‘Sri Eng Thay’, Warisan Jadi Wawasan

 ‘Sri Eng Thay’,  Warisan Jadi Wawasan

Adegan lakon ‘Sri Eng Thay’ yang dimainkan oleh pelawak, pemain drama, atlet wushu dan penari—foto : Image Dynamic

JAYAKARTA NEWS— Tim Kreatif yang tergabung dalam Indonesia Kita yaitu Butet Kertaredjasa, Agus Noor, Bre Redana dan Djaduk Ferianto (almarhum) dengan difasilitasi Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar rekaman pementasan ‘Sri Eng Thay’ pada hari Minggu (2/8).

Tontonan menarik ini bisa diakses di www.indonesiakaya.com atau channel YouTube.IndonesiaKaya. “Lakon ini warisan legendaris Tiongkok yang dibalut heritage of Indonesia. Dari warisan jadi wawasan,” kata Agus Noor, sutradara pementasan ini.

Lakon ini didukung pemain-pemain-pemain andal seperti Cak Lontong, Marwoto, Akbar, Yu Ningsih, Trio GAM (Gareng, Joned dan Wisben), Alena Wu, Vivi Yip, Bulgari (kelompok Wushu Jakarta), Hans Huang, Henky Solaiman, Febrianti Nadira, Flora Simatupang, Fitri Wahab, Mira Rompas dll. Artistik ditangani Ong Hari Wahyu dan pemusik Jakarta Street Music dari Jakarta. Kisahnya dimulai suasana duka dan gelisah perguruan silat Go Bin Pai yang seluruh anggotanya perempuan.

Adegan lakon ‘Sri Eng Thay’ –foto Image Dynamic

Mencuat kabar seorang pendekar misterius akan membunuh suhu mereka. Dunia Kang-Ouw gempar. Karena pendekar tersebut bukan pendekar sembarangan. Karena ia telah merenggut banyak nyawa para pendekar hebat.

Seluruh anggota perguruan menyiapkan segala persiapan jika suhu tewas. Siapakah penggantinya? Terjadilah perebutan intrik dalam perguruan. Ternyata, Suhu mengeluarkan jurus pamungkas kepada Eng Thay yang hanya bisa dimainkan oleh perempuan.

Jika dimainkan oleh lelaki akan keperempuan-perempuanan. Namun, Eng Thay telah pergi dari perguruan, entah kemana. Ini adalah siasat pendekar nomor wahid dalam dalam perguruan silat. Saat pendekar misterius muncul, siapakah yang menang?   (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *