KOPNUC Wujudkan Ekspor Produk Wong Cilik

 KOPNUC Wujudkan Ekspor Produk Wong Cilik

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Pelepasan ekspor perdana produk UMKM—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Koperasi NU Circle Nusantara (KOPNUC) akhirnya merealisasikan kegiatan ekspor produk wong cilik ke pasar China. Pelepasan ekspor perdana produk UMKM ini disaksikan secara langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dari PLB E-Commerce. 

 “Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT. KOPNUC bertindak sebagai agregator bisnis bersama PT PPI dan PT Sarinah akhirnya bisa meluncurkan ekspor perdana produk wong cilik melalui PLB E-Commerce di Marunda Center, Bekasi Jawa Barat,” kata Ketua KOPNUC R. Gatot Prio Utomo, di Bekasi, Kamis (19/11/2019).

Produk yang diekspor berasal dari UMKM di  Bangka Belitung, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Produknya berupa kerupuk, lada, camilan, kue, roti, keripik singkong, karak, rengginang, gula-gula dan beberapa produk kerajinan dan fashion.

Ekspor perdana ini berkat dukungan dan kerjasama semua pihak seperti  Kadin, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Aprindo, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI),PT Sarinah, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Uniair, dan  dukungan pelaku usaha lainnya. 

Meski diakui masih banyak kekurangan, terutama terkait dengan kualitas kemasan, pria yang akrab disapa Gus Pu ini mengaku ekspor perdana ini menunjukkan komitmen KOPNUC, pemerintah dan semua pihak dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan pemanfaatan marketplace global.

“Ekspor produk wong cilik ini akan menandai gerakan ekonomi warga Nahdliyin di lapis paling bawah. Satu jenis saja produk yang berhasil diekspor akan sangat berarti karena di sana ada ribuan jam kerja dan ratusan keluarga,” katanya.

Ekosistem Ekspor

Sementara itu Ketua Dewan Pengawas KOPNUC Lily Wahid berharap pemerintah khususnya Kementerian Koperasi dan UKM dan  Kementerian Perdagangan membangun ekosistem ekspor produk wong cilik ini.

Produk wong cilik ini jumlahnya jutaan. Mereka tidak bisa tiba-tiba mengekspor produknya ke luar negeri. “Tugas kita, KOPNUC bersama pemerintah membangun ekosistem ekspor produk wong cilik ini. Kita harus membantu  perijinan, permodalan, pelatihan SDM, pembinaan dan pendampingan. Produknya berkualitas, pelaku usahanya punya kapasitas, dan tata kelola administrasinya juga baik,” kata adik kandung Gus Dur ini.

Jika ekosistem ini terbentuk, ujarnya,  jutaan produk wong cilik akan menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia di masa depan. ***hba

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *