• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kedaulatan Indonesia di Era Prabowo: Modernisasi Alutsista di Tengah Persaingan Global dan Tekanan Negara Adidaya

Kedaulatan Indonesia di Era Prabowo: Modernisasi Alutsista di Tengah Persaingan Global dan Tekanan Negara Adidaya

September 28, 2025
Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

October 27, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Kedaulatan Indonesia di Era Prabowo: Modernisasi Alutsista di Tengah Persaingan Global dan Tekanan Negara Adidaya

by admin
September 28, 2025
in Kolom
0
Kedaulatan Indonesia di Era Prabowo: Modernisasi Alutsista di Tengah Persaingan Global dan Tekanan Negara Adidaya
493
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan strategis yang kompleks dalam menjaga kedaulatan nasional. Di tengah rivalitas geopolitik (persaingan pengaruh politik antar negara berdasarkan posisi geografis) antara Amerika Serikat dan China, serta meningkatnya ketegangan di kawasan Indo-Pasifik, modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan atau Alutsista (peralatan militer utama seperti pesawat tempur, kapal perang, tank, dan rudal) menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.

Kebijakan pertahanan Indonesia harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan peningkatan kapabilitas militer dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif (tidak memihak blok manapun namun tetap aktif dalam pergaulan internasional) yang telah menjadi jati diri bangsa.

Artikel ini menganalisis strategi Indonesia dalam memodernisasi Alutsista, dinamika kedaulatan pertahanan di era Prabowo, serta bagaimana Indonesia menavigasi tekanan dari negara-negara adidaya tanpa kehilangan kemandirian strategis.

Konteks Geopolitik Regional dan Tantangan Kedaulatan

Kawasan Indo-Pasifik telah menjadi arena persaingan strategis yang semakin intensif. Laut China Selatan tetap menjadi titik api potensial dengan klaim tumpang tindih yang melibatkan China, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam sengketa teritorial, kepentingan nasional Indonesia di Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE (wilayah laut sejauh 200 mil laut dari garis pantai yang menjadi hak suatu negara untuk mengeksploitasi sumber daya) Natuna Utara kerap mengalami gangguan akibat klaim China atas wilayah yang disebut sebagai “traditional fishing ground” (wilayah penangkapan ikan tradisional) mereka.

Selain itu, meningkatnya aktivitas militer negara-negara besar di kawasan ini menciptakan dilema keamanan bagi Indonesia. Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya melalui konsep “Free and Open Indo-Pacific” (Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka) dan kerjasama keamanan seperti AUKUS (aliansi pertahanan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat). Sementara China terus memperluas pengaruhnya melalui Belt and Road Initiative atau BRI (program investasi infrastruktur besar-besaran China di berbagai negara) dan modernisasi armada lautnya. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang 95.000 kilometer, memerlukan kemampuan pertahanan yang mumpuni untuk menjaga kedaulatannya.

Di era Prabowo, kesadaran akan ancaman ini semakin diterjemahkan dalam kebijakan konkret. Dengan latar belakang sebagai mantan Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Danjen Kostrad, Prabowo memahami betul kebutuhan operasional TNI dan urgensi modernisasi Alutsista untuk menghadapi spektrum ancaman yang semakin luas.

Rudal balistik taktis KHAN yang dibeli Indonesia dari Turkiye telah tiba dan ditempatkan di Batalion Artileri Medan (Armed) 18 Kalimantan Timur.

Visi Modernisasi Alutsista: Dari Ketergantungan Menuju Kemandirian

Salah satu pilar utama kebijakan pertahanan Prabowo adalah transformasi dari ketergantungan terhadap impor Alutsista menuju kemandirian industri pertahanan nasional. Visi ini tercermin dalam Rencana Strategis Kementerian Pertahanan yang menekankan pengembangan industri pertahanan dalam negeri dan transfer teknologi sebagai prasyarat dalam setiap pengadaan alutsista dari luar negeri.

Indonesia telah memiliki fondasi industri pertahanan yang cukup solid melalui PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan PT PAL Indonesia. Namun, keterbatasan teknologi dan pendanaan masih menjadi hambatan utama. Di era Prabowo, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem industri pertahanan melalui beberapa langkah strategis:

Pertama, meningkatkan alokasi anggaran pertahanan secara bertahap. Meskipun masih di bawah 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), komitmen untuk terus meningkatkan anggaran pertahanan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kapabilitas militer.

Kedua, mewajibkan offset dan transfer teknologi dalam setiap kontrak pengadaan alutsista impor. Offset (kompensasi berupa kerjasama industri atau pembelian produk lokal sebagai syarat pembelian alutsista) dan transfer teknologi (pengalihan pengetahuan dan kemampuan teknis dari negara pemasok ke Indonesia) memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mendapatkan manfaat jangka panjang berupa penguasaan teknologi dan kemampuan pemeliharaan mandiri.

Ketiga, mendorong kerjasama industri pertahanan dengan berbagai negara mitra. Indonesia tidak menempatkan semua telur dalam satu keranjang, melainkan mendiversifikasi sumber pengadaan dan kerjasama teknologi dengan Amerika Serikat, Eropa, Rusia, China, Korea Selatan, dan Turki.

Dua kapal selam Scorpene Evolved ini akan dibangun di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya.

Strategi Diversifikasi: Menyeimbangkan Kepentingan Global

Salah satu keunggulan strategi pertahanan Indonesia di era Prabowo adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan dengan berbagai negara pemasok alutsista. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko ketergantungan pada satu negara, tetapi juga memberikan fleksibilitas diplomatik yang lebih besar.

Kerjasama dengan Amerika Serikat tetap menjadi salah satu pilar penting. Indonesia telah mengadakan berbagai latihan bersama seperti Garuda Shield dan Cooperation Afloat Readiness and Training atau CARAT (program latihan militer bersama antara TNI AL dengan Angkatan Laut AS). Pengadaan jet tempur F-15EX dan Apache Guardian (helikopter tempur canggih) yang sedang dalam proses menunjukkan komitmen untuk memperkuat interoperabilitas (kemampuan sistem persenjataan dari berbagai negara untuk bekerja sama) dengan negara-negara sekutu AS. Namun, Indonesia tetap berhati-hati untuk tidak terjebak dalam aliansi militer formal yang dapat mengancam prinsip bebas aktif.

Kerjasama dengan Eropa, khususnya Prancis dan Jerman, juga berkembang pesat. Indonesia telah mengoperasikan kapal selam Scorpene dan pesawat tempur Rafale dari Prancis. Teknologi Eropa dianggap sebagai alternatif yang tidak membawa muatan politik seberat AS atau China.

Hubungan dengan Rusia tetap dijaga meskipun menghadapi tekanan sanksi Barat. Indonesia telah mengoperasikan Su-27 dan Su-30 dari Rusia, dan kerjasama ini penting untuk menjaga diversifikasi sumber alutsista.

Kerjasama dengan China dikembangkan secara selektif dan pragmatis. Meskipun ada ketegangan di Natuna, Indonesia tetap membuka peluang kerjasama dalam pengadaan beberapa alutsista tertentu, terutama yang menawarkan harga kompetitif dan transfer teknologi.

Korea Selatan dan Turki muncul sebagai mitra strategis baru. Kerjasama dengan Korea Selatan dalam program KF-21/IF-X (proyek pengembangan jet tempur generasi kelima yang dilakukan bersama antara Indonesia dan Korea Selatan) merupakan langkah revolusioner dalam pengembangan jet tempur generasi kelima. Sementara dengan Turki, Indonesia mengembangkan kerjasama dalam drone (pesawat tanpa awak) dan kendaraan lapis baja.

Strategi diversifikasi ini memungkinkan Indonesia untuk tidak terikat pada satu blok kekuatan tertentu, sekaligus memaksimalkan akses terhadap teknologi terbaik dari berbagai sumber.

Pilot TNI AU Sukses Terbangkan Rafale di Prancis, Indonesia Siap Operasikan 42 Jet Tempur Baru.

Menghadapi Tekanan Negara Adidaya: Diplomasi Pertahanan yang Cerdas

Posisi Indonesia sebagai negara non-blok di tengah persaingan AS-China menempatkan Jakarta dalam situasi yang kompleks. Kedua negara adidaya ini berupaya menarik Indonesia ke dalam orbit pengaruh mereka, baik melalui bantuan militer, latihan bersama, maupun tekanan ekonomi dan politik.

Amerika Serikat, melalui berbagai program seperti Foreign Military Sales atau FMS (program penjualan peralatan militer AS ke negara sahabat) dan International Military Education and Training atau IMET (program pelatihan militer yang disponsori pemerintah AS), berupaya memperkuat hubungan militer dengan Indonesia. Namun, bantuan dan pengadaan dari AS sering kali disertai dengan syarat-syarat politik, termasuk kepatuhan terhadap rezim sanksi internasional dan pembatasan penggunaan teknologi yang diberikan.

Di sisi lain, China menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel dengan harga yang lebih kompetitif dan tanpa syarat politik yang mengikat. Beijing juga aktif membangun infrastruktur dan memberikan bantuan ekonomi yang dapat mempengaruhi keputusan strategis Indonesia.

Prabowo menyadari bahwa kedaulatan pertahanan tidak hanya soal memiliki alutsista yang canggih, tetapi juga kemampuan untuk membuat keputusan independen tanpa tekanan asing. Untuk itu, beberapa prinsip diplomasi pertahanan diterapkan:

Pertama, menegaskan komitmen pada politik luar negeri bebas aktif. Indonesia secara konsisten menyatakan bahwa kerjasama pertahanan dengan negara manapun tidak akan mengorbankan independensi dan tidak akan diarahkan untuk melawan pihak ketiga.

