Kapolresta Tangerang Siap Buat Rekor MURI Goyang Anti Hoaks

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif dan peserta Milenial Safety Road Festival tengah menjalal Goyang Anti Hoaks.

 

JAYAKARTA NEWS – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif cerdik mengambil momentum. Di acara Milenial Safety Road Festival, dia bukan hanya mengajak generasi milenial untuk meningkatkan awarness mereka tentang keselamatan berlalulintas, namun juga menyentil pentingnya mereka untuk tidak gampang termakan berita atau kabar hoax (hoaks alias palsu atau bohong).

Dalam pandangan Sabilul, hal ini perlu diingatkan karena serangan berita hoaks melalui media sosial bertubi-tubi.

Menurutnya, masyarakat harus bisa  membentengi diri mereka dari segala macam informasi palsu (hoaks). Imbauan itu disambut baik masyarakat, tidak terkecuali generasi milenial di Kota Tangerang. Atas imbauan itu,  ia bersama peserta festival spontan membuat gerakan goyang anti hoaks. Gerakan itu terinspirasi dari sebuah lagu yang diputar saat acara senam berlangsung.

“Ayo kita goyang anti hoaks bersama. Saya sangat tertarik dengan lagu ini, nanti liriknya kita gubah untuk membuat goyang anti hoaks, lalu kita viralkan,” ujar Kapolresta Tangerang.

Saking bersemangatnya, Sabilul berencana untuk membuat tutorial goyang anti hoaks tersebut. Dia juga  mewacanakan untuk membuat acara guna  memecahkan rekor MURI dengan gerakan goyang anti hoaks.

“Dalam waktu dekat Kita berkumpul lagi, kalau bisa lima ribu orang, kita pecahkan rekor MURI dengan goyang anti hoaks ini,” tutupnya.***

Kapolresta Tangerang Minta Generasi Milenial Tertib Berlalulintas

 

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif berbicara di depan generasi milenial di acara Milenial Safety Road Festival, tentang pentingnya tertib berlalulinyas. [Foto: Jayakarta/har)JAYAKARTA NEWS – Pernah dibuat jengkel di jalanan karena ada motor atau mobil yang manuver belok kanan tidak menyalakan lampu sign. Mungkin juga geregetan, karena ada sepeda motor sign kanan, ternyata belok kiri, dan hampir saja Anda kendaraan Anda menubruknya.

Keluhan pengendara motor sign kanan tapi belok kiri atau sign kiri tapi belok kanan,  umumnya banyak disampaikan pengendara roda empat. Perilaku itu, umumnya dilakukan ibu-ibu atau perempuan. Ups, tapi pengendara laki-laki juga bukan tidak ada, cukup banyak juga.

Hal itu menandakan, bahwa banyak warga masyarakat pengguna jalan raya masih banyak yang abai dengan sopan santun dan tata tertib berlalu lintas. Banyak kecelakaan yang terjadi karena faktor abai pengedara terhadap rambu lalu lintas, termasuk melanggar lampu lalu lintas dan melawan arus di jalan yang didesain untuk satu arah. Alasannya, cuma kejauhan.

Untuk meningkatkan awarness masyarakat terutama generasi milenial, Kepolisian menggelar Milenial Safety Road Festival, Minggu (17/3/2019). Festival penyadaran berlalu lintas itu digelar serentak di Indonesia, termasuk di wilayah Polresta Tengerang.

Untuk kefiatan yang  dihelat Polresta Tangerang, berlangsung meriah. Tujuannya itu tadi,  menyosialisasikan pentingnya disiplin berlalu lintas demi menjaga keselamatan bersama.

Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 peserta itu diawali dengan jalan santai, kemudian dilanjutkan senam bersama serta penyampaian pesan pentingnya menjaga disiplin berlalu lintas.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif memaparkan, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas lebih banyak dari korban akibat bencana alam. Menurut  data  World Healht Organization (WHO) tiga tahun yang lalu, sebanyak  150 ribu orang tewas di Indonesia karena kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Jumlah tersebut tentu sangat memprihatinkan, karena ratusan ribu melayang akibat kecelakaan lalu lintas,” kata Sabilul.

Yang memprihatinkan,  dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen korban adalah kaum milenial, yaitu usia produktif antara 17 sampai 35 tahun. Usia yang semestinya waktu untuk produktif berkarya namun melayang sia-sia akibat laka lantas.

 

Kapolres Tangerang: Sekitar 60 persen dari 150 ribu korban tewas dakan kecelakaan lalu lintas adalah kaum milenial, mereka yang berusia produktif antara 17 sampai 35 tahun.

 

“Kecelakaan itu bermula dari pelanggaran, karenanya hindari pelanggaraan, taati peraturan lalu lintas untuk keselamatan,” pesan Sabilul yang disambut teriakan setuju ribuan peserta festival. ***