Sebarkan Berita Hoax Berpotensi Hancurkan Negara

 Sebarkan Berita Hoax Berpotensi Hancurkan Negara

 

JAYAKARTA NEWS – Media massa memiliki peran yang sangat  penting dalam mendukung pertahanan negara dengan menyebarkan informasi yang benar, bukan hoax (bohong) kepada masyarakat

Pandangan itu disampaikan  Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen TNI Dr  Tri Legionosuko, SIP, MAP dalam sambutan yang dibacakan Wakil Rektor II Bid Umum dan Keuangan Unhan Mayjen TNI Lasmono, MSi (Han) dalam acara bersilaturahmi dengan insan pers,  Selasa (12/3) di Kampus Unhan, Sentul Jawa Barat.

“Semua media massa harus memberitakan kebenaran atau fakta, bukan berita bohong atau hoax. Sebuah negara dapat hancur apabila media yang seharusnya berfungsi sebagai pemersatu bangsa justru sebaliknya memecah belah dengan opini-opini yang menyesatkan,” jelas Rektor.

Melalui silahturahmi ini, Rektor mengajak semua pihak berperan dalam upaya mencedaskan kehidupan bangsa dan juga sebagai wujud bela negara. Kerja sama sinergis Unhan dan media massa yang telah terjalin selama ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan pertahanan negara. “Bersama media, Unhan  bahu membahu secara bersama membangun informasi yang mencerdaskan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga terjalin kerja sama sinergis, harmonis dan tercipta pemberitaan yang berimbang, bermanfaat, dan bertanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut Rektor Tri Legionosuko mengatakan Unhan didirikan dalam rangka membangun SDM Pertahanan Negara yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia baik TNI maupun Sipil untuk paham dan sadar akan hak dan kewajibannya dalam pertahanan negara. Melalui media massa inilah keberadaan dan keberhasilan Unhan dapat dipublikasikan dari awal berdirinya tahun 2009 hingga saat ini ditahun 2019.  Menginjak usia 10 tahun Unhan berkembang begitu pesat.

Selain itu menjalin hubungan baik dan sinergitas antara Unhan dengan insan pers untuk pencapaian publikasi Unhan yang maksimal dan berimbang dalam konteks pemberitaan yang positif sekaligus menyosialisasikan program-program Unhan seperti penerimaan mahasiswa baru yang telah di buka Maret ini.

Pada kesempatan sama Dekan Manajemen Pertahanan Unhan Lakmana Madya Sulistiyanto mengatakan Unhan semakin dikenal masyarakat luas tidak hanya sebatas di kalangan militer. Sulistiyanto menyebut persentase mahasiswa nonorganik yang mendaftar lebih banyak. “Sekarang ini hampir 70% yang mendaftar ke Fakultas Manajemen Pertahanan adalah fresh graduate. Mahasiswa klasikal yang berada Manajemen Pertahanan sekarang ini ada 63 orang terdiri dari PNS, pegawai Pemda, anggota TNI AL, AD dan AU,” ujar Sulistiyanto.

Unhan merupakan pendidikan tinggi dengan program beasiswa yang mencetak magister S2 Ilmu Pertahanan.  Untuk tahun ajaran baru 2019/2020, yang sudah mendaftar mencapai 300 orang. Beasiswa yang diberikan Unhan berupa beasiswa penuh. Unhan menanggung semua kebutuhan belajar hingga makan dan uang saku mahasiswa.***

Laporan: Alifien 

Editor: sm

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *