Rapat Entrepreneurship PPAD Dihadiri Menteri Teten Masduki dan Para Aster Kasdam

JAYAKARTA NEWS – Jenderal TNI Purn Wijoyo Suyono hadir secara virtual dalam rapat “Kolaborasi Entrepreneurship Sinergi PPAD dengan Mitra Usaha” di ruang rapat utama gedung PPAD, Jl. Matraman Jakarta Pusat, hari ini (15/2/2022). Jenderal Wijoyo Suyono adalah Ketua Badan Pertimbangan PPAD, sekaligus inisiator pembentukan PPAD.

Dalam kesempatan itu, hadir Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, secara virtual. Sebagai wujud dukungan penuh TNI-AD, tampak hadir juga para para Aster Kasdam se-Indonesia.

Mengawali rapat, Jenderal Wijoyo yang mantan Danjen Kopassus ke-6 itu, mendukung semangat entrepreneurship yang diusung DPP PPAD 2021-2026. Pesan Jenderal Wijoyo Suyono kepada Dewan Pengurus PPAD adalah melandasi entrepreneurship atau semangat wirausaha dengan jiwa, karakter, mindset, serta semangat pengabdian kepada bangsa.

“Kita sudah diingatkan oleh ‘Indonesia Raya’, oleh WR Supratman, …bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya…,” ujar jenderal purnawirawan berusia 93 tahun itu. Ditambahkan, semangat “Indonesia Raya” hendaknya menjadi pedoman PPAD dalam membangun spirit entrepreneurship ke depan.

Jenderal Wijoyo menambahkan, bahwa mental, karakter, dan mindset seseorang bisa menentukan ekonomi. Hendaknya PPAD menggarap semua lapisan yang bisa diajak bekerjasama. “Ingat,” tambahnya, “ada tiga hal yang menghambat pertumbuhan ekonomi, yaitu sifat malas, sifat feodal, dan suka mencari kambing hitam.”

Ketua Umum DPP PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo memimpin Rapat Kolaborasi Entrepreneurship, Sinergi PPAD dengan Mitra Usaha, di Gedung PPAD, Jl. Matraman, Jakarta Pusat, hari ini (15/2/2022). (foto: egy m)

Rapat kolaborasi itu dipimpin Ketua Umum DPP PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo. Hadir jajaran inti, antara lain Sekjen Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak, Kabid Ekonomi Mayjen TNI Wiyarto, dan pengurus lain. Peserta lain mengikuti secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Sementara, dari mitra usaha, hadir Bank BNI, PT Berdikari, PT Harvest Capital International, Kadin Indonesia, PT. BIS (Buana Indonesia Sejahtera), PT. INDIKA, Tbk, Fish on Indonesia, dan PT. Speed Work (anak perusahaan Gajah Tunggal). Sebelumnya mereka telah menandatangani kesepakatan kerjasama di Mabesad, 8 Februari 2022, usai acara pengukuhan DPP PPAD dan PPAD Provinsi oleh Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, di Gd AH Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat.

Ketua Umum Doni Monardo dalam pengarahannya menyampaikan, bahwa rapat kolaborasi hari ini adalah tindak lanjut sekaligus langkah nyata dari penandatanganan kesepakatan sebelumnya. PPAD ke depan akan menitikberatkan perhatian pada bidang ekonomi untuk kesejahteraan. Baik kesejahteraan anggota maupun peningkatan kesejahteraan bangsa pada umumnya.

Untuk kesekian kalinya, Doni menyebutkan besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki negara kita. Di sisi lain, PPAD memiliki kekayaan sumber daya manusia yang tersebar di seluruh Tanah Air. “Salah satu potensi besar yang kita miliki adalah sagu. Saat ini, sagu sudah diolah sedemikian rupa menjadi aneka bahan olahan siap saji. Salah satunya Mie Sago, sejenis mie instan yang terbuat dari sagu,” tutur Doni.

PPAD dengan anggota berlatar belakang pendidikan dan karier sebagai prajurit adalah nilai lebih. Utamanya dalam hal disiplin serta etos kerja. “Tinggal bagaimana diberi pemahaman melalui pelatihan-pelatihan. Saya harap, dalam waktu yang tidak terlalu lama, sudah ada kegiatan nyata yang terwujud,” pesan Doni. (rr)

PPAD Siap Menjadi “LO” Kemenkop UKM

JAYAKARTA NEWS – Anak gaul mengistilahkanya “gaspol”. Ketua Umum PPAD, Letjen TNI (Purn) Dr (HC) Doni Monardo tancap gas menggalang komunkasi dengan banyak pihak.

Itu dilakukan guna mewujudkan komitmennya saat menerima tongkat estafet kepemimpinan PPAD. Antara lain, mewujud-nyatakan gagasan “politik kesejahteraan” bagi organisasi yang dipimpinnya.

Mungkin sudah puluhan tokoh, baik formal maupun nonformal yang diajaknya berdiskusi tentang konsep “PPAD-Prosperity”. Antara lain, audiensi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan lain-lain.

Terakhir, hari Rabu yang bertanggal cantik (2/2/22), Doni menghadap Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Pertemuan dua sahabat lama.

Dalam kesempatan itu, Doni Monardo didampingi Sekjen PPAD, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak dan Ketua Bidang Ekonomi PPAD, Mayjen TNI (Purn) Wiyarto. Sementara, Menteri Teten didampingi Sekretaris Kementerian, Arif Rahman Hakim dan Staf Khusus Menteri bidang Ekonomi Kerakyatan, Riza A. Damanik.

Doni Monardo didampingi Sekjen PPAD, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak dan Ketua Bidang Ekonomi PPAD, Mayjen TNI (Purn) Wiyarto. Sementara, Menteri Teten didampingi Sekretaris Kementerian, Arif Rahman Hakim dan Staf Khusus Menteri bidang Ekonomi Kerakyatan, Riza A. Damanik. (foto: PPAD)

Sosok Doni tidak asing di mata Teten. Saat menjabat Kepala Staf Presiden, Teten cukup intens berkomunikasi dengan Doni Monardo, baik ketika menjabat Pangdam di Maluku, Pangdam di Jawa Barat, maupun Sesjen Wantanas.

Kali ini, bertemu kembali dalam posisi yang sudah berbeda lagi. Teten sebagai Menteri Koperasi dan UKM, sedangkan Doni Monardo sebagai Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat. Menjadi klop karena Doni membawa organisasi purnawirawatn TNI itu bukan ke ranah politik praktis, melainkan politik kesejahteraan.

Ke depan, PPAD akan fokus pada politik kesejahteraan. Terhadap purnawirawan yang memiliki ketertarikan terjun di bidang politik, tentu saja dibolehkan karena itu hak asasi. Akan tetapi, pengurus PPAD akan steril dari aktivis partai politik. “Kalau mau berpolitik, silakan salurkan aspirasinya ke partai politik yang ada. Bukan di PPAD,” tegas Doni.

PPAD, dengan keanggotaan lebih dari 500.000 orang dan memiliki 31 DPD, ke depan dipastikan akan menjadi organisasi dengan jumlah anggota yang lebih besar. “Jika sistem keanggotaan sebelumnya dengan cara mendaftar, ke depan tidak lagi. Setiap anggota TNI-AD yang memasuki purnawira, otomatis menjadi anggota PPAD. Penguruslah yang proaktif mendata, mendaftar, dan membuatkan kartu anggota dan mengantar KTA tadi kepada anggota yang baru pensiun,” papar Doni.

Sebelum memasuki pensiun, PPAD akan menyiapkan berbagai program pelatihan selama dua minggu sebelum pensiun. Program pelatihan itulah sebagai bekal, sehingga tidak gamang setelah kembali ke masyarakat. Pelatihan-pelatihan itu diharap membentuk mindset dan spirit entrepreneur.

Terkait itulah, Doni Monardo beraudiensi ke Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Sebab, ke depan, PPAD tentu saja akan banyak bersinggungan dengan urusan-urusan perkoperasian dan per-UMKM-an. Terlebih secara struktur keorganisasian, PPAD dan Kementerian Koperasi dan UMKM sama-sama memiliki struktur pusat sampai ke daerah.

Bak gayung bersambut, gagasan PPAD diterima dengan sangat baik oleh Menteri Teten, dan terbuka peluang kerjasama. (foto: PPAD)

Bak gayung bersambut, Menteri Teten menyambut sangat baik paparan Doni Monardo terkaid rencana program PPAD ke depan. Bahkan Teten seperti menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi kementeriannya, yakni adanya gap atau bias pada ruang komunikasi antara pusat dan daerah. Kementerian tidak memiliki semacam LO (Liaison Officer) yang bisa menjembatani antara pusat dan daerah. Bukan sekadar menjembatani tetapi juga memfasilitasi sekaligus melaksanakan fungsi kontrol atau monitoring.

“Tak jarang kerjasama antara koperasi di pusat dan daerah ada sumbatan. Ada masalah-masalah kecil, nah PPAD bisa menjadi penghubung sesuai daerah masing-masing,” ujar Teten. Dengan demikian ke depan, program-program kementerian Koperasi dan UKM bisa makin akseleratif setelah hadirnya PPAD sebagai pelaksana fungsi LO.

PPAD akan hadir bersama Kementerian di setiap kerjasama dengan pihak kedua atau ketiga. Pola ini diharapkan menjadi pilot project sekaligus percontohan, bagaimana mencapai tujuan tanpa ada benturan. Artinya, legal secara peraturan perundang-undangan, tetapi membawa hasil maksimal bagi perkembangan koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia. (rr)

KOPNUC Wujudkan Ekspor Produk Wong Cilik

JAYAKARTA NEWS— Koperasi NU Circle Nusantara (KOPNUC) akhirnya merealisasikan kegiatan ekspor produk wong cilik ke pasar China. Pelepasan ekspor perdana produk UMKM ini disaksikan secara langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dari PLB E-Commerce. 

 “Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT. KOPNUC bertindak sebagai agregator bisnis bersama PT PPI dan PT Sarinah akhirnya bisa meluncurkan ekspor perdana produk wong cilik melalui PLB E-Commerce di Marunda Center, Bekasi Jawa Barat,” kata Ketua KOPNUC R. Gatot Prio Utomo, di Bekasi, Kamis (19/11/2019).

Produk yang diekspor berasal dari UMKM di  Bangka Belitung, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Produknya berupa kerupuk, lada, camilan, kue, roti, keripik singkong, karak, rengginang, gula-gula dan beberapa produk kerajinan dan fashion.

Ekspor perdana ini berkat dukungan dan kerjasama semua pihak seperti  Kadin, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Aprindo, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI),PT Sarinah, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Uniair, dan  dukungan pelaku usaha lainnya. 

Meski diakui masih banyak kekurangan, terutama terkait dengan kualitas kemasan, pria yang akrab disapa Gus Pu ini mengaku ekspor perdana ini menunjukkan komitmen KOPNUC, pemerintah dan semua pihak dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan pemanfaatan marketplace global.

“Ekspor produk wong cilik ini akan menandai gerakan ekonomi warga Nahdliyin di lapis paling bawah. Satu jenis saja produk yang berhasil diekspor akan sangat berarti karena di sana ada ribuan jam kerja dan ratusan keluarga,” katanya.

Ekosistem Ekspor

Sementara itu Ketua Dewan Pengawas KOPNUC Lily Wahid berharap pemerintah khususnya Kementerian Koperasi dan UKM dan  Kementerian Perdagangan membangun ekosistem ekspor produk wong cilik ini.

Produk wong cilik ini jumlahnya jutaan. Mereka tidak bisa tiba-tiba mengekspor produknya ke luar negeri. “Tugas kita, KOPNUC bersama pemerintah membangun ekosistem ekspor produk wong cilik ini. Kita harus membantu  perijinan, permodalan, pelatihan SDM, pembinaan dan pendampingan. Produknya berkualitas, pelaku usahanya punya kapasitas, dan tata kelola administrasinya juga baik,” kata adik kandung Gus Dur ini.

Jika ekosistem ini terbentuk, ujarnya,  jutaan produk wong cilik akan menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia di masa depan. ***hba

Presiden Jokowi Nikmati Sajian Santap Siang di Restoran Simpang Tiga

Presiden RI Joko Widodo disambut oleh Pemilik Restoran, Salim dan Pengelola Restoran, Gunadi. Foto Monang Sitohang

Usai berkunjung ke Universitas Sumatera Utara (USU) untuk merayakan Dies Natalis Ke-66 USU, Senin (8/10/2018), Presiden Joko Widodo beserta rombongan bersantap siang di Restoran Simpang Tiga yang berada di Medan-Tanjung Morawa Km 16,5, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana beserta rombongan antara lain Teten Masduki, Pramono Anung, Muthia Hafiz, Kapolda Sumut, Pangdam, Gubernur, Bupati dan lainnya, tiba di Restoran Simpang Tiga, Senin (8/10/2018) sekitar Jam 12.00 Wib. Ada sekitar 75 orang jumlah rombongan yang turut mendampingi Jokowi.

Pemilik Restoran Simpang Tiga, Salim bersama Pengelola Restoran, Gunadi sedari awal tampak bersiap-siap berdiri di depan pintu masuk restoran untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di negeri ini. Ada rasa haru dan bahagia, dimana restorannya dipercaya untuk dapat menjamu Presiden.

Presiden Joko Widodo bersama rombongan usai makan siang dan bergegas meninggalkan Reatoran Simpang Tiga. Foto Monang Sitohang

Sesampainya di lokasi, Presiden bersama rombongan langsung masuk keruangan restoran yang disediakan khusus alias ruangan VIP dengan sajian khas Restoran Simpang Tiga.

Usai bersantap  siang, Jokowi menyempatkan berfoto bersama pemilik, manager dan karyawan restoran. Anehnya, tanpa dikomando, kerumunan masyarakat untuk melihat Jokowi sudah mengitari sekitar di lokasi restoran.

“Pak Jokowi…Pak Jokowi,” teriak massa.

Presiden yang dikenal merakyat ini masih saja memberikan waktu untuk berfoto bersama rakyat yang sedari awal sudah menunggu. Sambil mengangkat tangan, Jokowi memanggil para Ibu-ibu, datang dan berfoto bersama Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya menghadiri dan meresmikan Peluncuran Program Bank Wakaf Mikro yang diselenggarakan di Pesantren Mawaridussalam, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sementara, Pengelola Restoran Simpang Tiga, Gunadi menceritakan bahwa kedatangan Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana sudah ke dua kalinya singgah untuk makan siang.

“Pertama sekitar tiga tahun lalu tepatnya di tahun 2015, Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana beserta rombongannya sekitar 50 orang antara lain ada Menteri Kesehatan, Puan Maharani, Gubernur Sumut, T. Erry Nuradi dan lainnya, yang saat itu kunjungan Jokowi penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Deli Serdang Sumut,” ujar Pengelola yang sudah 10 tahun bekerja di Restoran Simpang Tiga itu.

“Tentunya tidak pernah terbayangkan restoran ini  kedatangan tamu yang terhormat, Presiden Jokowi dan itu merupakan suatu penghargaan bagi kami pihak managemen, juga ungkapan rasa senang yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata kami kepada Pak Presiden,” jelas Gunadi.

Presiden Joko Widodo siap-siap memasuki mobil setelah menyempatkan foto bersama. Foto Monang Sitohang

Dan kemudian Gunadi juga menceritakan ke awak jayakartanews.com ada juga beberapa petinggi negara yang sudah pernah singgah makan di restoran Simpang Tinggi Tanjung Morawa ini seperti Jusuf Kalla, saat itu belum menjadi Wapresnya Jokowi, kemudian Kapolri, Panglima TNI, Ketua MPR dan lainnya.

Selain petinggi negara para artis juga banyak yang sudah pernah singgah makan di restoran ini, seperti Judika, Afgan, Iis Dahlia, Wali dan lainnya.

“Jadi memang restoran ini selain makanan yang disajikan dengan cita rasa Melayu-Padang, Saya juga lebih mengutamakan standar pelayanan yang baik. Setiap tamu datang selalu kita anggap seperti kerabat, sehingga kesan yang nyaman benar dirasakan para pengunjung restoran,” jelas Alumni BPLP/Akpar Medan.

Saat ini usaha Restoran Simpang Tiga sudah memiliki lima cabang satu di luar negeri dan empat ada di Sumatera Utara antara lain, di Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), restoran yang pertama kali dibuka, kemudian di Jalan Monginsidi Kota Medan, Tanjung Morawa, Siantar dan Ipoh, Malaysia, dan usaha restoran ini mulai dibuka pada tahun 2001-2018.

“Tentunya tidak pernah terbayangkan Restoran Simpang Tiga Tanjung Morawa akan kedatangan Presiden Jokowi, dan itu merupakan suatu penghargaan besar buat kami, sehingga ungkapan rasa senang kami pun sulit untuk diungkapkan kepada Pak Presiden,” jelas Gunadi.***

Cepatnya Pembangunan Tol Trans Sumatera

KEMAJUAN pengerjaan proyek Jalan Tol Trans Sumatera jauh lebih cepat dari tol-tol lain yang ada. Padahal, tol ini baru diinisiasi pada tahun kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Penjelasan itu disampaikan Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra di Istana. Dalam papaparan ini, Dirut Hutama Karya didampingi Direktur Operasional Jalan Tol Hutama Karya Bambang Pramusinto dan General Manager PT. Hutama Karya Rizal Sutjipto.

Jalan Tol Trans Sumatera merupakan jaringan jalan tol sepanjang 2.700 km yang direncanakan menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Jalan Tol ini dirancang berupa 15 ruas utama dan 9 ruas pendukung, mulai dari Banda Aceh-Medan hingga Bakaheuni-Terbanggi-Besar.

Total penugasan Jalan Tol Trans Sumatera yang diamanatkan pada Hutama Karya mencapai 1.415 km dengan ruas terpanjang Medan-Banda Aceh sejauh 470 km dan Pekanbaru-Padang sepanjang 240 km. “Yang paling berat dan mahal yakni ruas dari Padang ke Bukit Tinggi karena medannya berbukit-bukit,” kata Ngurah Putra.

Ngurah berterusterang, secara pembiayaan, Jalan Tol Trans Sumatera ini sebenarnya tak layak secara finansial. “Tapi, bagaimanapun negara ini membutuhkannya,” tegasnya.

Sementara itu,  Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tahun-tahun ke depan bakal mengandalkan kekuatan domestik. “Kita akan mencari terobosan mengenai pembiayaan. Presiden concern benar agar proyek ini jangan sampai mangkrak,” kata Teten.. ***