• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Sejarah dan Spiritualitas

Sejarah dan Spiritualitas

admin by admin
September 29, 2025
in Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Gde Mahesa

Dua kata di atas ibarat angka 11 dan 12, saling berkaitan juga mempengaruhi dalam wujud peradaban.

Masa sekarang banyak insan atau sebagian masyarakat, golongan, mengidamkan kembalinya jati diri suku bangsa dalam tatanan hidup lewat tradisi budaya. Namun kira-kira apakah akan mampu untuk mencapainya ?

Saya berpikir sungguh sangat sulit. Kenapa? Sebab kemurnian tradisi budaya kita telah terkontaminasi oleh paham, doktrin, aturan spiritual atau kepercayaan dari manca negara. Mohon maaf, jangan berburuk sangka lebih dulu, sebab segala hal dalam sejatinya jati diri secara tidak sadar telah terkikis sehingga membentuk peradaban hingga menjadi tatanan kehidupan.

Sejarah telah membuktikan, dan diakui bahwa kepercayaan Nusantara asli adalah Kapitayan, juga perjalanan bangsa Nusantara anggap saja dari Singosari, Medang, Majapahit, Mataram Islam dan NKRI jika mau jujur, Kerajaan-kerajaan tersebut hancur musnah dikarenakan dua hal, pertama tentunya kepentingan kekuasaan atau perebutan hak waris dalam dendam yang turun tumurun. Kedua tentunya kehancuran peradaban tsb karena spiritual atau kepercayaan. Mau tidak mau kita harus mengakui.

Leluhur memang harus kita junjung tinggi, namun tidak semua leluhur merupakan orang luhur. Kita bisa bayangkan bagaimana negeri ini bisa dikuasai atau dijajah dalam penguasaan phisik dan mental budaya sehingga menjadi susuatu yang tak dapat disadari.

Sebuah contoh perenungan menghilangkan hitungan tentang penanggalan yang sebenarnya Mataram atau tanah Jawa sudah mempunyai, lantas dikawinkan dan diubah menjadi penanggalan Islam oleh Sultan Agung pada era Mataram Islam.

Saya, semakin dalam dan menyelam maka semakin prihatin tentang sejatinya jati. Namun puji syukur, jiwa sukma ini dapat larut pada alam semesta sehingga tetap membuat senyum dari sang sejati sambil berucap : “Lucu-nya Engkau”. (*)

Tags: sejarahsejarah dan spiritualitasspiritualitas
Previous Post

Dongeng Jejak Oidipus dalam Dialog Antigone

Next Post

Ikrar Nusantara

admin

admin

Next Post
Ikrar Nusantara

Ikrar Nusantara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version