Sineas, Budayawan, dan Kritikus di Workshop Kritik Film

 Sineas, Budayawan, dan Kritikus di Workshop Kritik Film
Para peserta workshop kritik film.

SEJUMLAH nama kondang dan punya kompetensi tinggi menjadi nara sumber dalam workshop kritik film tingkat lanjut yang dihelat oleh Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nama-nama seperti Prof David Hanan, Marcelli  Sumarno, akademisi kondang IKJ,  Senior Kritik Film Salim Said,  Sineas kampiun John De Rantau,  Niniek L Karim,  Bre Redana atau Remy Silado dan Wina Armada bergantian menjadi  pembicara dalam acara yang dilaksanakan  pada tanggal 9-11 Mei di hotel Grandhika, Jakarta Selatan tersebut.

Rencananya, setelah di Jakarta, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Jakarta, Makassar dan daerah lainnya.  “Standar kritikus film tidak hanya sekedar banyak menonton film tapi harus paham dan sistematika keseluruhan dari teknis dan non teknis sehingga artikel jadi menarik,  bisa membedakan plagiat dan epigon dari sebuah karya film,” jelas Wina Armada sebagai senior CriticFilm dan Journalis sekaligus mengingatkan tentang hak cipta, saat menjadi pembicara pertama, Rabu (9/5/2018) ini.

Sesi Wina banyak raih respon mulai dari kasus Benyamin Biang Kerok dan beberapa film di masa lalu terkesan plagiat yang semua ini harus diketahui oleh penulis kritikus film.

Lanjut,  sesi Marcelli Sumarno yang tercatat sebagai Dekan IKJ dan juga pembuat 20-an film dokumenter yang menanti ujian program doktornya. “Saya bangga dan senang sekali saat diajak mas Wina tapi saat ini jadi refresh dari disertasi saya sehingga saya memberikan beberapa lembar dari disertasi saya ini,  Di IKJ saya sudah mulai mengagas filmologi jadi penyeimbang dari karya film dengan kajian-kajian mendalam. Sebagai penulis Kritik Film harus memahami sosok sineas dengan gayanya dan gestur, ” ucap pria berkacamata yang suka memberikan bintang kepada film-film saat masih di Kompas dan jadi kontributornya.

Marcelli tulus mengatakan bahwa ia menyukai film karena dari film ia belajar hidup dan kehidupan.

Peserta sekitar 40-an dari jurnalis dan komunitas perfilman akan raih materi seperti Sejarah Perfilman dan Perkembangan Kritik Film di Indonesia,  Peran Institusi Pendidikan dalam Membangun Kritik Film,  Penyutradaraan dan Semiotika Film,  Pentingnya Memahami Psikologi bagi Kritikus Film,  Pentingnya Memahami Kebudayaan Bagi Kritikus Film,  Perkembangan Teknologi Pers dan Kritik Film,  Perlunya memiliki wawasan luas dalam menilai film: Persoalan Hak Cipta,  Keistimewaan Budaya dalam Film Indonesia:Bhineka Tunggal Ika,  dan Teknik Penulisan Kritik Film. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *