Musikal KEN DEDES – Perebutan Kekuasaan, Pembunuhan, dan Misteri

 Musikal KEN DEDES – Perebutan Kekuasaan, Pembunuhan, dan Misteri

Produser, sutradara, koreografer dan para pemain musikal ‘Ken Dedes’. ( foto : Amanda ).

JAYAKARTA NEWS – Dua tahun prei, kini Ciputra Artpreneur Jakarta akan menyuguhkan musikal ‘Ken Dedes’ oleh EKI Dance Company yang akan dihelat 18 dan 19 Maret 2023 mendatang. Disutradarai Rusdy Rukmarata dan koreografer, Titien Wattimena penulis naskah, Oni Krisnewinto penata musik dan Iskandar Loedin penata artistik.

“Tantangan menggarap musikal ini adalah bagaimana menyajikan kisah sejarah yang tetap relevan, namun masih aktual untuk penonton masa kini,” ujar Rusdy Rukmarata kepada penulis, baru-baru ini.

Setali tiga uang janji Titien Wattimena yang mengatakan bahwa musikal Ken Dedes yang ditulisnya jarang ditampilkan oleh berbagai versi yang pernah ada. “Ada perebutan kekuasaan, pembunuhan dan tentu misteri. Tapi ada juga komedinya,” kata Titien yang menambahkan, sejarah Ken Dedes dan Ken Arok di Kerajaan Singasari penuh darah dan pembunuhan terus menerus oleh keris Empu Gandring.

“Ini menjadi peringatan bagi generasi muda di negara kita, pembunuhan dan perebutan kekuasaan secara licik dan enggak benar akan berdampak buruk. Darah dibalas darah. Intrik dihantam intrik ” ungkap Titien.

Beberapa penari dan pelakon musikal terkenal dari EKI Dance Company yang berjumlah sekitar 70an orang skan unjuk diri. Mereka adalah Ara Ajisiwi sebagai Ken Dedes, Taufan Purbo (Ken Arok)  Nala Amyrtha (Ken Umang), Uli Herdi (Tunggul Ametung), Fatih Unru (Anusapati), Geraldo Tanor (Tohjaya) dan Nino Prabowo (Kebo Ijo).

Ara sebagai Ken Dedes. Taufan sebagai Ken Arok, Nala sebagai Ken Umang. ( foto-foto: Iwan S )

Kenapa musikal ?

“Saat ini, musikal telah jadi pertunjukan yang trend dan digemari masyarakat. Ken Dedes hadir bukan sekedar untuk meramaikan, tapi berusaha memberikan warna tersendiri bagi dunia hiburan Indonesia,” tutur Aiko Senosoenoto.

Tahun ini, EKI Dance Company yang berusia 25 tahun telah banyak menghasilkan karya tari dan puluhan karya musikal. EKI menerapkan sistem para penari tinggal di asrama. Anggotanya rutin mendapatkan modern ballet, jazz kontemporer, etnik, hiphop, tari tradisional, teater, vokal serta kelas penunjang seperti etika, bahasa Inggris dan pelajaran lain.

Tepat kiranya EKI tahun ini mementaskan musikal Ken Dedes. Seorang wanita yang sangat berpengaruh dalam sejarah Nusantara. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.