‘Pemburu di Manchester Biru’ Angkat Kisah Jurnalis Bola Manchester

 ‘Pemburu di Manchester Biru’ Angkat Kisah Jurnalis Bola Manchester
Press Conference Film “Pemburu di Manchester Biru”.

KISAH nyata pemuda asal Payakumbuh, Sumatera Barat, yang menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja di bagian media klub Liga Primer Inggris, Manchester City, diangkat ke layar lebar dalam “Pemburu di Manchester Biru.”

Kisah Hanif Thamrin ini sebelumnya telah dituliskan ke dalam buku berjudul sama. Kini kisah pria berusia 32 tahun ini menjadi film non-fiksi pertama bagi Oreima Films. “Film ini menjadi sangat menarik dan unik karena ini film bercerita tentang satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di EPL yang bekerja sebagai jurnalis,” ujar produser Reza Hidayat, di Jakarta, Jumat.

Film ini akan berpusat pada kisah Hanif yang merantau ke London untuk menyelesaikan sekolah S2 dan mengejar kesempatan bekerja di Manchester City di mana dia harus berjuang melawan stigma di lingkungan kerja.

Hanif merasa wartawan Asia tidak dianggap mumpuni dibanding wartawan Eropa. Dari situ, dia berusaha mati-matian untuk meyakinkan mereka bahwa dia memiliki kualitas yang sama hingga akhirnya dia menjadi produser program.

“Saya awalnya hanya dikasih liputan yang ringan-ringan, sampai akhirnya diberi kesempatan untuk meliput manajer dan pemain,” ujar Hanif seraya menambahkan, “ini pengalaman yang luar biasa karena tidak semua penggemar bola merasakan pengalaman ini,” sambung dia.

Tokoh Hanif akan diperankan oleh Adipati Dolken. Bagi Adipati, dapat bermain dalam “Pemburu di Manchester Biru” menjadi  perwujudan mimpinya dari kecil. “Film ini berbeda dari film gue sebelumnya. Gue cinta bola, gue cita-cita jadi pemain bola. Ini mimpi, walaupun gue enggak bisa jadi pemain bola sekarang,” kata Adipati.

Selain pemenang penghargaan “Actor of The Year” di Indonesian Choice Awards 2018 itu, ada pula Ganindra Bimo yang memerangkan Pringga, sahabat Hanif di London. “Secara look ini bisa menjadi sangat menarik karena pemerannya dari Indonesia hanya dua ini, sisanya pemeran asing, pemeran lain dari orang Inggris karena film ini 90-95 persen mengambil lokasi di Inggris,” kata Reza.

Untuk urusan birokrasi dan menajemen saat pengambilan gambar di Inggris, Reza mengatakan, telah bekerja sama dengan Production House di Inggris. Sementara, pihak Manchester City, menurut Reza, sangat menyambut baik akan dibuatnya film ini. Proses pengambilan gambar di Inggris akan dimulai pada akhir Mei hingga minggu ketiga Juni.

Sementara itu, di balik layar, film ini akan disutradarai oleh Rako Prijanto. “Ini film beda dari apa yang sudah saya kerjakan. Film ini beda dari keberagaman film yang ada sekarang,” ujar Rako. “Film ini mengangkat sepak bola dengan mengalihkan kamera ke luar lapangan — bagaimana produser bekerja membuat konten berita,” lanjut dia.

Lebih lanjut, “Pemburu di Manchester Biru,” bagi Rako juga bisa menjadi edukasi bagi anak muda pecinta sepak bola untuk mewujudkan mimpi bertemu idol di klub favoritnya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *