Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
KETIKA KESERAKAHAN MENGALAHKAN HATI NURANI - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kolom

KETIKA KESERAKAHAN MENGALAHKAN HATI NURANI

Published

on

JEJAK PERADABAN #002

Renungan Visual

Keserakahan tidak pernah hadir sebagai kebutuhan. Ia tumbuh dari keinginan yang terus merasa kurang dan tidak pernah mengenal kata cukup. Ketika hati nurani mulai dibungkam, manusia perlahan kehilangan kepekaan untuk membedakan antara hak dan yang bukan haknya.

Kekuasaan tidak selalu mengubah watak seseorang, tetapi kekuasaan hampir selalu memperlihatkan jati dirinya. Di tangan mereka yang berintegritas, kekuasaan menjadi amanah untuk melayani. Di tangan mereka yang dikuasai keserakahan, kekuasaan berubah menjadi alat untuk membenarkan segala cara. Karena itu, yang menjaga martabat kekuasaan bukanlah besarnya kewenangan, melainkan kokohnya hati nurani dan integritas.

Pada saat itulah hukum menghadapi ujian yang sesungguhnya. Hukum mungkin tetap tertulis, lembaga tetap berdiri, dan kekuasaan tetap berjalan. Namun tanpa integritas, hukum kehilangan jiwanya. Keadilan berubah menjadi sekadar prosedur, bukan lagi nilai yang hidup dalam kehidupan berbangsa.

Sejarah menunjukkan bahwa tidak ada peradaban yang runtuh hanya karena kekurangan kekayaan.

Banyak peradaban justru melemah ketika keserakahan mengalahkan kebijaksanaan, ketika kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan bersama, dan ketika hati nurani dikorbankan demi
keuntungan sesaat.

Peradaban yang kokoh tidak dibangun oleh banyaknya harta, melainkan oleh manusia yang mampu berkata “cukup”, menghormati hukum, menjaga integritas, dan memelihara kepercayaan. Sebab kekayaan dapat membangun gedung-gedung megah, tetapi hanya kejujuran dan integritas yang mampu membangun peradaban yang bermartabat.

Brigjen TNI (Purn) MJP Hutagaol
Jakarta, 14 Juli 2026

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement