Ekonomi Kreatif
Program Echoes X Gensi 2026 Targetkan 15.000 Kreator Muda
JAYAKARTA NEWS – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menargetkan 15.000 kreator muda dalam program ECHOES X GENSi 2026. Program ini untuk meningkatkan awareness ekonomi kreatif sekaligus memperkuat talenta muda digital, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda Indonesia.
Berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe, ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) merupakan program Kementerian Ekraf yang mengenalkan ekosistem ekonomi kreatif dan memperkuat kapasitas pelajar serta mahasiswa.
Sementara GENSi (Generasi Terkoneksi) adalah platform pemberdayaan generasi muda Indosat yang membantu generasi muda memanfaatkan peluang digital dan teknologi untuk menciptakan dampak nyata.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin membekali generasi muda dengan keterampilan kreatif dan pemanfaatan AI agar mampu menghasilkan karya bernilai tambah, menciptakan peluang usaha, dan siap bersaing di tingkat global,” imbuh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dikutip Selasa (16/6/2026).
Menteri Ekraf mengatakan Indonesia telah berhasil memperluas akses digital secara signifikan dalam satu dekade terakhir.
Menurut Ekraf, tantangan saat ini bukan lagi sekadar akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana membangun kapabilitas kreatif dan memberdayakan generasi muda agar mampu menciptakan nilai tambah di era digital.
Kolaborasi ini juga membuka peluang sinergi dengan tiga program flagship Kementerian Ekraf pada 2027, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia untuk mendorong local heroes go national serta national champions go global.
Melalui dukungan Indosat dan Adobe, ECHOES menjadi salah satu kanal untuk memperkenalkan perangkat kreatif dan pembelajaran berbasis AI kepada generasi muda.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah.
“Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka,” ungkap Vikram.
“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” tambah Vikram.
Tahun ini GENSi menargetkan menjangkau 15.000 anak muda di seluruh Indonesia. Adobe turut mendukung melalui penyediaan teknologi, pelatihan, peluang monetisasi, akses premium Adobe Express, serta materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
President Adobe untuk kawasan Jepang dan Asia Pasifik (JAPAC), Ben Goodman, menilai Indonesia memiliki populasi muda yang besar, budaya kreatif yang kuat, serta posisi strategis dalam perkembangan teknologi dan AI.
Menurut Goodman, kemitraan antara Adobe, Indosat, dan Kementerian Ekonomi Kreatif bertujuan memastikan Indonesia berada di garis terdepan ekonomi kreatif global.
“Kemitraan ini bertujuan menghidupkan ekonomi kreatif bagi seluruh masyarakat Indonesia, memberdayakan para kreator agar berkembang dalam skala yang lebih besar,” ujar Goodman.
Kemitraan ini juga, tambah Goodman, membantu mereka mengubah ide menjadi bisnis yang dapat dimonetisasi, serta menciptakan ekonomi masa depan yang lebih baik bagi diri mereka, keluarga mereka, dan seluruh masyarakat Indonesia. (yog)
