Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Tabib dari Timur, Ritmik dan Enerjik dari Papua - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Entertainment

Tabib dari Timur, Ritmik dan Enerjik dari Papua

Published

on

JAYAKARTA NEWS—Kembali Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak nonton lakon di akhir pekan, Sabtu (29/8/2020) dan Minggu (30/8/2020) dalam program ‘NontonTeaterDiRumahAja’. Berjudul ‘Tabib dari Timur’. Dipersembahkan oleh Trio Kreatif Indonesia yaitu Butet Kertaredjasa, Agus Noor dan almarhum Djaduk Ferianto.

Tontonan ini adalah rekaman ulang pentas di TIM, tanggal 18 dan 19 Maret 2015. Sutradara di tangan Agus Noor yang berkolaborasi dengan koreografer asal Papua, Jecko Siompo dan Jeckos Dance Animal Pop Family.

Beberapa komedian terkenal dilibatkan, yaitu Arie Kriting, Akbar, Marwoto, Trio GAM dan penyanyi Audrey Papilaya. Plus beberapa sosialita Ibukota seperti Vivi Yip, Flora Simanjuntak, F Nadira, Fitri Wahab dan Unkle B serta penata musik oleh Jakarta Street Music.

“Kali ini, kami menampilkan budaya yang terpinggirkan. Idiom-idiom Papua dan gerak dari Timur seperti tari Hip Hop membuat tontonan ini menjadi dinamis. Gesture, ritmik dan penuh enerjik,” cetus Agus Noor.

Bergaya komedi, rakyat di daerah berharap dan menanti kedatangan seorang pemimpin dari Timur. Sang pemimpin ini dipastikan bisa membawa kemakmuran bagaikan seorang tabib dan juru sembuh. Tabib nan lucu ini konon bisa menyembuhkan penyakit-penyakit sosial ala Jakarta yang sedang mewabah di daerah.

Segala soal diurai dan diambil dari sisi lucunya. Sim salabim. Apakah penyakit korupsi dan suap serta politik dinasti plus budaya restu bisa segera sembuh dengan jampi-jampi mujarobat Sang Tabib?.

“Selama ini, ada persepsi bahwa Pusat sebagai kebenaran. Soal-soal di daerah harus diselesaikan oleh Pusat. Lewat tontonan komedi ini, kita balik. Soal-soal di daerah harus bisa diselesaikan oleh daerah,” demikian tegas Butet Kertaredjasa. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement