Kapolresta Tangerang Minta Generasi Milenial Tertib Berlalulintas

 Kapolresta Tangerang Minta Generasi Milenial Tertib Berlalulintas

 

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif berbicara di depan generasi milenial di acara Milenial Safety Road Festival, tentang pentingnya tertib berlalulinyas. [Foto: Jayakarta/har)JAYAKARTA NEWS – Pernah dibuat jengkel di jalanan karena ada motor atau mobil yang manuver belok kanan tidak menyalakan lampu sign. Mungkin juga geregetan, karena ada sepeda motor sign kanan, ternyata belok kiri, dan hampir saja Anda kendaraan Anda menubruknya.

Keluhan pengendara motor sign kanan tapi belok kiri atau sign kiri tapi belok kanan,  umumnya banyak disampaikan pengendara roda empat. Perilaku itu, umumnya dilakukan ibu-ibu atau perempuan. Ups, tapi pengendara laki-laki juga bukan tidak ada, cukup banyak juga.

Hal itu menandakan, bahwa banyak warga masyarakat pengguna jalan raya masih banyak yang abai dengan sopan santun dan tata tertib berlalu lintas. Banyak kecelakaan yang terjadi karena faktor abai pengedara terhadap rambu lalu lintas, termasuk melanggar lampu lalu lintas dan melawan arus di jalan yang didesain untuk satu arah. Alasannya, cuma kejauhan.

Untuk meningkatkan awarness masyarakat terutama generasi milenial, Kepolisian menggelar Milenial Safety Road Festival, Minggu (17/3/2019). Festival penyadaran berlalu lintas itu digelar serentak di Indonesia, termasuk di wilayah Polresta Tengerang.

Untuk kefiatan yang  dihelat Polresta Tangerang, berlangsung meriah. Tujuannya itu tadi,  menyosialisasikan pentingnya disiplin berlalu lintas demi menjaga keselamatan bersama.

Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 peserta itu diawali dengan jalan santai, kemudian dilanjutkan senam bersama serta penyampaian pesan pentingnya menjaga disiplin berlalu lintas.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif memaparkan, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas lebih banyak dari korban akibat bencana alam. Menurut  data  World Healht Organization (WHO) tiga tahun yang lalu, sebanyak  150 ribu orang tewas di Indonesia karena kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Jumlah tersebut tentu sangat memprihatinkan, karena ratusan ribu melayang akibat kecelakaan lalu lintas,” kata Sabilul.

Yang memprihatinkan,  dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen korban adalah kaum milenial, yaitu usia produktif antara 17 sampai 35 tahun. Usia yang semestinya waktu untuk produktif berkarya namun melayang sia-sia akibat laka lantas.

 

Kapolres Tangerang: Sekitar 60 persen dari 150 ribu korban tewas dakan kecelakaan lalu lintas adalah kaum milenial, mereka yang berusia produktif antara 17 sampai 35 tahun.

 

“Kecelakaan itu bermula dari pelanggaran, karenanya hindari pelanggaraan, taati peraturan lalu lintas untuk keselamatan,” pesan Sabilul yang disambut teriakan setuju ribuan peserta festival. ***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *