MRT Jakarta, Era Baru Layanan Transportasi Publik

 MRT Jakarta, Era Baru Layanan Transportasi Publik

JAYAKARTA NEWS – Setelah penantian panjang selama 32 tahun, moda transportasi publik mass rapid trasportation atau moda raya terpadu MRT Jakarta, hari resmi mulai melayani pubklik Ibukota setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ini adalah MRT Fase I. Yang menggembirakan, proyek ini sekarang ini sudah dilanjutkan untuk fase kedua. Sejak hari Minggu 24 Maret 2019 ini, masyarakat dapat memanfaatkan MRT untuk rute layanan Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Fase kedua akan dibangun dengan relasi Sarinah Kampung Banda.

Acara peresmian rilis MRT Jakarta hari ini bertepatan dengan kegiatan publik di car free day yang dilaksanakan saban hari Minggu pagi. Penampilan Jokowi bersahanya. Mengenakan kaos abu-abu lengan panjang yang dipadu dengan celana blue jeans.

Tampak hadir Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Shinichi Kitaoka, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar.

Di jajaran Kabinet tampak mendampingi presiden antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim MRT fase pertama saya nyatakan dioperasikan,” kata Jokowi. Sebuah awal yang baik untuk melepas moda transportasi massal dalam melayani publik Jakarta khususnya dan masyarakat umum lainnya.

Anda boleh senang, boleh juga bertanya-tanya. Sekalipun sudah dirilis oleh presiden, tetapi MRT Jakarta baru akan beroperasi secara komersial pada 1 April 2019. Artinya, sampai dengan 31 Maret 2019, warga bisa naik MRT secara gratis.

Pengamat kebijakan publik Ibukota, Azas Tigor Nainggolan, menyayangkan Pemerintah Provinsi DKI belum tuntas menghitung besaran tarif MRT Jakarta. Menurutnya, konyo, Minggu diresmikan pengoperasiannya, tapi Pemprov DKI baru akan membahas tarifnya Senon (25/3/2019). Ironis.

Pihak MRT mengungkapkan, selama pengoperasian gratis, masyarakat yang akan menggunakan MRT, tetap harus membeli kartu. Warga yang akan naik, harus menempelkan (men-tap) kartunya ke alayt Masyarakat yang mau menggunakan MRT Jakarta nantinya menempelkan kartunya saat mau masuk dan keluar pinty stasiun. Sekalipun menge-tap, saldo kartu tidak terpotong.

Berdasarkan informasi, untuk kartu yang bisa diginakan naik MRT ada jenis, yakni yang single trip dan multi trip ticket. Tiket untuk single dijuak seharga Rp 15 ribu sedangkan yang multi trip Rp 25.000. Mirip dengan apa yang berlaku di KRL Jaboidetabek dan busway (transjakarta). ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *