Connect with us

Entertainment

Film ‘The Bell: Panggilan untuk Mati’, Mitos Hantu Penebok di Belitung

Published

on

Bhisma Mulia, sosok yang green flag (foto mbk)

JAYAKARTA NEWS— Di Belitung, ada mitos hantu Penebok yaitu hantu tanpa kepala dan bergaun merah. Penebok dipercaya warga Belitung dan hadir mengancam manusia karena bel (lonceng) dicuri dan dipermainkan. Cerita rakyat (folk lore) ini bertahun-tahun hadir sebagaimana mitos kuntilanak dan hantu pocong di Jawa.

Sutradara Jay Sukmo membangun karakter Penebok yang ikonik dan mencekam dalam film berjudul ‘The Bell : panggilan untuk mati’ dan beredar 7 Mei 2026.

Warga desa kaget dan ketakutan karena di malam hari hantu Penebok akan mencari mangsa dan menebas kepala manusia.

Tiap bel berbunyi sebagai tanda ada yang mati.

Dukun yang dihormati di desa mati mengenaskan tanpa kepala. Juga warga lain n seorang anak kecil.

Sudah 7 manusia mati tertebas kepalanya. Tinggal 2 lagi dan siapa ?

Danto (Bhisma Mulia) mewarisi ilmu dari kakeknya.

Ia pergi merantau dan pulang lagi ke desanya. Ia dibilang lari dari tanggung jawab tapi di sisi lain Danto  disebut sosok yang ‘green flag’ (baik hati dan cerdas).

Ia bersama Airin (Ratu Sofya) dan Hanafi (Maulidan Zuhri) mencoba membantu warga desa dengan membaca mantra-mantra mengusir Penebok. Serta menebar garam, bawang putih dan kunyit plus jarum disekeliling rumahnya agar tak dimasuki Penebok.

‘Hai penebok, jin pamburih/jangan engkau merintih di sini/balik engkau ke hutan tanjung/tampak engkau duduk dan termenung/berkat doa laila haillallah …’ doa Danto yang dilafazkan berulang-ulang. “‘Mantra ini spesifik disertai ayat Kursi, al Ikhlas, an Nas dan al Falaq. Biasanya sang dukun akan mendoakan air putih di gelas untuk diminum ke pasien yang kesurupan. Bismillah, sembuh. Amin yra…,” ucap produser eksekutif Budi Yulianto hakkulyakin.

Segendang sepenarian Avesina Soebli (produser eksekutif) mengiyakan.

Produser Aris muda Irawan dan Rendy Gunawan yang berpengalaman dalam persiapan syuting di Bukit Samak, Belitung.

Penulis naskah Priesnanda Dwisatria mengaku baru sekali ini ada syuting di tempat sejarah di  Belitung. “Ini agar lebih otentik. Syuting dari malam sampai subuh. Seru,” jelasnya.

Sutradara Jay Sukmo mengungkapkan cerita The Bell sangat kaya aspek budaya dan tradisi daerah.

Produksi Sinemata dan MBK ini dibintangi Bhisma Mulia, Ratu Sofya, Shalom Razade, Mathias Muchus, Givina Lukita Dewi, Septian Dwicahyo, Nabil Lunggana, Sita Permatasari, Maulidan Zuhri dan Zidan Zhu.

Yuk hantu Penebok atau Penebong siap meneror bioskop dengan bel yang berdentang nyaring.

Ratusan roh yang sudah berada di alam barzah siap bangun kembali. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement