, produser, music director dan guru musiknya adalah Harry Toledo.

Locker (foto az)

“Kami mau menangani dan mengajak Locker rekaman karena semua personelnya punya tekad dan obsesi sama : memajukan musik Indonesia,” ujar Harry Toledo yang pernah memperkuat di instrumen basis di band Soul Emotion, Cherokee dan Bali Lounge.

Dia rekan di musik jazz bersama Yance Manusama dan Mates.

Harry Toledo belajar alat bas gitar pada usia 11 tahun dan pernah tampil di Prambanan Jazz Festival.

Go International ?

“Itu jadi niat dan tujuan kami,” jawab Harry Toledo optimistis.

Wait and See !  (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement