• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Tiada Henti Bina Bangsa

Tiada Henti Bina Bangsa

September 14, 2019
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Tiada Henti Bina Bangsa

by admin
September 14, 2019
in Kolom
0
Tiada Henti Bina Bangsa
513
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh Sri Iswati *)

Kongres Pancasila ke-11 di Yogyakarta pertengahan Agustus lalu membangun pesan yang dalam tentang bagaimana kita semestinya merealisasikan nilai-nilai Pancasila. Utamanya dalam Orasi Kebangsaan yang disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Momen kegiatan ini juga pas, dalam suasana bangsa Indonesia memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74, sehingga kenangan dan  ingatan mudah terbawa ke  masa lalu. Masa pergerakan, masa perjuangan merebut kemerdekaan hingga pertempuran-pertempuran sengit  mempertahankan  kemerdekaan Indonesia. Yang dilandasi semangat heroik pantang menyerah dengan semboyan:  Merdeka atau Mati.

Sri Sultan mengajak seluruh anak bangsa, di mana pun dari Sabang hingga Merauke, dan dari Miangas hingga Rote, untuk “Merajut Kembali Persatuan Indonesia”, yang dijiwai semangat peduli dan berbagi serta bergotongroyong antarsesama, tanpa membeda-bedakan asal-usul suku, agama, dan golongan.

Orasi Kebangsaan Sri Sultan tentang Aktualisasi Pancasila Dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa, menjadi sesuatu yang semestinya terus diperbarui agar selaras dengan geliat zaman. Untuk itu tentu memerlukan inovasi-inovasi.

Selarik iklan media ibukota untuk terus eksis, layak penulis kutip di sini: Inovasi menjaga relevansi.

Benar, karena dengan inovasi-inovasilah menandakan dan memanifestasikan langkah, dan kebijakan bersesuaian dengan nafas, serta gejolak yang terjadi di masyarakat. Yakni Persatuan Bangsa yang belakangan kerap “terusik”. Bahkan sempat terpolarisasi. Terutama di saat-saat perhelatan  akbar, seperti Pemilu.

Tak hanya pemilu yang telah kita rasakan bersama ekses kegaduhannya di tahun 2019 ini. Pilkada di beberapa daerah juga diwarnai ketegangan. Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 pun menorehkan catatan buram dalam berdemokrasi karena mengedepankan isu-isu SARA yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Letupan-letupan peristiwa yang tak kalah mengkhawatirkan juga terjadi. Konflik antarkampung, tawuran antarkelompok masyarakat, bahkan tawuran kaum intelektual pelajar dan mahasiswa pun tak jarang mewarnai kehidupan kita  sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa persatuan dan kerukunan diantara anak bangsa masih menjadi pekerjaan rumah kita.

Mengapa masih acap terjadi disharmoni seperti itu? Padahal kita telah  sepakat  bahwa persatuan merupakan pondasi terbesar bangsa Indonesia selama ini. Kalau pondasi itu retak, atau patah-patah, atapnya tentu bisa roboh.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Peribasa lama ini tak kan pernah usang nilainya sekalipun perubahan-perubahan terus terjadi. 

Presiden Joko Widodo acap pula mengatakan bahwa potensi terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan. Ucapan klise kedengarannya. Tidak! Klise dalam teks kebahasaan. Namun selalu kontekstual dalam proyeksi langkah-langkah zaman  sampai kapanpun.

Ceramah Gus Muwafik di Istana Negara pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW beberapa waktu lalu menyinggung ihwal potensi dan keagungan bangsa Indonesia ini. Bangsa Eropa terdiri dari beberapa negara. Bangsa Arab pun terdiri beberapa negara. Namun beberapa suku bangsa di Indonesia bisa bersatu dalam satu negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indoneisa.

Pancasila sebagai pemersatu bangsa kita akui dan rasakan kesaktiannya selama ini. Namun menggelitik pula pertanyaan atas Subtema yang dibentangkan dalam Kongres Pancasila tersebut yakni… Merajut Kembali Persatuan Bangsa.

Sebenarnya bukan hanya terpampang pada kongres Pancasila XI di Yogya saja. Ungkapan senada juga acap kita dengar di acara-acara talks show di televisi, misalnya Merajut Harmoni Persaudaraan.

Dalam narasi yang tak tertulis atau terucap, kalimat yang indah itu menyiratkan telah terjadi  disharmoni. Jika persatuan itu ibarat kain, maka kain itu mungkin koyak, ada benang-benang yang putus, atau bahkan ada robekan. Karena itu perlu disulam dan dirajut kembali.

Indonesia memiliki banyak berbedaan. Plural. Sangat beragam. Negara kepulaua ini terdiri sekitar 17 ribu lebih pulau. Terdiri bermacam ras, banyak agama, pelbagai suku bangsa, beratus bahasa, dengan segenap perbedaan adat-istiadat serta budayanya.

Potensi konflik dan pecah tentunya cukup besar pula. Profesor Riset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Hermawan Sulistyo dalam salah satu bukunya, Siapa Makan Siapa, mengatakan, karakter negara kepulauan seperti Indonesia ini mengandung potensi disintegrasi tinggi. Minimal mengandung potensi fragmentasi dan atau kontraksi negara yang sangat tinggi pula.

Kita longok sejarah, sekitar 30 tahun silam. Ketika negara super power Uni Soviet pecah pada tahun 1990 menjadi 15 negara, banyak yang meramalkan Indonesia akan menyusul. Ternyata kemudian yang pecah adalah Yugoslavia (1991) menjadi enam negara (Slovenia, Kroasia, Serbia, Bosnia Herzegonina, Montenegro,  dan Makedonia). 

Yugoslavia merupakan negara di Eropa yang pertama mengakui kemerdekan Indonesia. Sehingga terjalin persahabatan antara Indoesia – Yugoslavia. Dan Presiden Sukarno ketika itu sudah beberapa kali berkunjung ke negara di Teluk Balkan tersebut.

Di antara kunjungan kenegaraan itu, terjadi sebuah dialog legendaris yang direkam dengan baik oleh sejarahwan Serbia. “My Dear Friend Tito, jika Anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa Anda?” tanya Bung Karno.

Tito menjawab bangga, “Aku memiliki tentara pemberani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami.” Setelah menjawab, Tito balas bertanya pada Bung Karno, “Bagaimana dengan negara Anda sahabatku, Dear Friend Karno?”

Bung Karno menjawab pertanyaan Tito dengan tenang, “Aku tidak khawatir, karena telah kuwariskan Pancasila sebagai jalan hidup bangsa Indonesia.”  (Islami.co)

Meski terdiri etnis yang sama, perpecahan tak terhindarkan. Dan tentu oleh perbedaan-perbedaan lain sehingga konlik pun terjadi. Tahun berkutnya (1993) Cekoslowakia juga bubar menjadi Ceko dan Slowakia. Pisah tanpa konfllik

Bercermin pada perpecahan di beberapa negara tersebut, lalu bersungguh-sungguh menyadari karakter negara kepulauan kita yang plural ini, serta kondisi kekinian yang acap memunculkan disharmoni, maka upapa-upaya pembinaan bangsa tentang nilai-nilai Pancasila kudu terus digalakkan. Tiada henti.

Kendati kondisinya baik-baik saja, kondusif, namun menjaga dan merawat persatuan dan kerukunan di masyarakat, di sekolah-sekolah, dan kampus-kampus harus dilakukan terus-menerus. Menjaga dan merawat untuk mengantisipasi konflik. Dan pembinaan kebangsaan guna memupuk rasa nasionalisme.

Pengajaran sejarah di antaranya dapat menjadi pilihan materi dalam kuliah-kuliah umum untuk memupuk rasa kebangsaan. Bagaimana Indonesia ini dibangun, bagaimana kemerdekaan ini dipertahankan, kiranya tak hanya jadi pengingat tapi juga menjadi lentera dan arah dalam menatap masa depan bangsa.

Pengungkapan sejarah nasional kita sasaran yang dtuju  adalah membangkitkan kesadaran atas keindonesian kita dan memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa. Jika rasa ini sudah benar-benar tertoreh dalam sanubari anak bangsa, maka bukan hanya buhul persatuan yang kian kuat melainkan harmonisasi pun terbangun hangat.

Tentu penyampaian materi tidak sekadar ceramah, melainkan dikemas dalam sajian visualisasi yang memikat. Atau semacam film pendek yang menyandingkan arsip – atas fakta historis-  dengan narasi yang menggambarkan perjalanan bangsa dalam olahan digital yang menarik. Dengan digitalisasi, konten materi yang sebenarnya besar dapat tersaji dalam durasi yang relatif lebih singkat. Efisien dan efektif pula.

Film pendek tentang berlaganya para atlet dalam kompetisi antarnegara  di luar negeri dalam mencapai prestasi, juga menarik. Yang biasanya ditandai dengan pengibaran merah putih dan melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Di bidang seni budaya pun tak kalah mengharukan, ketika penari dan kesenian-kesenian tradisional kita mendapat kemenangan atau sambutan meriah di mancanegara.

Forum Kebangsaan

Selain itu, forum-forum pembauran seperti FPK- Forum Pembauran Kebangsaan dapat dibentuk  tidak hanya di kota tapi hingga tingkat kecamatan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Pembentukan Pembauran Kebangsaan (FPK) di Daerah. Jika memungkinkan bisa diperluas ke tingkat desa. Sebab, ini seiring dengan pengembangan komplek-komplek perumahan hingga ke daerah perdesaan. Dan umumnya penghuni komplek perumahan dari kalangan beragam.

Soal pembinaan bangsa ini, secara struktur kita punya badan atau lembaga yang tugas dan fungsinya memang terkait pembinaan bangsa. Baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota yakni Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Fungsi Kesbangpol ini antara lain menyelenggaraan pembinaan dan pengembangan wawasan kebangsaan, pembauran, persatuan dan kesatuan bangsa serta politik dan demokrasi. Juga pelaksanaan dan pengkoordinasian kegiatan pembinaan dan pengembangan wawasan kebangsaan, pembauran, persatuan dan kesatuan bangsa serta politik dan demokrasi. Dan memfasilitasi penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan wawasan kebangsaan, pembauran, persatuan dan kesatuan bangsa serta politik dan demokrasi.

Kota, terutama yang merepresentasikan sebagai miniatur Indonesia yang terdiri bermacam ras, suku, agama, ormas, juga berbagai kelompok masyarakat lainnya, saya kira peran Kesbangpol ini perlu ditingkatkan. Sebagai wadah informasi dan diskusi, dapat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi, atau institusi lainnya yang  memiliki peran besar dalam penyelenggaraan pengajaran di bidang strategis ini .

Bagaimana model aplikasi materi yang perlu disampaikan, modul-modul seperti apa yang diperlukan, konten apa saja yang juga sesuai dengan  konteks kekinian, serta menarik kalangan milenial, maka sebaiknya bersinergilah dengan pakar Informasi dan Teknologi (IT), serta libatkan kalangan muda. Mereka tentu tahu jawabnya. Sebab, kreativitas dan inovasi-inovasi dunia digital merupakan bagian penting dari nilai eksistensinya.

Dalam catatan Litbang Jayakarta News, Kesbangpol Banyuwangi, Jawa Timur, khususnya Bidang Ideologi, Pembauran, dan Kebangsaan ajeg tiap bulan menyelenggarakan pertemuan yang melibatkan pelbagai elemen masyarakat. Mewakili berbagai etnis, suku, agama, organisasi kepemudaan, ormas, dan lainnya.

Semua itu dimaksudkan tidak hanya menjaga persatuan namun juga membina kerukunan. Ingat peribahasa, tak kenal maka tak sayang. Setelah kenal dan ditambah kualitas pertemuan, kiranya dapat menimbulkan saling pengertian diantara sesama anak bangsa.

Rindu Tokoh Pembauran

Konflik yang belum lama terjadi di Surabaya terkait Papua, yang kemudian memantik demontrasi besar di bumi Cenderawasih, mungkin bisa dihindari kalau forum-forum pembauran itu lebih giat dan dinamis dalam beraktivitas. Acap bertemu, berdiskusi, bertukar informasi, dan mewadahi aspirasi-aspirasi.

Di tengah kemelut itu, beberapa jam kemudian, pemuda Papua beramai-ramai ziarah ke makam Gus Dur. Hal ini sangat mengharukan. Kalau Gus Dur masih hidup, mungkin mereka ingin benar-benar dirangkul oleh Bapak Pembauran itu. Mereka hanya bisa rindu dan berdoa. Dan tentunya berharap, tokoh-tokoh pembauran seperti Gus Dur selalu hadir dan ada untuk kita semua.   

Menghadapi konflik, apalagi perpecahan atas bangsa sendiri, tentu lebih rumit. Bung Karno pernah mengatakan, tugasku memperjuangkan kemerdekaan memang sulit, namun tugas kalian mengisi kemerdekaan lebih sulit karena yang dihadapi bangsa sendiri.

Terkait campur tangan asing? Hal itu perlu diwaspadai sepanjang waktu. Litbang Jayakarta News pun menyimpan imbauan Dansesko TNI Agoes Sutomo, beberapa bulan lalu, sebelum berlangsung Pemilu 2019 ini. Karena relevan dengan topik ini, maka saya nukilkan sebagian informasinya.

(Ada kekuatan asing yang mengincar Indonesia rusuh. Untuk itu mereka telah melakukan skenario secara sistematis melakukan Proxy War pelemahan Ketahanan Nasional Indonesia dari masa ke masa secara bertahap dan halus.

Melalui  Pelemahan sistem Pertahanan kita, meliputi semua bidang; ekonomi, politik, hukum, peraturan, media informasi, pergeseran watak prilaku bangsa – gaya hidup, Institusi Pemerintah, dan lainnya.

Pelemahan sistem Pertahanan ini tentu melalui Operasi Inteligent masif dan terstruktur. Masing-masing agen masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan bernegara kita. Ada yang masuk dan menjadi dosen, pengamat, pejabat publik, Institusi, dan lainnya.

Salah satu contoh, bagaimana merekayasa terjadi gejolak kerusuhan di Indonesia. Untuk menciptakan gejolak, masing-masing agen bergerak untuk menanamkan rasa: Saling benci, saling curiga, saling buruk sangka. Baik  antarsuku, antaragama, antarormas, antarulama, antarkampus,  antarparpol, dan lainnya.

Kita seolah digiring kepada satu titik yaitu perang. Sekecil apa pun masalah diperuncing dan diprovokasi. Tujuannya, menjadikan kita bangsa yang sinis,  egois, dan  anti kebersamaan. Jadi kalau ada kejadian di sekitar kita yang di luar kewajaran, itu adalah salahsatu bentuk hasil kerja para agen tersebut—nusantaranews.co.)

Maka, betapun besar tantangan ke depan, dengan terus membangun persatuan dan harmoni kerukunan, kiranya bangsa Indonesia akan sanggup menghadapi. Ingat kata-kata Bung Karno lagi; Perpecahan hanya akan menguntungkan lawan. Mari kita patri di dada kita semboyan kekinian yang relevan ini: Indonesia rumah kita! NKRI harga mati. Dan Merah Putih simbol abadi! ***

 *)  Penulis, Wartawan Jayakarta News, Peminat Sejarah

Tags: bung karnojayakartanewskerukunan bangsapersatuan nasionalsri sultan hamengku buwono x
Share205Tweet128
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version