Kedua, membangun kapabilitas minimum essential force atau MEF (kekuatan pokok minimum yang dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan) yang memungkinkan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan secara mandiri. Target MEF yang telah dicanangkan sejak era sebelumnya terus diperkuat dengan fokus pada kemampuan pengawasan wilayah, penangkalan, dan respons cepat terhadap ancaman.

Ketiga, memperkuat kerjasama regional melalui ASEAN Defence Ministers’ Meeting atau ADMM (forum pertemuan menteri pertahanan negara-negara ASEAN) dan berbagai forum keamanan regional lainnya. Indonesia aktif mendorong ASEAN untuk memainkan peran sentral dalam arsitektur keamanan regional, sehingga mengurangi ruang bagi intervensi langsung negara-negara besar.

Keempat, mengembangkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan alutsista. Hal ini penting untuk menghindari tuduhan korupsi atau konflik kepentingan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak asing untuk menekan Indonesia.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyetujui rencana pembiayaan melalui pinjaman luar negeri untuk akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi (C-551) milik Angkatan Laut Italia yang resmi dipensiunkan pada 2024.
(Foto Janes.com/Angkatan Laut Italia).

Tantangan Internal: Anggaran, Birokrasi, dan Koordinasi

Meskipun visi modernisasi alutsista di era Prabowo cukup ambisius, berbagai tantangan internal masih harus diatasi. Anggaran pertahanan Indonesia yang relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand menjadi hambatan utama. Dengan wilayah yang sangat luas dan kompleksitas ancaman yang tinggi, Indonesia memerlukan peningkatan anggaran yang signifikan untuk dapat mencapai target MEF.

Birokrasi yang rumit dan proses pengadaan yang panjang juga sering menjadi penghambat. Tender yang berlarut-larut, perubahan kebijakan, dan kurangnya koordinasi antar lembaga dapat menunda implementasi program modernisasi. Prabowo berupaya menyederhanakan proses ini dengan meningkatkan koordinasi antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan industri pertahanan nasional.

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan memelihara alutsista modern juga menjadi tantangan. Transfer teknologi hanya akan bermanfaat jika didukung oleh tenaga ahli yang kompeten. Program pendidikan dan pelatihan teknis perlu diperkuat untuk memastikan keberlanjutan kemampuan operasional.

Masa Depan Kedaulatan Pertahanan Indonesia

Modernisasi alutsista di era Prabowo bukan hanya tentang membeli senjata baru, tetapi tentang membangun fondasi kedaulatan pertahanan jangka panjang. Dengan mengembangkan industri pertahanan nasional, mendiversifikasi sumber pengadaan, dan menjaga independensi dalam pengambilan keputusan strategis, Indonesia berupaya untuk menjadi kekuatan regional yang disegani tanpa harus terikat pada blok kekuatan tertentu.

Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, komitmen anggaran, dan kemampuan untuk mengelola tekanan geopolitik yang semakin kompleks. Indonesia harus terus mempertajam diplomasi pertahanan, memperkuat kapabilitas militer, dan memastikan bahwa setiap keputusan strategis diambil semata-mata untuk kepentingan nasional.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia di era Prabowo menunjukkan bahwa negara berkembang dengan populasi besar dan posisi strategis dapat mempertahankan kedaulatannya dengan cerdas memanfaatkan dinamika multipolar. Kedaulatan bukan hanya tentang kekuatan militer, tetapi juga tentang kebijaksanaan diplomatik dan kemandirian strategis.

Catatan Akhir

Era Prabowo menandai fase baru dalam upaya Indonesia memperkuat kedaulatan pertahanan melalui modernisasi alutsista. Dengan menggabungkan pengembangan industri pertahanan nasional, diversifikasi sumber pengadaan, dan diplomasi pertahanan yang cerdas, Indonesia berupaya untuk tidak terjebak dalam permainan zero-sum antara negara-negara adidaya.

Tantangan yang dihadapi memang tidak ringan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga tekanan geopolitik yang kompleks. Namun, dengan komitmen yang kuat terhadap prinsip bebas aktif dan fokus pada kepentingan nasional, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi kekuatan regional yang mandiri dan disegani.

Modernisasi alutsista bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mencapai kedaulatan yang sejati—kemampuan untuk menentukan nasib sendiri tanpa intervensi pihak luar. Di sinilah letak esensi kedaulatan Indonesia di era Prabowo: membangun kekuatan untuk melindungi kemerdekaan, bukan untuk mendominasi atau bergantung pada kekuatan lain. (*)

Tags: alutsista indonesiaperalatan militerpertahanan indonesiapt pindad
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

October 27, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version