Tradisi Seba Baduy di Serang Banten

 Tradisi Seba Baduy di Serang Banten

MASYARAKAT adat Baduy Luar dan Baduy Dalam memiliki tradisi unik yang digelar setiap tahun. Tradisi itu, bernama Seba Baduy.

Dalam tradisi tersebut  warga Baduy Dalam dan Baduy Luar, akan menempuh perjalanan jauh. Mereka akan berjalan kaki menempuh jarak sekitar 115 kilometer dengan membawa berbagai hasil bumi.

Semuanya, akan disampaikan kepada kepala pemerintah daerah yang kerap disebut Bapak Gede. Ini bukanlah upeti, melainkan bentuk ketulusan dan keikhlasan semata yang diungkapkan setiap tahun.

Tahun 2016 sebanyak 1.839 warga akan mengikuti tradisi yang diawali dengan mendatangi Kantor Bupati Lebak dan Kantor Gubernur Banten sebagai ‘Bapak Gede’ . Masyarakat Baduy akan menyerahkan hasil komoditas pertanian kepada kepala pemerintah daerah di upacara tersebut.

Ritual tahunan masyarakat adat Badui menjadi salah satu objek wisata budaya di Banten, yang sudah terkenal tidak hanya di dalam negeri tetapi sampai mancanegara.

Perayaan Seba Baduy  sampai sekarang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat Baduy Dalam yang berpakaian khas putih-putih dan masyarakat Baduy Luar yang berpakaian hitam-hitam.

Perjalanan saat upacara ditempuh lebih kurang 12 jam. Tidak kenal panas dan hujan. Segala cuaca akan tetap diterabas. Warga Baduy yang ikut dalam Seba, semuanya laki-laki. Kaum hawa dilarang ikut.

Perayaan Seba Badui, biasanya dilakukan setelah warga baduy menjalani Ritual Kawalu selama tiga bulan. Kawasan masyarakat Baduy dalam yang tersebar di tiga kampung, yakni Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana, saat Ritual Kawalu biasanya tertutup bagi wisatawan atau pengunjung. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *