• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Sejarah Nama Kawasan Penting di Jakarta, Ada yang Warisan dari Zaman Hindia Belanda

Sejarah Nama Kawasan Penting di Jakarta, Ada yang Warisan dari Zaman Hindia Belanda

Redaksi by Redaksi
June 20, 2026
in Histori
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Di usianya yang ke-499, sangat banyak perubahan yang dialami DKI Jakarta, termasuk terkait penamaan kawasan.

Beberapa kawasan penting di Jakarta sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda.

Dulunya merupakan kawasan pemukiman kecil, seiring waktu tempat tersebut menjadi besar dan penting.

Berikut kisah menarik dibalik penamaannya, dikutip dari Ragam BUMN, Sabtu (20/6/2026).

Menteng

Kawasan Menteng di Jakarta Pusat ini sudah menjadi pemukiman elit sejak zaman Hindia Belanda.

Lokasinya yang di tengah kota membuat Menteng lokasi pilihan penguasa Belanda dan orang Eropa.

Sebelum daerah perumahan, dulunya Menteng kawasan hutan. Tahun 1810 menjadi tempat tinggal.

Daerah ini semakin ramai di 1912 karena menjadi lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda.

Karena dulunya hutan, di sekeliling daerah tersebut penuh pohon buah menteng.

Buah ini tampilannya mirip dengan duku namun rasanya manis asam.

Dari sinilah lahirnya nama Menteng yang terus bertahan sampai sekarang.

Matraman

Di sebelah timur Jakarta ada satu kawasan yang sejak dulu selalu padat dan ramai, yaitu Matraman.

Nama Matraman berhubungan erat dengan kerajaan Mataram.

Pada abad 16, Sultan Agung, dari Mataram menyerang Batavia lewat darat.

Untuk memperkuat pasukannya, Sultan Agung membawa banyak prajurit dari Jawa ke Batavia.

Mereka membangun base camp di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Matraman.

Tahun 1677, terjadi perjanjian antara VOC dan Mataram.

Daerah tersebut diberikan pada orang-orang Jawa dari Mataram sebagai tempat tinggal.

Disebut Matraman karena merujuk daerah tempat tinggal orang-orang dari Mataram.

Gedung Societeit de Harmonie didirikan pada tahun 1810 atas prakarsa Gubernur Jenderal Reinier de Klerk. (Woodbury & Page, Photographers Java via Kompasiana.com)

Harmoni

Daerah Jakarta Barat sudah berkembang pesat sejak zaman Hindia Belanda.

Salah satu kawasan pentingnya, Harmoni yang terbentang dari jalan Hayam Wuruk sampai jalan Gajah Mada.

Pada zaman Belanda dikenal dengan nama Molenvliet.

Nama Harmoni baru digunakan tahun 1950-an, setelah nasionalisasi nama-nama jalan.

Nama Harmoni diambil dari nama gedung penting di kawasan itu, yaitu Societeit de Harmonie.

Gedung yang dibuka tahun 1815 ini merupakan tempat pesta para kaum sosialita Hindia Belanda di Batavia.

Sayangnya sudah tidak ada sisa gedung Societeit de Harmonie.

Tahun 1985 Pemprov DKI membongkar gedung tersebut dan mengubahnya menjadi kawasan bisnis Duta Merlin.

Kemayoran

Sebelum menjadi kota metropolitan, Jakarta dikelilingi pematang sawah dan lahan kosong.

Pada masa kekuasaan Daendles (1808-1811), banyak lahan tersebut dijual pada orang-orang kaya.

Kebanyakan pembelinya para mayor yang berasal golongan Tiongkok, Arab, Belanda, dan orang Eropa.

Salah satu pembelinya, Mayor Isaac De L’ostal De Saint Martin, yang menempati daerah Kemayoran.

Penduduk pribumi di sana menyebut lahan milik Mayor Isaac sebagai tanahnya mayor.

Dari sinilah kemudian berubah menjadi Kemayoran.

Penggunaan nama Kemayoran secara resmi muncul pada peta Batavia tahun 1840.***/mel

Tags: jayakartanewsSejarah Nama Kawasan Penting di JakartaZaman Hindia Belanda
Previous Post

Indonesia Berpeluang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN, Erick: Presiden Dukung Penuh Segera Siapkan Suratnya

Next Post

Suku Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Redaksi

Redaksi

Next Post
Suku Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Suku Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version