Air Terjun Ibun Majalengka yang Menggoda

 Air Terjun Ibun Majalengka yang Menggoda

 

CURUG Embun Pelangi atau warga sekitar biasa menyebutnya Curug Ibun terletak di Desa Sukadana Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Menuju lokasinya sangat mudah, jalurnya sama dengan jalur menuJu Argalingga atau Curug Muara Jaya/Apuy, atau kurang lebih 3 KM dari Kota Kecamatan Maja.

Menuju lokasi baraya harus berjalan dari jalan penghubung Maja-Apuy, melewati ladang sayur-mayur milik warga kemudian harus menuruni tangga, harap berhati hati dikarenakan cukup curam lebih baik berpegangan ke pagar bambu yang sudah dibuat oleh warga sekitar. Tangga menuju dasar sungai masih terbuat dari tanah dan juga bambu.

Air terjun ini dinamakan air terjun ubin pelangi yang ada di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura. Letaknya, sekira 17 kilometer dari pusat Kabupaten Majalengka bisa menjadi obyek wisata yang wajib dinikmati.

“Air ini mengalir dari arus air Muara Jaya sama Santapura, lalu untuk ibun itu diambil dari kata embun karena turunnya air terjun menimbulkan uap atau embun,”

Menurutnya, kehadiran pelangi di sini bisa dilihat dari dua waktu. Waktu pertama muncul dari jam 08.00 hingga 10.00 WIB, sementara yang kedua dari jam 12.00 hingga 17.00 WIB. “Kemunculan pelangi di sini bisa dilihat oleh kasat mata, semakin derasnya air terjun maka pelangi semakin terlihat terang dan jelas,” paparnya.

Selain bisa menikmati pelangi, wisatawan semakin dimanjakan dengan suguhan goa serta tebing yang menyerupai Grand Canyon di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.

Untuk bisa melihat goa serta tebing, maka wisatawan harus melalui jalur penurunan yang cukup curam dengan kemiringan sekira 85 derajat.

Tak itu saja, jalur yang harus dilalui belum begitu sempurna. Pasalnya, kondisi jalan tanah liat mengharuskan wisatawan harus berhati-hati dalam melangkah. Untuk pegangannya, wisatawan bisa memanfaatkan batang pohon yang ada di sekelilingnya. Ketika tiba di tempat tujuan, rasa khawatir terhilangkan. Derasnya air terjun serta, dinginnya air yang mengalir semakin membuat pesona libur lebaran jadi terpuaskan.

Dinamakan Curug Embun Pelangi dikarenakan embun akibat jatuhnya air sungai tersebut terkena cahaya matahari sehingga muncul pelangi disekitar curug, akan tetapi pelangi ini hanya muncul ketika hari cerah.

Selain melihat air terjun, baraya bisa panorama tebing batu cadas yang mengapit sungai Cilongkrang. Berbeda pada saat Curug Ibun Pelangi ramai pada awal kemunculannya, kini Curug ini menjadi sepi kembali seperti semula, hanya beberapa pengunjung saja yang datang kembali.

Hal ini dikarenakan musibah air bah di Goa Lalay yang menimbulkan korban jiwa sekitar bulan Januari 2015. Jadi Ada baiknya juga Baraya akan berkunjung ke Air Terjun ini pada saat kondisi cuaca cerah atau bahkan musim kemarau, karena bila cuaca hujan dikhawatirkan datangnya air bah. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *