Jurnalistik Pertemanan Harsono Rahardjo

 Jurnalistik Pertemanan Harsono Rahardjo

16 Tahun Warta Banten

Sebagian karyawan Harian Umum Warta Banten, bergembira dalam Family Gathering di Kampoeng Bamboe, Bogor, baru-baru ini. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Pria setengah baya itu, bertutur dengan perlahan. Bahkan nyaris tidak terdengar. Bukan hanya ketika bicara, suaranya pelan dan lambat. Berjalan pun, demikian. Kepalanya hampir plontos. Sepertinya rambut mulai enggan singgah di situ. Dari penampilannya, tidak ada yang istimewa. Terlalu biasa. Namun, jika mengenal sosok pria bernama Harsono Rahardjo ini, maka kesan biasa-biasa saja akan berubah menjadi luar biasa.   

Dia adalah pemilik media cetak Warta Banten. Media yang masih berjaya di sekitaran Banten ini terbit dari Senin hingga Jumat. Warta Banten, masih terus eksis hingga usianya yang ke-16 tahun pada 3 Mei 2019 ini.

Saat banyak media cetak tumbang, dan tidak sedikit media online bertebaran, Harsono tidak pernah gentar menjalankan usahanya ini. Tidak seperti penampilannya yang biasa-biasa saja, dalam menjalankan usahanya ini, “pak haji”, sapaan akrabnya, menerapkan prinsip yang luar biasa.  

Bicara soal usaha, tentu harus nyerempet-nyerempet ilmu ekonomi, ilmu dagang, atau ilmu apa saja yang urusannya hitung-hitungan. Tapi, bagi dia, tidak demikian. Malah dia bicara soal kebaikan. Dia menjalankan usaha media cetaknya itu, dengan menerapkan prinsip “Ilmu Kebaikan”. Sedangkan untuk dunia kewartawanannya, diterapkan “Jurnalistik Pertemanan”.

Harsono Rahardjo (kanan) berbincang dengan koleganya dari media online www.jayakartanews.com. (foto: ist)

Ilmu kebaikan, yang dituturkan Harsono, adalah prinsip paling utama dalam menjalankan usahanya. Karyawan diberi kebebasan dalam bekerja. Bahkan tidak sedikit yang masih kuliah, diberi tunjangan biaya kuliah. “Mereka bisa bekerja sambil kuliah. Saat bekerja, mereka juga boleh mencari iklan, selain menyelesaikan tugas utamanya. Saya tidak mau curigaan sama mereka,” papar Harsono.  

Harsono tidak segan-segan menerima karyawan yang masih kuliah. Bahkan tahun lalu, ada sembilan orang yang dibiayainya untuk kuliah. “Tahun ini tinggal enam, tiga sudah lulus,” tuturnya pelan sambil tersenyum. Bukan hanya memberikan beasiswa, tetapi, Harsono juga memberangkatkan umroh kepada dua karyawannya setiap tahun. “Saya menerapkan kekeluargaan di kantor agar mereka mempunyai rasa memiliki,” ujarnya.

Dia tidak perlu membanggakan diri tentang karyawannya. Saat itu jelas terlihat, bagaimana semua orang terlihat senang dalam suasana yang akrab. Sabtu siang itu (20/4)  semua karyawan Warta Banten, diajaknya berkumpul menikmati kebersamaan di Villa Kampoeng Bamboe, Bogor. Mereka menginap satu malam hingga Minggu siang (21/4) dalam acara “Family Gathering Ulang Tahun ke-16 Harian Umum Warta Banten”.

Seru-seruan dalam Family Gathering Harian Umum Warta Banten, di Kampoeng Bamboe, Bogor. (foto: ist)

Jika ke dalam, Harsono melakukan kebaikan, maka ke luar, dia menerapkan pertemanan. Hubungan dengan para pelaku bisnis atau para pengambil keputusan, pemilik Warta Banten ini menerapkan jurnalistik pertemanan. “Jika ada hal-hal yang kurang baik atau tidak benar, saya akan bicara dengan mereka untuk memperbaikinya. Saya akan mencoba membantu mereka jika terjadi benturan-benturan di antara keduanya.”

Menjalankan Warta Banten selama enam belas tahun, tentu saja bukan hal yang mudah. Dari awal dibutuhkan kerja keras. Seperti yang dituturkan Harsono, sesulit apa pun, semua dijalaninya dengan prinsip kebaikan. “Intinya semua harus dijalankan dengan ikhlas.  Seberapa pun yang diterima, saya iklas. Ketika harus membantu orang, saya iklas. Waktu dibohongi orang pun, saya ikhlas,” tuturnya dalam tawa getir.

Menerapkan Ilmu Kebaikan dan Jurnalistik Pertemanan, membuat Harsono terus mapan menjalankan usaha media cetaknya, Harian Umum Warta Banten, selama 16 tahun ini. Prinsip langka tetapi mulia. “Selamat Ulang Tahun Warta Banten”. (melva tobing)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *