Olahan Buah Salak ala SMK Negeri 1 Padang Sidempuan 

 Olahan Buah Salak ala SMK Negeri 1 Padang Sidempuan 

Siti Khadijah Lubis, M.Pd, Ketua Jurusan APHP di SMK N 1 Padang Sidempuan (Foto. Monang Sitohang)

JAYAKARTA NEWS – Pasti semua mengenal buah salak. Bahkan bisa jadi Anda adalah penggemarnya. Buah jenis palem-paleman ini sangat mudah untuk dibeli, karena hampir ada dijual dimana-mana, seperti di pasar-pasar dan toko buah, harganya pun sangat terjangkau. 

Salak merupakan buah khas Indonesia. Asalnya dari Pulau Jawa dan Sumatera. Kini sebarannya bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dalam bahasa Inggrisnya salak disebut juga dengan nama yang sama, yaitu “salak” 

Bentuk buah salak seperti kerucut dengan ujung membulat dan pangkalnya mengerucut tajam. Kulitnya berwarna coklat hingga cokelat kehitaman, bersisik menyerupai kulit ular dan permukaannya ditumbuhi duri halus yang tajam dan daging buah salak berwarna kemerahan, putih kekuningan rasanya manis dan agak sepat.

Di Sumatera Utara sendiri penghasil salak ada di Kota Padang Sidempuan. Bila berkunjung ke kota ini, hampir setiap stasiun bus antarkota selalu ada penjual buah salak. Oleh itu dikenal lah kota ini dengan sebutan Kota Salak. Bahkan pemerintah setempat membangun Tugu Salak atau Taman Kota Salak, yang menjadi ikon Kota Padang Sidempuan.

Aneka Olahan Buah Salak

Ternyata buah salak bukan hanya enak disantap langsung tapi juga dapat diolah menjadi beragam makanan, bahkan minuman. Seperti di Sekolah SMK Negeri 1 Padang Sidempuan ada jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) mata pelajaran ini mengelola hasil pertanian salah satunya buah salak.

Hal tersebut dituturkan oleh Ketua Jurusan program APHP SMK N 1 Padangsidimpuan, Siti Khadijah Lubis, M.Pd, Rabu (18/1) di lapangan upacara Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) di Jln. Diponegoro No. 30, Medan saat mengikuti acara pameran produk inovatif dari siswa SMK se-Sumut.

Acara ini merupakan implementasi kerja sama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Sumut dengan pelaku usaha/industri, yang berlangsung selama dua hari, 18-19 Januari 2023 yang menghadirkan siswa-siswi SMK negeri/swasta, para kepala sekolah, Kacabdis serta guru-guru dan para pelaku usaha dan industri.

“Di acara pameran ini kami dari SMK N 1 Padang Sidempuan membawa sekitar 14 produk olahan aneka makanan dan minuman berbahan buah salak, antara lain dodol, kurma, kecap, saos, jamu, selai, pie, bolu, sirup, kopi biji salak dan lainnya,” ujar Siti salah satu alumni Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Tekhnologi Hasil Pertanian.

Kadis Pendidikan Sumut, Dr. H. Asren Nasution, MA ditengah-tengah menggunakan peci, disebelah kiri Kepala Sekolah SMK N 1 Padang Sidempuan, Adanan Harahap, S.Pd bersama para guru. (Foto. Ist)
Siti Khadijah Lubis, M.Pd bersama rekan guru dan salah seorang dosen di perguruan tinggi swasta di Medan sedang memegang produk hasil dari olahan salak. (Foto. Monang Sitohang)

Kemudian lanjut Siti lagi, untuk pengolahan salak, yang manis dagingnya tebal itu dibuat kurma salak. Nah kalau salak yang sudah hancur itu dibuat selai, bolu dan roti manis. Sedangkan kalau kulit salaknya dibuat jamu dan minuman botol rasa salak, kemudian biji salak dibuat kopi lalu salak yang rasanya asam dibuat saos dan kecap.

Misalkan cara pembuatan dodol salak salak dikupas, lalu bijinya dilepas dari daging salak, kemudian dicuci setelah itu diblender halus kemudian dicampur dengan tepung, tanpa menggunakan bahan pengawet. Jadi tidak dibuat masa expired di kemasannya. 

“Jadi semua produk setelah dikelola dikemas sesuai porsinya seperti saat ini banyak siswa-siswi ikut dalam pameran ini, jadi dodol salak sengaja dikemas sesuai dengan daya beli anak sekolahan dan produk-produk yang kita buat ada label SMK N 1 Padang Sidempuan. Jadi dari buah salak ini tidak ada yang dibuang semua bisa dimanfaatkan,”jelas Siti sambil menunjukkan produk buah salak yang sudah dikemas.

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur 

Aktvitas ini sekaligus juga bisa menumbuhkan jiwa entrepreneur para siswa. Kelak ketika sudah tamat dari SMK Negeri 1 Padang Sidempuan, ingin memulai usaha, mereka sudah memiliki ketrampilan.

“Kalau bekerja sama orang lain waktunya terikat, sedangkan kalau wirausaha tidak terikat. Artinya, dari segi waktu kapan saja bisa diolah, bisa malam hari atau pulang kuliah. Pendapatan berwirausaha tidak terbatas, sedangkan kalau bekerja sama orang lain  terbatas,” ungkap Siti Khadijah Lubis.

Artinya jiwa entrepreneur murid-murid  bisa berkembang untuk memulai usaha sendiri jika mereka sudah tamat. Apalagi taraf SMK itu BMW (Bekerja, Melanjut, Wirausaha) makanya dengan berwirausaha nanti dapat membantu untuk melanjutkan ke jenjang kuliah. Karena S1 dan S2 itu beda dengan anak SMK dari segi pola pikirnya pasti beda.

Dan yang lebih penting lagi untuk berwirausaha jangan gengsi dan jangan muluk-muluk ingin cepat jadi pengusaha besar, Mulai saja dari kecil, misalnya, modal 50 ribu bagaimana bisa berkembang menjadi 100 ribu.

“Saya setelah praktek lalu membuat analisis usaha Dari analisis usaha itu kita akan tahu. Intinya hidup itu perlu jujur. Jngan ada gengsi. Karena kalau sudah mulai gengsi, sulit berhasil. Saya juga sudah S2 pergi berjualan,”ujar Siti yang guru bersertifikasi matematika itu.

Siti mengatakan, SMK N 1 Padang Sidempuan pernah menjadi peserta pameran untuk lomba LKS ke Jogja mewakili Sumatra Utara. Dari kegiatan itu, SMK N1 Padang Sidempuan mendapatkan sertifikat dan produk dari sekolah sudah dikenal sampai ke Jawa.

Perlu diketahui, di SMK N 1 Padang Sidempuan ada 6 jurusan. Yaitu 1. Tehnik Komputer dan Jaringan, 2. Asisten Keperawatan, 3. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, 4. Akuntansi Keuangan Lembaga, 5. Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, 6. Bisnis Daring dan Pemasaran dan Kepala Sekolah-nya Adanan Harahap, S.Pd. (Monang Sitohang)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.