Teater Alam “Nglilir”, Pentaskan “Montserrat”

 Teater Alam “Nglilir”, Pentaskan “Montserrat”
Dua aktor kawakan Teater Alam: Gege Hang Andika dan Meritz Hindra, bersama Pimpro Edo Nurcahyo (paling kanan), di sela sesi latihan di Taman Budaya Yogyakarta (foto: nana azmita)

Lama vakum, tak berarti mati. Itu yang terjadi dengan salah satu kelompok teater tertua di Yogyakarta, Teater Alam, besutan Azwar AN. Sejak berdiri tahun 1972 hingga kini, Teater Alam tetap hidup. Jika ada fase yang lumayan panjang tidak pentas, itu artinya sedang ‘tidur panjang’.

Memperingati hari jadinya yang ke-47, pada 4 Januari 2019, Teater Alam “nglilir”, terbangun dari tidur. Bermula dari acara reuni Mei 2018 di sanggar sekaligus kediaman Azwar AN di Wirokerten, Bantul, dilanjutkan halal bilalal bulan berikutnya di Societet, TBY Yogyakarta, mengkristallah kesepakan untuk sama-sama bangun dari tidur.

Kesepakatan yang semula lonjong menjadi bulat. Bulat sepakat untuk membangkitkan marwah naskah berbobot karya Emmanuel Robles, “Montserrat” dalam satu pementasan reuni Teater Alam. Bukan dipenntaskan pas tanggal 4 Januari 2019, tetapi akan dipentaskan minggu depan, Sabtu malam, 8 Desember 2018 di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Nyaris semua aktor kawakan Teater Alam ikut bermain dalam lakon drama yang berlatar belakang perjuangan pahlawan Venezuela, Simon Bolivar. Sebagai sutradara, Puntung CM Pudjadi, senior Teater Alam yang sudah malang-melintang di panggung teater Yogya. Asisten sutradara, dua aktor kawakan lain, Meritz Hindra dan Daru Maheldaswara.

“Naskah ini mengingatkan saya pada pertemuan suatu hari dengan almarhum Bakdi Soemanto. Dia beberapa kali menyodorkan naskah Montserrat untuk saya pentaskan….. Hingga beliau wafat, saya masih menjawab ‘belum sanggup’. Semoga, almarhum tersenyum di atas sana, demi melihat saya sekarang menyutradarai Montserrat,” ujar Puntung, yang kali ini mengadaptasi nasksh Montserrat gubahan Asrul Sani.

Sejumlah properti untuk pementasan “Montserrat” yang sudah diselesaikan Penata Artistik andalan Teater Alam, Palgunadi. (foto: nana azmita)

Di tempat terpisah, Edo Nurcahyo, senior Teater Alam yang berperan sebagai Pimpinan Produksi pementasan Montserrat mengatakan senang dengan semangat yang ditunjukkan oleh para senior lain. “Semoga ini bisa menjadi momentum bagi Teater Alam, untuk tidak tertidur lagi, melainkan terus bangun dan berkarya secara konsisten seperti kiprahnya selama ini,” ujar lelaki berambut putih nan gondrong itu.

Yang lebih membuat Edo senang adalah pada pilihan naskah. “Saya tahu, Montserrat termasuk tipe naskah yang disukai bang Azwar. Ini naskah berat memang, dan bagus untuk kita simak sama-sama sebagai pementasan apresiatif. Bagus bagi para mahasiswa teater yang mendalami teater modern,” tambahnya.

Siapa saja aktor-aktris Teater Alam yang terlibat dalam pementasan Montserrat, 8 Desember 2018 nanti? Berikut daftarnya: Daning Hudoyo (MONTSERRAT), Meritz Hindra (IZQUIERDO), Edi Jebeh (ZUASOLA), Dinar Saka (MORALES), Daru Maheldaswara (ANTONANZA), Anastasia (IBU), Dina Megawati (ELENA), Udik Supriyanta (JUAN SALCEDO Aktor sandiwara), Gege Hang Andika (SALAS INA, Saudagar), Wahyana Giri (ARNAL LUHAN, Pembuat Poci), MN Wibowo (RICARDO, Petani), Bambang Wartoyo (PADRE), Muhammad Fauzi Hiroyuki dan Budi M. Kurniawan (PRAJURIT SPANYOL). (rd)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *