“Saku” Melawan Sampah

 “Saku” Melawan Sampah
Tempat menampung sampah dedaunan untuk ditanam di lubang kompos yg ditutup bebatuan (depan siswa). (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Program Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Setu Gede Kota Bogor ini memang unik. Membasmi sampah dengan meniadakan bak sampah. Nama programnya SAKU. SAmpahmu bukan untukKu.

Progam penanaman pohon oleh siswa.

Memang benar sekolah ini tidak ada satupun bak sampah. Tapi sekolah tetap bersih. Dipercantik lagi dengan lingkungan hijau tanaman bunga dan pepohonan. SMPN 14 termasuk  sekolah Adiwiyata. Konsep sekolah  berwawasan lingkungan.

SMP Negeri 14 Bogor. (foto: ist)
Kantong “SAKU” yang wajib dibawa siswa dan guru. (foto: ist)

Kepala sekolah Ajat Sudrajat mengatakan program Saku adalah konsep implementasi dari program Kota Bogor tanpa sampah plastik (BOTAK). Karena sejak awal Desember 2018 seluruh Pasar Modern dan Mall di Kota Bogor bebas kantong plastik. Ini sesuai instruksi Peraturan Walikota Bogor nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Ide dasarnya muncul karena dua hal kata Ajat. Pertama ingin mengedukasi pengurangan sampah plastik bagi siswa. Alasan kedua karena sampah pada bak penampungan sampah di depan sekolah sering telat diangkut. Akibatnya polusi bau hingga ke ruang kelas.

Dari dua alasan tadi, pihak sekolah urun rembuk dengan Komite Sekolah. Karena komite mewakili orangtua siswa. Hasilnya muncul Program Saku.

Saku sesungguhnya memang wadah atau kantong penyimpanan. Dan, makna harfiahnya adalah sampahmu bukan untukku. Artinya sekolah bukan tempat buang sampah.

Dari data tahun 2018, sampah di Kota Bogor sudah mencapai 650 ton per hari. Karena itu, seluruh elemen masyarakat mesti peduli  akibat buruk sampah. Selain polusi bisa berakibat penyakit.

Menurut Ajat ide Saku baru diterapkan awal tahun 2019 di sekolah ini. Selanjutnya, apa yang dikerjakan guru dan siswa  diharapkan dipraktikkan kembali di lingkungan tinggal mereka. Siswa dan guru bisa menjadi agen perubahan lingkungan.

Kepala Sekolah Ajat Sudrajat (kanan) bersama Ketua Komite Sekolah SMPN 14, Yonathan Nugraha (kiri). (foto: ist)

Ketua Komite Sekolah SMPN 14 Yonathan Nugraha bangga dengan ide program SAKU. “Ini ide tampak sederhana. Tapi ini ide cerdas dan bisa dijadikan contoh,” jelas mantan aktivis ini.

Harapan kami lanjut mantan Dirut BUMD ini, setelah sekolah bersih harus meningkat lagi menjadi Sekolah Sehat. Semoga saja SMPN 14  dapat berprestasi meraih Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Sehat. (Agus Sundayana)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *