Pemda DKI Jakarta Ingin Buka Bioskop, Ini Saran Satgas Covid 19

 Pemda DKI Jakarta Ingin Buka Bioskop, Ini Saran Satgas Covid 19

Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito –foto BNPB

JAYAKARTA NEWS— Pemda DKI Jakarta berencana membuka Kembali bioskop yang telah tutup berbulan-bulan akibat pandemi Covid 19. Rencana tersebut menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Ada yang berpendapat belum saatnya membuka bioskop mengingat tren kasus Covid 19 masih tinggi. Namun ada juga yang mendukung dengan syarat menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa rencana pembukaan kembali bioskop di DKI Jakarta telah melalui proses kajian oleh Tim Pakar Satgas Penanganan Covid 19 dengan mempertimbangkan aspek, kesehatan, sosial dan ekonomi.

“Pembukaan aktivitas sosial dan ekonomi seperti bioskop harus memperhatikan aspek kesehatan serta kesiapan fasilitas pendukungnya dan juga penyelenggaraan termasuk masyarakat itu sendiri,” ujar Wiku dalam keterangannya di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid 19, Jakarta, pada Rabu (26/8).

Sebagaimana dikutip dari rilis BNPB, Wiku menegaskan, persiapan protokol, infrastruktur dan fasilitas yang telah ditetapkan oleh Tim Pakar dan wajib dipatuhi oleh penyedia layanan bioskop, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Melakukan skrining usia dan kondisi kesehatan calon pengunjung. Yang diperbolehkan hadir adalah usia >12 tahun – ≤ 60 tahun dan dalam keadaan sehat serta tidak memiliki penyakit penyerta.

2. Memberlakukan pembelian tiket secara daring atau online ticketing dan menetapkan kapasitas penonton ≤ 50 persen

3. Membuat dan menyediakan penanda antrian dengan jarak 1,5 meter antar individu saat masuk dan keluar area bioskop dan ruangan teater

4. Mewajibkan semua pengunjung dan petugas di area bioskop mengikuti protokol kesehatan (3M). Saat di dalam ruangan teater penonton dan petugas disarankan menggunakan face shield serta petugas wajib mengobservasi kepatuhan pengunjung

5. Menutup fasilitas game arcade (bila ada) untuk sementara

6. Menyiapkan alat pemeriksa suhu tubuh pada pintu masuk bioskop

7. Menentukan pintu masuk dan pintu keluar yang berbeda

8. Menyediakan fasilitas cuci tangan pada pintu masuk dan pintu keluar area bioskop dan ruangan teater serta titik kerumun lainnya dengan westafel/westafel portable atau ­hand sanitizer berbasis alkohol minimal 70 persen

9. Menyediakan masker yang memiliki efektivitas filtrasi minimal setara masker bedah, face shield dan hand sanitizer untuk pengunjung yang akan menonton film

10. Membersihkan pegangan pintu, rail tangga dan permukaan benda-benda fasilitas umum yang rawan tersentuh/disentuh secara berkala minimal satu jam sekali

11. Memastikan kipas exhaust untuk aliran udara keluar pada toilet bekerja dengan baik

12. Pada daerah berisiko tinggi penularan, misalnya ruang dengan sistem tata udara dan ventilasi mekanik dapat melakukan peningkatan jumlah udara segar dan laju sirkulasi penggantian udara dengan melengkapi filtrasi dengan HEPA/MERV-13, menambahkan pembersih udara portable, menjalankan sistem tata udara lebih lama, baik sebelum dan setelah jam buka

13. Mengimbau pengunjung untuk langsung pulang dan tidak berkumpul setelah pertunjukan film

Selain itu, Wiku juga memberikan saran dan rekomendasi tambahan untuk aktivitas di dalam ruang teater bioskop, antara lain :

1. Menampilkan protokol kesehatan (3M) ditambah menggunakan face shield, tidak berbicara, tidak tertawa, tidak makan dan minum yang wajib ditaati sebelum, saat dan setelah menonton film

2. Menyediakan dan mengoptimalkan penggunaan monitor infrared di dalam ruangan teater untuk mengobservasi kepatuhan penonton terhadap peraturan yang ditetapkan serta memberlakukan sanksi penghentian pertunjukan film bila ada penonton yang tidak patuh

3. Menetapkan waktu kosong minimal 60 menit antar pertunjukan film agar ruangan teater dapat disanitasi

Terakhir, Wiku menambahkan bahwa Satgas pusat maupun daerah akan memastikan seluruh prosesnya dilakukan secara bertahap, bertanggung jawab dan transparan sehingga pembukaan bioskop betul-betul aman bagi masyarakat luas.

“Seluruh prosesnya selalu mengutamakan keselamatan masyarakat luas. Kami selalu mendampingi bersama pemerintah daerah agar semuanya bisa dilaksanakan dengan baik,” tutup Wiku.***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *