Nasib Boeing 737 Max 8 Mengkuatirkan

 Nasib Boeing 737 Max 8 Mengkuatirkan

Kotak Hitam Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines

Kotak Hitam Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines

Oleh: Leo Patty

JAYAKARTA NEWS – Data dari Kotak Hitam pesawat Boeing 737 Max 8, yang jatuh di Ethiopia, memperlihatkan kondisi sangat mirip dengan pesawat Lion Air, yang jatuh Oktober tahun lalu, demikian pernyataan Menteri Perhubungan Ethiopia Dagmawit Moges, Mingu, 17 Maret 2019, lalu.

Sebenarnya kecurigaan ada yang ‘salah’ pada pesawat Boeing 737 Max 8 sudah mulai merebak sejak tahun lalu. Apalagi setelah pesawat Ethiopian Airlines jatuh dengan korban 157 meninggal dan memicu banyak negara melarang terbang pesawat ini.

Sekarang ini, ratusan pesawat Boeing 737 Max 8 parkir di bandara seantero dunia. Pesawat jenis ini sedang menunggu nasib keputusan badan-badan penerbangan dan departemen perhubungan apakah akan selamanya ‘mendarat’ atau kalaupun terbang kembali — kapan? Tapi yang pasti semua pihak, terutama penumpang, harus diyakinkan — kalau jadi terbang — pesawat ini sudah aman.

Para pejabat Ethiopia menjelaskan ada 35 negara yang warganya ikut dalam penerbangan naas menuju Nairobi, Kenya, dan jauh sesaat setelah lepas landas.

Saat ini, Amerika dan puluhan negara lain, termasuk Indonesia, sudah melarang terbang Boeing 737 Max 8 dan belum terlihat tanda-tanda larangan akan segera dicabut. Sementara, tekanan kuat terhadap pabrikan pesawat terbesar dunia, Boeing, untuk memberi jaminan keamanan pesawatnya makin kuat. Ada kecurigaan, yang cukup beralasan, kinerja sejumlah sensor yang rendah dan perangkat lunak telah menyebabkan jatuhnya Ethiopian Airlines dan Lion Air.

Hari Mingu lalu, ribuan warga Ethiopia menguburkan korban jatuhnya pesawat. Peti jenazah, yang diantaranya ada 17 peti kosong, diangkut melalui jalan-jalan ibukota dan terlihat beberapa keluarga korban pingsan.

Dalam upacara berkabung, sebagai simbol, para pejabat membagikan tas kecil berisi tanah dari tempat jatuhnya pesawat kepada para keluarga korban. Proses identifikasi korban akan memakan waktu lama sehinga keluarga korban masih harus lama menunggu untuk menerika jenazah keluarga mereka.

Sementara itu, para penyidik Perancis menyatakan sudah berhasil meng-unduh data dari Kotak Hitam, yang berisi rekaman suara kokpit. Mereka sudah menyerahkan rekaman itu kepada pihak Ethiopia tanpa mendengarkannya. Sejauh ini belum ada informasi mengenai hasil analisa rekaman ini.

Selain Perancis, pihak Badan Keamanan Transportasi Nasional Amerika dan Boeing juga terlihat dalam penyelidikan kecelakaan ini.

Sementara itu, Administratur Penerbangan Federal AS (FAA) menginformasikan, berdasarkan data satelit, gerakan pesawat Ethiopian Airlines Flight 302 mirip dengan LionAir Flight 610. Kedua pesawat jatuh setelah terbang dengan ketinggian yang berubah dengan sangat cepat dan ada indikasi pilot mengalami kesukaran ketika berupaya mengontrol pesawat. Sesaat setelah lepas landas, kedua kru pesawat mencoba kembali ke bandara sebelum jatuh.

Sumber informasi: AP

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *