• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Gagasan Einstein dan Sukarno tentang Pemerintahan Dunia

Gagasan Einstein dan Sukarno tentang Pemerintahan Dunia

August 27, 2020
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

October 17, 2026
BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

October 17, 2026
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

October 17, 2026
Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

October 16, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 19, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Gagasan Einstein dan Sukarno tentang Pemerintahan Dunia

by admin
August 27, 2020
in Kabar, Kolom
0
Gagasan Einstein dan Sukarno tentang Pemerintahan Dunia
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Ren Muhammad

SEBUAH awan mirip cendawan menyembul ke angkasa Hiroshima pada Senin, 6 Agustus 1945. Pemandangan itu adalah efek dari bom terkuat yang pernah diciptakan manusia pada Abad ke-20: Little Boy. Bom atom uranium jenis bedil. Pagi itu, 146 ribu warga sipil yang tak tahu menahu ikhwal perang Jepang melawan Amerika Serikat (AS), harus meregang nyawa akibat radiasi dan luka bakar. Jerit tangis mereka lindap dalam satu helaan nafas.

Tak cukup sampai di situ. Tiga hari berselang, AS kembali memuntahkan bom plutonium jenis impolsi (Fat Man) di Nagasaki. Sama belaka dengan saudara mereka sebangsa, 80an ribu orang tumpas hidupnya dalam sekejap. Saya selalu gagal membayangkan kengerian itu—yang hanya diakibatkan oleh praduga seorang ilmuwan fisika, Dr. Leo Szilard—tentang rencana NAZI (Jerman) merancang senjata baru yang akan meluluhlantakkan AS.

Dr. Szilard yang bersahabat dengan Albert Einstein, mengajak koleganya itu untuk melaporkan temuan tersebut kepada Presiden Roosevelt. Mencium adanya gelagat bahaya, Roosevelt memerintahkan Departemen Pertahanan AS mengumpulkan ahli fisika nuklir macam Niels Bohr dan J. Robert Oppenheimer untuk memimpin Proyek Manhattan.

Einstein

Lucunya, Einstein yang sedari awal ogah diajak dalam proyek tersebut, terpaksa harus terlibat dalam proses pemisahan isotope: unsur yang atomnya mempunyai jumlah proton yang sama, tetapi berbeda jumlah neutron dalam intinya. Lebih lucu lagi, AS menjatuhkan dua bom legendaris mematikan itu, setelah beroleh izin dari Britania Raya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec.

Einstein yang sudah sedari Perang Dunia Pertama memosikan diri sebagai penganut pasifisme, mendaku bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berdiri pada Oktober 1945, takkan cukup kuat untuk menahan laju perkembangan senjata perang abad modern. Maka ia pun mengajukan gagasan untuk merancang bangunan dunia terpadu. Berjalin kelindan dengan Teori Medan Terpadu yang menjadi ambisinya untuk menjatuhkan keyakinan para fisikawan pegiat kuantum. Dunia yang bersatu atas kerjasama terbuka antara Amerika, Inggris, Rusia, dan memimpin negara-negara lain untuk saling menjaga diri dari ancaman perang nuklir.

Nyaris setahun kemudian, Majalah Time edisi 1 Juli 1946 Vol. XLVIII No. 1, memasukkan wajah Einstein ke dalam sampul mereka dengan menyitir pesan dalam laporan khususnya:

Albert Einstein tidak secara langsung membuat bom atom. Namun, Einstein adalah bapak bom atom dalam dua hal penting: 1) atas prakarsanyalah penelitian bom atom di AS dimulai; 2) persamaannyalah (E=MC²) yang membuat bom atom secara teori mungkin dibuat.

Menyadari bahwa gagasannya takkan pernah terwujud karena ditampik Rusia, Einstein melansir sebuah pernyataan anyar ketika mengomentari sebuah film animasi antiperang Where Will You Hide? Pada Mei 1948, “Jika ide tentang pemerintahan dunia tidak masuk akal, hanya ada satu pendapat yang realistik tentang masa depan kita, yaitu kehancuran seluruh manusia yang disebabkan oleh manusia.”

Jelang pertengahan 1949, ia menambahi komentar di atas, saat diwawancarai Alfred Werner untuk Liberal Judaism pada medio April-Mei, “Saya tidak tahu bentuk Perang Dunia Ketiga, tetapi, saya dapat memberitahu Anda senjata yang akan mereka gunakan dalam Perang Dunia Keempat—batu.”

Einstein yang menjadi manusia paling popular selama abad-20, dan turut membidani perubahan dunia secara sangkil, harus mengelus dada lantaran tak bisa berbuat banyak untuk meredam gelombang perang yang seolah tak bisa dihentikan. Lima tahun berselang Einstein tutup usia, muncul seorang jenius lain. Sosok yang juga sangat mengidamkan persatuan dunia, dengan cara yang ia warisi dari para leluhur Nusantara: Sukarno.

Sayang seribu sayang. Dua pembesar zaman ini tak pernah bersua. Padahal bukan tak mungkin keduanya saling mengetahui. Sebab wajah Sukarno pun pernah dijadikan sampul oleh Majalah Time edisi 23 Desember 1946.

Jumat itu, 30 September 1960. Saat naik ke podium paling terhormat sedunia, Sukarno menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin kaliber dunia. Ia tampak gagah, berkacamata, berpeci hitam, dengan setelan jas dan celana pantalon putih, lengkap dengan jam merk Rolex melingkar di pergelangan tangan kanannya. Di hadapan para pembesar negara-bangsa yang hadir di gedung PBB dalam Sidang Umum ke-XV, ia menyampaikan pidato sepanjang 47 halaman, “To Build the World Anew” (Membangun Tatanan Dunia Baru).

Pidato sarat tenaga perlawanan. Perwakilan dari suara jutaan manusia yang tertindas. Pidato yang tak bertele-tele dan langsung menusuk jantung peradaban dunia pada paragraf keempatnya. Mata para hadirin yang sebagian besar adalah presiden dari negara Eropa dan tentu Amerika, sontak kena colok oleh kobaran semangat yang ia gelorakan.

Saat itu, bahkan hingga kini, belum pernah ada lagi singa podium yang sanggup memaksa para penentu kebijakan global mendengar suaranya yang menggelegar, dan meminta mereka melaksanakan manifesto yang ia bacakan. Ia seolah mengejawantah jadi pemimpin manusia sesungguhnya. Lelaki sarat perbawa itu, yang usianya telah menginjak angka 59, masih perkasa dan bertaji baja.

Lima tahun sebelumnya, ia sudah mengajak para pendiri negara di Asia-Afrika berkonferensi di Bandung, demi menciptakan wajah dunia yang lebih cerah tinimbang apa yang telah dibangun oleh imperialisme dan kolonialisme. Lalu di depan para kolonialis-imperialis modern di PBB, ia mengaku jijik melihat tingkah polah bangsa kulit putih yang merasa mengungguli bangsa lain.

Amerika, selaku negara pemenang Perang Dunia Kedua, yang mengusung demokrasi, ia tusuk tepat di ulu hatinya. Presiden pemberani itu mengatakan bahwa nasionalisme gasal yang digemakan Declaration of Independence, adalah kakek imperialisme, dan bapaknya kapitalisme. Sedang bagi bangsa Asia juga Afrika, nasionalisme lah pemantik semangat pembebasan menuju kemerdekaan.

Ia mengaku terilhami Lincoln, Lenin, Cromwell, Garibaldi, Mazzini. Namun tokoh yang dikaguminya adalah Sekao Toure, Nehru, Nasser, Norodom Sihanouk, Mao Tse Tung, dan Nikita Krustcev. Ia menuding Amerika yang tak adil dengan menolak keanggotaan Tiongkok (sekarang China) di PBB. Ia pun mempertanyakan Amerika yang terus meniup gelora Perang Dingin dengan Uni Soviet.

Pada hari Indonesia menggugat dunia itu, mata para pembesar Amerika dan Eropa terbeliak melihat seorang manusia Timur tampil begitu percaya diri. Lengkap dengan kecerdasan tutur dan rasionalitas yang ia miliki. Negara Indonesia yang baru 15 tahun ia pimpin, memang bukan negara Islam. Tapi pidatonya yang fenomenal, ia buka dengan (QS. al-Hujurat [49]: 13);

“Hai, sekalian manusia, sesungguhnya aku telah menjadikan kamu sekalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan, sehingga kamu berbangsabangsa dan bersukusuku agar kamu sekalian kenal-mengenal satu sama lain. Bahwasanya yang lebih mulia di antara kamu sekalian, ialah yang lebih takwa kepada-Ku.”

Nukilan ayat Alquran itulah modal utama terbesar baginya untuk menelanjangi kepongahan bangsa Barat. Lantas ia pun mengajukan tawaran menarik tentang adicita baru berkelas mancanegara, Pancasila: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan Global, Musyawarah Mufakat, dan Keadilan Dunia.

Sepotong ayat al-Quran itu pula yang lantas membuat para raja negeri berasas Islam, kebakaran jenggot. Setidaknya, sejak era modern dibingkai PBB dengan sekian pembakuan terorganisir, tak satu pun pemimpin Arab yang mengutip Alquran dalam pidato mereka dan menggelorakannya dalam perjuangan melawan kolonialisme.

Seakan tak puas menguliti dunia Barat, Sukarno yang berbicara atas nama 92 juta rakyatnya, memungkasi pidato legendaris itu dengan kalimat yang bahkan hingga hari ini belum juga berani dilontarkan oleh para pemimpin negara mana pun:

“Kami tidak berusaha mempertahankan dunia yang kami kenal, kami berusaha membangun suatu dunia yang baru, yang lebih baik. Kami berusaha membangun suatu dunia yang sehat dan aman. Kami berusaha membangun suatu dunia, di mana setiap orang dapat hidup dalam suasana damai. Kami berusaha membangun suatu dunia, di mana terdapat keadilan dan kemakmuran untuk semua orang. Kami berusaha membangun suatu dunia, di mana kemanusiaan dapat mencapai kejayaan yang penuh.

Bangunlah dunia ini kembali! Bangunlah dunia ini kokoh, kuat, dan sehat! Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan. Bangunlah dunia yang sesuai dengan impian dan cita-cita umat manusia…“

Hanya berjarak lima tahun dari masa itu, sebuah rencana besar yang telah disusun biro pemerintah AS, Central Intelligence Agency (CIA), dilancarkan ke Indonesia—guna menjatuhkan Sukarno dari tampuk kekuasaannya. Dunia tak boleh punya memori tentang 30 September 1960 yang mengagumkan itu. Sebab Sukarno sudah melangkah lebih jauh dari Einstein. Jika tak dibanteras, ia akan tampil sebagai pemimpin umat manusia. Meski kenyataannya, ia memang sudah ditahbis sebagai Presiden Terbaik Dunia pada 2014 oleh www.theranking.com.

Peristiwa G-30/S/PKI yang dikendalikan Amerika melalui Jenderal Soeharto, dan menelan korban sebanyak lima juta jiwa, adalah potret buram kemanusiaan yang lain pasca Hiroshima-Nagasaki. Kami sudah menulis soal ini sejak 2017 silam, ketika The Cornell Paper mencuat sebagai wacana dunia intelijen yang terkuak. National Security Archive, Amerika pun, terpaksa mendeklasifikasi data mereka pada tahun yang sama.

Tindakan untuk dapat mengakses apa yang dirahasiakan selama rentang setengah abad ini, persis ketoprak. Belagak pilon dalam bahasa Melayu pasaran. Mari kita pakai logika yang paling jernih lagi sehat. Memangnya kalau sudah dideklasifikasi, semua perkara serta-merta selesai? Nanti dulu. Jutaan nyawa yang telah melayang itu tetap harus dipertanggungjawabkan.

CIA takkan bertindak jika presiden Amerika tak memberi perintah. Ini artinya, Amerika adalah penjahat perang zaman kiwari, yang harus diseret ke Mahkamah Internasional. Paling tidak, anak turunan Bung Karno harus menggunakan peluang ini demi membersihkan nama Sang Proklamator dari noda fitnah. Lebih dari itu, Pemerintah pun bisa mengambil kesempatan untuk mengenali lebih dalam siapa sesungguhnya negara paling brutal di bumi, dan harus bagaimanakah seharusnya Indonesia menetukan sikap di kancah global. Jika kesempatan emas ini dibiarkan berlalu begitu saja, maka 75 tahun kemerdekaan kita hanya sebatas perayaan belaka. (*)

*) Ren Muhammad, Komunitas “Khatulistiwa Muda”

Tags: bung karnoeinsteinjayakartanews
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version