Kawanan Lebah “Menyerang” Sayap Citilink

 Kawanan Lebah “Menyerang” Sayap Citilink
Kawanan lebah tiba-tiba “menyerang” salah satu sayap pesawat Citilink yang terparkir di apron bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Foto: Ist

PESAWAT Citilink itu baru saja mendarat di Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (22/9), usai melakukan penerbangan 1 jam 22 menit dari Batam. Sesaat setelah mendarat, pesawat pun dipandu ke area parkir (apron). Tiba-tiba, sekumpulan lebah menyerbu sayap bagian kanan pesawat.

Kontan, petugas ground service melakukan penyemprotan air ke bagian sayap yang dipenuhi lebah tadi. “Setelah itu kami lakukan prosedur pemeriksaan terhadap seluruh kondisi pesawat demi keamanan penerbangan,” ujar Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny S. Butar Butar, di Jakarta.

Setelah dinyaakan aman, Citilink bernomor QG 885 diizinkan terbang menuju bandara Hang Nadim, Batam, dengan konsekuensi mengalami keterlambatan hampir 1,5 jam. Di tempat terpisah, manajemen Citilink segera menyiapkan pertemuan guna membahas “serangan lebah”, dan berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara, terkait keamanan bandara dari gangguan apa pun yang bisa mengganggu penerbangan.

“Penyebab kemunculan lebah di area sekitar bandara diduga karena habitat atau sarang lebah terganggu oleh aktivitas penebangan pohon, sehingga koloni lebah menyebar dan berkumpul pada objek lain, termasuk pesawat yang berada di bandara,” kata Benny.

Sementara itu, Ketua Lembaga Studi dan Advokasi Transportasi Wilayah Sumatera Utara, Syukrinaldi berpendapat, kejadian sekumpulan lebah yang menghinggapi sayap atau bagian pesawat tersebut, tidak aneh tetapi langka. Syukrinaldi menambahkan gangguan hewan liar di areal bandara khususnya apron dan landasan pacu seperti itu disebut hazard, seperti yang tertuang di dalam peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Nomor : SKEP /42/III/ 2010

“Mungkin saja ada orang yang sedang beraktivitas di sekitar sarang lebah, misalnya penebangan pohon atau kegiatan lainnya sehingga lebah merasa terusik atau terganggu, akibatnya lebah marah dan berpindah untuk membuat sarang baru, bahkan lebah bisa menyerang siapa saja yang berada di sekitarnya,” ujar Syukrinaldi yang dihubungi melalui handphone, Sabtu (23/9), di Padang, Sumatera Barat.

Syukrinaldi menyarankan, agar tidak terulang kembali peristiwa lebah menggangu aktivitas penerbangan di bandara, sebaiknya pihak pengelola atau angkasa pura dan pihak terkait lainnya segera mencari tahu penyebab kemunculan sekumpulan lebah di sayap pesawat Citilink di Bandara Kualanamu. “Hal seperti itu kelihatannya sepele, tetapi bisa fatal,” tandas Syukrinaldi. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *