Kasus Covid-19 DKI Jakarta Tinggi, Keterisian RSDC Wisma Atlet Rendah

 Kasus Covid-19 DKI Jakarta Tinggi, Keterisian RSDC Wisma Atlet Rendah

dr. Mintoro Sumego, MS, Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet – Kemayoran/foto: covid19.go.id

JAYAKARTA NEWS— Kasus Covid-19 di Jakarta masih tetap tinggi bahkan menjadi penyumbang terbesar dalam pertambahan kasus Covid di Indonesia. Meski begitu, jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit terbilang rendah.

dr. Mintoro Sumego, MS, Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet – Kemayoran, menjelaskan, terjadi penurunan pasien di RSDC Wisma Atlet karena banyak masyarakat yang memilih untuk melaksanankan isolasi mandiri, dikarenakan gejala yang dirasakan ringan.

“Jadi kalau melihat tren nya seperti ini di angka meningkat dan angka di wisma Atlet ini menurun kami melihatnya, lebih banyak masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri, mungkin karena mempunyai tempat yang mempunyai gejala yang ringan jadi pasien itu memilih untuk isolasi mandiri.” tegas Mintoro dalam dialog virtual yang diselenggarakan Satgas Penanganan Covid-19 (1/07/2022), sebagaimana dikutip dari laman covid19.go.id

Hingga Senin 1 Agustus 2022, sebanyak 184 pasien melakukan isolasi di RDC Wisma Atlet. Dengan penambahan pasien masuk sebanyak 15 orang, 11 dari transmisi domestik dan 4 dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri seperti Malaysia, Arab Saudi dan Turki. Sedangkan, untuk saat ini belum ada Jemaah Haji yang dirawat di RSDC Wisma Atlet.

“Terupdate yang melaksanakan Isolasi di Wisma Atlet per hari ini pasien 184 atau BORnya di bawah 5 persen dan pasien yang masuk hari ini 15 dan yang keluar 23 jadi pasien yang banyak adalah pasien yang keluar dan 184 ini gejalanya ringan”

Selain itu, Mintoro juga mengharapkan kepada masyarakat yang tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri dapat melaksanakan isolasi secara terpusat, dimana RSDC Wisma Atlet telah menyediakan sebanyak 3.801 tempat tidur bagi masyarakat yang memilki gelala ringan, sedang dan berat maupun komorbid.

“Masyarakat bisa datang ke Wisma Atlet ini dengan membawa PCR nanti kita akan buatkan Sistem Rujukan Terpadu kita sudah kerjasama dengan puskesmas, selayaknya isolasi.” Imbuhnya.

Fasilitas kesehatan di RSDC Wisma Atlet juga sesuai Standard Operating Procedure (SOP), dimana selama melakukan isolasi masyarakat tak perlu membayar uang sepeserpun.

“Jadi kita punya ICU dengan 96 tempat tidur dan saat ini masih kosong dan yang dirawat pun gejalanya masih ringan dan masih mempunyai ventilator sebanyak 56 lalu kesiapan oksigen kita cukup dan saat ini Wisma Atlet ini siap melaksanakan itu.”

Garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 adalah masyarakat pada tataran hulu. Karena kegiatan di hulu akan sangat mempengaruhi RSDC Wisma Atlet yang berada di hilir, tutup Mintoro.***/ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.