Pantang Pulang Sebelum Basah

 Pantang Pulang Sebelum Basah
Keceriaan anak-anak TK Coconut Trees, Sawangan ketika berkunjung ke Pos Damkar Bojongsari, Depok, Rabu (7/2/2018). Foto: Istimewa

PAGI itu, Rabu (7/2/2018) Pos Pemadam Kebakaran Bojongsari, Depok hiruk-pikuk. Bukan karena terjadi kebakaran, tetapi heboh oleh teriakan belasan bocah TK Coconut Trees Sawangan, yang sedang beranjangsana. Itulah salah satu kegiatan pengenalan aktivitas pemadam kebakaran (Damkar) kepada anak-anak, dengan harapan mereka mengenal keberadaan serta tugas pasukan dengan moto “pantang pulang sebelum api padam”.

Jangan pula ditanya, apakah mereka kemudian mengenal tugas bapak-bapak pemadam kebakaran? Satu hal yang pasti, serangkaian aktivitas hari itu, akan membekaskan kenangan yang dalam pada benak anak-anak. “Naik mobil goyang-goyang…. Main semprotan air…. Seruuu….,” ujar Sang Helga Daras, bocah lima tahun yang tampak antusias.

Para murid TK Coconut Trees Sawangan, berfoto bersama para pendamping dan petugas Damkar Pos Bojongsari, Depok. Foto: Istimewa

Berangkat dari rumah dengan dress-code kaos merah, mengenakan sepatu boot, tampaknya Helga dan teman-temannya memang siap berbasah-basah. Sebelumnya, para miss pengajar sudah wanti-wanti ke orang tua murid, agar menambah bekal hari itu, tidak saja makanan dan minuman, tetapi juga pakaian kering dan handuk.

Petugas pemadam kebakaran di Pos Bojongsari sepertinya tidak saja terbiasa menghadapi kobaran api yang harus ditaklukkan, tetapi juga luwes dalam menghadapi histeria anak-anak yang datang berkunjung. Sepertinya, kunjungan ke Pos Damkar, memang menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan berbagai sekolah, terutama anak-anak TK dan SD. Tidak saja di Depok, tetapi juga di banyak daerah lain.

Sama sekali tidak ada ekspresi takut pada diri anak-anak Coconut Trees ketika masuk ke Pos Damkar. Petugas juga piawai melakukan ice breaking dengan candaan lucu dan ajakan bermain. Melalui bahasa yang sederhana, instruktur Damkar mencoba menjelaskan tugas pokok dan fungsinya. Entahlah, apakah anak-anak paham atau tidak. Sebagian tampak memperhatikan, sebagian lain asyik ngobrol, sebagian lain bercanda.

Helga, pun tampak lucu dengan helm dan boot kedodoran….

Perhatian mereka mulai tersedot ketika satu per satu anak-anak diminta maju dan dikenakan helm khusus damkar dan sepatu boot, perlengkapan yang biasa dipakai oleh petugas saat bertugas memadamkan api. Tentu saja, helm dan boot tadi tampak kedodoran, mengingat yang dicobakan adalah size orang dewasa. Tapi justru penampilan mereka tampak lucu, dengan helm kebesaran dan boot setinggi paha anak-anak.

Keseruan lain terjadi saat mereka dinaikkan satu per satu ke bagian atas mobil damkar. Sekadar naik? Ooo… tidak…. Mobil unit damkar itu benar-benar dijalankan keluar area Pos Damkar Bojongsari ke arah komplek perumahan Bukit Golf yang tak jauh dari lokasi markas berada. Girang bukan kepalang anak-anak digoyang-goyang mobil Damkar dalam perjalanan seolah-olah sedang menjalankan misi pemadaman kebakaran.

Puncaknya ternyata bukan itu. Keceriaan meledak justru saat pengenalan peralatan pemadaman. Lebih khusus ketika keran air dibuka dan disemprotkan ke arah anak-anak. Tentu saja bukan semburan dengan intensitas maksimal, melainkan semprotan ringan yang menceriakan. Kesan mereka? Mirip moto Damkar yang diplesetkan…. “pantang pulang sebelum basah….” ***

Anak-anak Coconut Trees naik mobil Damkar, seolah sedia melaksanakan misi pemadaman…. Foto: Istimewa

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.