Connect with us

Entertainment

Film ‘Ibadah dan Cinta’: Tentang Cinta Beda Budaya

Published

on

JAYAKARTA NEWS— Apakah takdir harus diterima tanpa suara?

Mengangkat cerita perjalanan cinta lintas benua yang berawal dari Australia sampai ke seluruh lingkungan pesantren Darunnajah, Bogor.

“Ibadah dan Cinta berkisah tentang takdir, keberanian memilih dan cinta yang tetap hidup bahkan ketika kehidupan tak lagi memberi janji selamanya,” ujar sutradara Jastis Arimba dalam peluncuran novel, OST dan trailer/poster ‘Ibadah dan Cinta’ di Jakarta, baru-baru ini.

Literasi dan film memang berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.

Produser, sutradara dan pemeran Ibadah dan Cinta (foto arul)

“Kita syuting di lokasi yang indah secara visual dan relevansinya kuat dengan narasi cerita,” kata produser Budi Yulianto dari Multi Buana Kreasindo (MBK) kepada penulis. Bersama Sinemata, film ini usai melakukan pengambilan gambar di Australia dan Bogor (Indonesia).

Antara lain kita mengambil lokasi di Port Campbell, batuan ikonik Twelve Apostles dan dataran tinggi Grampians yang belum banyak dieksplorasi dalam sinema Indonesia.

“Semuanya di kota Melbourne, Australia selama 3 hari dan di Indonesia 14 hari,” imbuh Rendy Gunawan dan Aris Muda Irawan selaku produser eksekutif berbareng.

Juga beberapa adegan dilakukan di Tapos, Cigombong, Sukabumi dan Leuwiliang.

“Film bertema drama religi ini memberi perspektif baru tentang makna cinta dan ibadah” ikut bicara juga Avesina Soebli juga produser.

Dijadwalkan beredar di bioskop 24 September 2026.

Santun (Indah Permata Sari) belajar taat, menerima dan belajar menenangkan hatinya sendiri di pesantren.

Ahmad Megantara (foto mbk)

Hingga suatu hari, seorang pria asing bernama Rico Rico yang berpandangan agnostik (Ahmad Megantara) datang dan melihat dirinya bukan sebagai puteri kiai, melainkan sebagai perempuan yang ingin hidup dengan pilihannya sendiri.

Rico membawa dunia yang lebih luas dari pagar pesantren.

Namun, ketika hatinya mulai berani berharap, kenyataan datang lebih cepat dari waktu.

Di tengah tekanan perjodohan, konflik tradisi, dan perubahan desa, Santun harus membuat keputusan terbesar dalam hidupnya, tepat saat ia mengetahui sesuatu perlahan menggerogoti tubuhnya. Saat semua orang mundur.

Rico justru melangkah mendekat. Ia memilih tinggal, memilih mencintai dan memilih menjadikan cinta sebagai ibadah.

Nadzira Shafa, penulis novel ‘Ibadah dan Cinta’ ( foto idn)

Ibadah dan Cinta diramaikan sederet pemeran yaitu Indah Permata Sari, Ahmad Megantara, Adhin Abdul Hakim, Mathias Muchus, Elma Theana, Jamie Aditya, Berlianna Lovell, Sita Permata Sari, Didi Hasya dan Stevan Rizky serta Nadzira Shafa (penulis novel dan aktris).

“Nantikan saja tanggal mainnya di bulan September penuh ceria,” pungkas sutradara Jastis Arimba yang sukses membuat film ‘Pengin Hijrah’. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement