Gowes “Oemar Bakrie” Trisakti

 Gowes “Oemar Bakrie” Trisakti
Ganal Rudiyanto (tengah) bersama para pengajar Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, Jakarta. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Matahari belum lama beranjak dari peraduan. Sepeda “road bike” dikeluarkan dari kandangnya, dan lelaki berkumis dengan ciri tahi lalat di dagu itu, segera memancal pedal dan mengayuh menembus belantara Jakarta Barat.

Saat bersepeda di jalanan Ibu Kota, tentu tidak ada yang menyangka, bahwa dia adalah Dr Ganal Rudiyanto, M.Hum, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti, Jakarta. Hampir setiap hari, Ganal berangkat ke kampus menggowes sepeda kesayangan.

Berangkat dari rumahnya di bilangan Tanjung Duren, Grogol Petamburan menuju kampus Universitas Trisakti di Jl. Kyai Tapa, Tomang, Grogol Petamburan Jakarta Barat, setiap hari ia menempuh jarak tak kurang dari 4 kilometer Pergi Pulang (PP). Sebuah jarak yang relatif dekat memang. Tapi konsistensinya bersepeda dalam enam tahun terakhir, membuat sosok dekan yang satu ini menjadi unik.

“Jarak rumah ke kampus, kurang lebih dua kilometer. Jad yaaa…. PP sekitar empat kilometerlah. Kalau nggowes santai, tidak sampai tiga-puluh menit satu trip, jadi PP sekitar satu jam bersepda setiap hari. Lumayan untuk olahraga,” ujar pria berusia 60-an tahun itu.

Ganal Rudiyanto dan karyanya. (foto: ist)

Barangkali, berkat aktivitas berangkat-dan pulang kerja bersepeda itulah, “Oemar Bakrie” yang satu ini terbilang sukses memimpin fakultas Seni Rupa dan Desain. Di tangannya, FSRD Universitas Trisakti semakin berkembang dengan berbagai fasilitas untuk laboratorium dan praktek mahasiswa. “Salah satu kelebihan, jurusan fotografi di sini lebih komplet fasilitasnya,” ujar Ganal, lulusan Desain Produk, Universitas Trisakti tahun 1986 itu.

Dekan yang menyelesaikan S-2 di Pengkajian Seni Pertujukan dan Seni Rupa Universitas Gajah Mada, 24 Mei 2001 itu, memang menjadikan jurusan fotografi sebagai jurusan paling maju, di antara jurusan serupa di berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia. “Tujuh puluh persen kami memakai peralatan fotografi mutakhir. Laboratirumnya juga lengkap,” tambahnya.

Doktor lulusan Pengkajian Seni Pertunjukan & Seni Rupa (Kajian Seni Rupa) Universitas Gajah Mada, tahun 2011 itu, menambahkan, mahasiswa fotografi Universitas Trisakti, memperdalam aneka jenis foto. Antara lain, fotografi fashion, kuliner, dan fotografi umum. Dosen pengajar, terdiri atas SDM yang qualified.

Ganal Rudiyanto saat menandatangani kerja sama dengan Universitas Youngsan, Busan, Korea Selatan. (Foto: Ist)

Bicara SDM, pria berkacamata itu mengatakan, semua dosen harus mahir berbahasa Inggris. Secara periodik, pihaknya juga mengirim tenaga pengajar itu memperdalam ilmunya di luar negeri atas biaya kampus. “Ada juga yang mengikuti program pertukaran dosen ke luar negeri. Apalagi, Trisakti telah menjalin kerjasama dengan Universitas Youngsan, Busan, Korea. Terakhir, Universitas Trisakti juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia, Universiti Sultan Zainal Abidin. Tahun 2016 bahkan sudah menjalin kerja sama dengan Minnan Normal University Zhangzhou, Fujian, RR Cina. “Itu salah satu cara kami senantiasa up date dengan perkembangan,” tegasnya.

Tak heran, jika lulusan FSRD Universitas Trisakti, banyak yang bercokol menjadi SDM unggul, dan menonjol di bidangnya. (syahdina)

Ganal dan sejumlah mahasiswa FSRD Universitas Trisakti. (foto: ist)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *