Abaikan “Citarum Harum”, Bandung Kembali Banjir

 Abaikan “Citarum Harum”, Bandung Kembali Banjir

Egy Massadiah, Ketua Yayasan Kita Jaga Alam (KJA). (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Akibat hujan deras di awal November 2021, Kabupaten Bandung tergenang banjir. Dikabarkan, tiga kecamatan terendam banjir. Banjir paling parah terjadi di daerah Dayeuh Kolot. “Padahal, pada tahun 2019 dan 2020, relatif tidak terjadi banjir seperti itu. Hanya satu penyebabnya, sampah kembali menumpuk di anak-anak sungai Citarum,” ujar Egy Massadiah, Ketua Yayasan Kita Jaga Alam (KJA), prihatin.

Berbicara kepada awak media di Jakarta kemarin (2/11/2021), Egy mengajak masyarakat dan semua pihak mengilas balik. Sejak program Citarum Harum digulirkan tahun 2018, kondisi Citarum dan anak-anak sungainya berangsur-angsur membaik. Sungai yang sempat dijuluki sebagai salah satu sungai tercemar dan terkotor di dunia, kini menjadi “tercemar ringan”.

Egy menyayangkan, jika prestasi program Citarum Harum terdegradasi oleh ketidakdisiplinan para pihak, baik aparat Satgas Citarum Harum, maupun masyarakatnya. “Perlu diingat, Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2018 tentang pemulihan sungai Citarum masih berlaku. Satgas Citarum Harum tidak boleh kendor. Termasuk dalam menyemangati dan mengarahkan masyarakat agar mengubah perilaku untuk tidak membuang sampah ke sungai,” papar Egy yang juga seorang jurnalis senior itu.

Fenomena banjir di Dayeuh Kolot baru-baru ini, adalah signal adanya penumpukan sampah. Egy berharap masyarakat terkhusus Satgas Citarum Harum yang diketuai oleh Gubernur dan di-back-up Pangdam, Kapolda, dan para pejabat lain segera memberi perhatian. “Sungai Citarum sepanjang 270 km itu, telah dibagi menjadi 21 sektor. Masing-masing sektor dikomandani oleh perwira menengah senior. Jika sebagian wilayah Kabupaten Bandung kembali terendam banjir, maka komandan sektor Citarum Harum di wilayah itu perlu kerja ekstra keras,” ujar Egy. (rr)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *