Sri Mulyani: Indonesia Negara Berkembang dengan Reputasi Baik

 Sri Mulyani: Indonesia Negara Berkembang dengan Reputasi Baik

Sri Mulyani, Menteri Keuangan–foto instagram srimulyani

Sri Mulyani, Menteri Keuangan–foto instagram srimulyani

Indonesia dipandang sebagai negara berkembang yang memiliki reputasi baik. Momentum pertumbuhan Indonesia yang baik di tengah ketidakpastian global telah memicu ketertarikan investor asing terhadap Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara diskusi Outlook Perekonomia Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Diskusi tersebut dihadiri antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekenomian  Darmin Nasution, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani serta Ekonom Mandiri Anton Gunawan.

“Dalam diskusi tersebut saya menyampaikan bahwa Indonesia dipandang sebagai negara berkembang yang memiliki reputasi baik. Momentum pertumbuhan Indonesia yang baik di tengah ketidakpastian global telah memicu ketertarikan investor asing terhadap Indonesia,” ungkap Sri Mulyani lewat akun instagramnya.

Kita menutup tahun 2018 dengan pertumbuhan yg baik, inflasi rendah dan ekonomi tetap stabil. Indonesia dilihat sebagai negara emerging yang besar, growth-nya tinggi, stabilitas baik, pihak moneter dan fiskal bekerja sama dengan baik secara pragmatis dan fleksibel. “Untuk dunia internasional itu adalah sesuatu yang mengesankan,” ujar peraih penghargaan ‘Finance Minister of The Year 2019 Global and Asia Pacific’ dari majalah keuangan The Banker, ini.

Salah satu faktor untuk mengembangkan ekspor, kata Sri Mulyani,  adalah dengan telah terselesaikannya beberapa infrastruktur. Dengan sudah terbangunnya infrastruktur utamanya di Jawa, maka perbedaan antara Jakarta dan sekitarnya dengan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Timur menjadi tidak terlalu besar sehingga opsi para investor menjadi semakin banyak.

Terkait kemajuan teknologi yang dapat berdampak pada kesempatan kerja, bisa saja di masa depan ada skema pajak untuk robot. Bisa saja nantinya robot yang bekerja harus tetap membayar pajak penghasilan, kemudian penerimaan pajaknya akan digunakan untuk “unemployment benefit”. Kami di Kemenkeu yang menjadi penjaga kebijakan fiskal akan coba terus melihat masa depan tapi tetap fokus mengelola masa kini agar Indonesia terus dilihat sebagai negara yang memiliki reputasi baik.***/ebn

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *