• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Perang Enam Raksasa Berebut Otak Mesin Kecerdasan Buatan

Perang Enam Raksasa Berebut Otak Mesin Kecerdasan Buatan

June 11, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Perang Enam Raksasa Berebut Otak Mesin Kecerdasan Buatan

by admin
June 11, 2026
in Kolom
0
Perang Enam Raksasa Berebut Otak Mesin Kecerdasan Buatan
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Heri Mulyono, Malang

Ada chip baru yang tengah membuat resah dua penguasa lama dunia komputer: NVIDIA baru saja meluncurkan prosesor buatannya sendiri, dan klaim yang menyertainya sederhana namun menggetarkan—chip ini lebih cepat, lebih hemat listrik, dan dirancang khusus untuk melayani mesin-mesin kecerdasan buatan yang semakin haus daya.

Dua Raja Lama, Tapi Dunia Berubah

Bayangkan sebuah pabrik besar. Di dalamnya ada dua pemasok mesin yang telah puluhan tahun berjaya: Intel dan AMD. Hampir semua pusat data di dunia—dari server perbankan hingga platform media sosial—mengandalkan mesin buatan dua perusahaan ini. Mereka bukan sekadar dominan; mereka adalah standar. Ribuan program komputer di seluruh dunia ditulis dan dioptimalkan khusus agar berjalan mulus di atas mesin mereka.

Namun, kecerdasan buatan telah mengubah segalanya. Dulu, AI hanya menjawab pertanyaan. Kini, AI bisa merencanakan, memutuskan, dan bertindak—seperti asisten digital yang bisa diminta mencari informasi, menulis laporan, memverifikasi hasilnya sendiri, lalu melaporkan kembali kepada penggunanya. Pola kerja baru ini sangat berbeda dari tugas komputer biasa. Dan mesin-mesin lama yang selama ini menjadi tulang punggung server ternyata tidak cukup optimal untuk melayaninya.

Di sinilah NVIDIA melihat celah. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembuat kartu grafis—dan kemudian menjadi penguasa chip AI terkuat di dunia—kini melangkah lebih jauh. Pada Maret 2026, NVIDIA memperkenalkan Vera: prosesor pertama yang mereka rancang sendiri dari nol, bukan untuk komputer biasa, melainkan khusus untuk menjadi ‘otak’ sistem kecerdasan buatan generasi terbaru.

Apa yang Dilakukan Prosesor dalam Sistem AI?

Sebelum memahami mengapa Vera penting, ada baiknya membayangkan bagaimana sebuah sistem AI bekerja. Anggaplah seperti sebuah perusahaan besar. Chip grafis—yang selama ini menjadi andalan NVIDIA—adalah para insinyur jenius yang mengerjakan kalkulasi rumit: melatih model, menghasilkan teks, menganalisis gambar. Pekerjaan mereka luar biasa, tetapi mereka butuh dukungan.

Prosesor biasa berperan seperti staf administrasi dan manajer lapangan. Mereka yang menerima permintaan pengguna, membagi-bagikan tugas ke para insinyur, mengambil data dari gudang, dan mengoordinasikan semua bagian agar bekerja selaras. Ketika sistem AI semakin canggih, staf administrasi inilah yang sering kali kewalahan—menjadi penyumbat yang memperlambat seluruh operasi.

Vera dirancang untuk menjadi kepala staf yang jauh lebih andal. Dengan 88 unit kerja independen yang bekerja bersama—masing-masing mampu menangani dua tugas sekaligus—dan jalur pengiriman data internal yang sangat lebar, Vera diklaim mampu melayani sistem AI tanpa hambatan yang selama ini dialami prosesor konvensional.

Vera Lebih Cepat—Tapi Seberapa?

Dalam serangkaian uji independen yang dipublikasikan pada akhir Mei 2026—mencakup pekerjaan khas server AI seperti menjalankan program, mengolah data, dan mengelola basis data—Vera unggul dari prosesor terbaik AMD sebesar sekitar 11 persen, dan mengalahkan prosesor Intel kelas atas lebih dari 55 persen.

Untuk konteks: AMD saat ini adalah pemimpin pasar server. Mengalahkannya, meski tipis, bukan pencapaian kecil. Yang lebih mencuri perhatian adalah uji untuk pekerjaan AI spesifik: kecepatan menjalankan kode yang ditulis oleh program AI, kecepatan memindahkan data dalam jumlah masif, dan kemampuan mengelola banyak tugas serentak—di sini Vera unggul dua hingga empat kali lipat dari pesaingnya.

Satu keunggulan lain yang menarik perhatian para operator pusat data: modul memorinya bisa dilepas dan diganti. Operator tidak perlu membuang seluruh server ketika ingin menambah kapasitas. Ini berpengaruh langsung pada biaya operasional jangka panjang.

Kelemahan yang Tidak Bisa Diabaikan

Namun ada hal-hal yang perlu dicermati. Pertama, pengujian yang ada baru dilakukan pada sejumlah pekerjaan yang dipilih sendiri oleh NVIDIA. Belum ada uji independen yang mencakup semua jenis beban kerja nyata di perusahaan—dari sistem perbankan, logistik, hingga platform belanja daring. Benchmark pilihan produsen ibarat seorang atlet yang memilih sendiri nomor pertandingannya.

Kedua, ada warisan yang sangat besar di sisi Intel dan AMD. Selama puluhan tahun, ribuan perangkat lunak bisnis dibangun dan dioptimalkan untuk mesin mereka. Berpindah ke Vera bukan sekadar mengganti mesin—ia seperti memindahkan seluruh operasi pabrik ke lokasi baru yang tata letaknya berbeda. Banyak program perlu diuji ulang, beberapa mungkin perlu ditulis ulang.

Ketiga, Vera belum tersedia untuk publik umum. Dijadwalkan hadir melalui mitra pabrikan baru pada akhir 2026, artinya sebagian besar perusahaan yang tertarik masih harus menunggu—sementara Intel dan AMD bisa dipesan dan dipasang hari ini.

AMD Menjawab: Venice dengan 256 Inti

AMD tidak tinggal diam. Perusahaan yang saat ini memimpin pasar server sedang mempersiapkan senjata terbaru: EPYC ‘Venice’, prosesor generasi keenam yang dijadwalkan hadir pada paruh kedua 2026. Venice bukan iterasi biasa—ia adalah lompatan besar.

Dibangun di atas proses produksi 2 nanometer milik TSMC—teknologi terdepan yang tersedia saat ini—Venice menawarkan hingga 256 inti pemroses, dibandingkan 192 inti pada generasi sebelumnya. AMD mengklaim Venice menghadirkan peningkatan kinerja dan efisiensi sebesar 70 persen dibandingkan chip mereka saat ini, dengan kecepatan pengiriman data yang mencapai 1,6 terabyte per detik—melampaui angka 1,2 terabyte yang dimiliki Vera.

Yang lebih ambisius lagi, AMD memaketkan Venice bersama kartu grafis AI terbaru mereka dalam satu sistem rak data center yang disebut Helios—sebuah ‘mesin perang lengkap’ yang dirancang bersaing langsung dengan ekosistem terpadu yang selama ini menjadi keunggulan NVIDIA. Jika Venice berhasil memenuhi janjinya, persaingan dengan Vera akan semakin ketat.

Intel Bangkit: Diamond Rapids dan Clearwater Forest

Intel, yang dalam beberapa tahun terakhir kehilangan cukup banyak pangsa pasar kepada AMD, bersiap melakukan serangan balik besar-besaran di tahun 2026 dengan dua keluarga prosesor server sekaligus.

Yang pertama adalah Clearwater Forest, dijadwalkan hadir di paruh pertama 2026. Prosesor ini dirancang untuk efisiensi dan kepadatan—memaksimalkan jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam ruang dan daya listrik terbatas, cocok untuk pusat data yang padat dan berorientasi cloud.

Yang kedua, dan lebih bergigi, adalah Diamond Rapids—yang akan datang di paruh kedua 2026. Prosesor ini membawa hingga 192 inti berkinerja tinggi, dukungan 16 jalur memori DDR5 yang mendorong kecepatan pengiriman data mendekati 1,6 terabyte per detik, serta kemampuan percepatan AI yang ditanamkan langsung di dalam setiap intinya. Diamond Rapids dibangun di atas proses produksi Intel 18A—teknologi manufaktur terbaru Intel yang sedang dipertaruhkan perusahaan untuk membuktikan bahwa mereka masih relevan di era AI. Chip ini akan bersaing langsung dengan EPYC Venice dari AMD, dan dalam konteks tertentu, juga dengan Vera dari NVIDIA.

Kejutan Maret 2026: Arm Ikut Berjualan Chip

Di luar persaingan tiga raksasa itu, ada satu peristiwa yang mengejutkan seluruh industri semikonduktor: pada 24 Maret 2026, Arm Holdings—perusahaan asal Cambridge, Inggris, yang selama 35 tahun hanya merancang desain chip dan menjual lisensinya kepada orang lain—tiba-tiba mengumumkan bahwa mereka akan menjual chip buatan sendiri untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Chip itu bernama Arm AGI CPU. Berisi 136 inti pemroses, dikerjakan dengan proses fabrikasi 3 nanometer, dan dirancang khusus untuk—sekali lagi—era AI agentic. Daya yang dibutuhkannya hanya 300 watt, jauh lebih hemat dibandingkan 500 watt yang dikonsumsi chip kelas atas dari Intel dan AMD.

Meta—induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp—adalah mitra utama yang ikut mengembangkan chip ini sejak awal. OpenAI, Cloudflare, Cerebras, SAP, dan SK Telecom juga telah menyatakan komitmen komersial. Pabrikan server seperti Lenovo, Supermicro, dan Quanta sudah siap memproduksi sistem berbasis chip ini. Berita ini membuat saham Arm melonjak lebih dari 17 persen dalam sehari—tanda bahwa pasar menilai langkah ini sebagai perubahan yang sangat signifikan.

Keistimewaan Arm AGI CPU bukan hanya pada spesifikasinya, tetapi pada posisi strategisnya. Arm adalah arsitektur yang menjadi fondasi Vera milik NVIDIA, Graviton milik Amazon, Axion milik Google, dan Cobalt milik Microsoft. Dengan kini ikut berjualan chip sendiri, Arm tidak lagi sekadar pemasok bahan baku—mereka kini ikut bertarung di meja yang sama.

Peta Persaingan Enam Pemain

Jika ditarik benang merahnya, perang CPU untuk AI kini melibatkan enam kekuatan utama yang masing-masing membawa pendekatan berbeda.

NVIDIA Vera masuk dengan keunggulan ekosistem: chip grafis AI terkuat di dunia, jaringan koneksi CPU-GPU yang paling matang, dan basis pelanggan terluas di industri AI. Kelemahannya: belum tersedia luas, benchmark masih terbatas, dan ekosistem perangkat lunak masih berkembang.

AMD EPYC Venice datang dengan janji peningkatan 70 persen dan jumlah inti terbanyak—256—dalam satu chip server. Dengan rekam jejak sebagai pemimpin pasar saat ini dan teknologi 2 nanometer yang sama-sama dipakai dengan pesaing terbaik, Venice adalah penantang paling serius bagi Vera.

Intel Diamond Rapids adalah kebangkitan yang ditunggu-tunggu. Dengan 192 inti berkinerja tinggi dan kemampuan AI bawaan, Diamond Rapids menjawab pertanyaan apakah Intel masih bisa relevan setelah bertahun-tahun kehilangan momentum. Kekuatan terbesarnya tetaplah warisan: ekosistem perangkat lunak yang tak tertandingi, kepercayaan puluhan tahun dari industri enterprise.

Arm AGI CPU mewakili era baru: chip yang hemat daya, sangat padat, dan didukung oleh koalisi pelanggan yang mewakili sebagian besar trafik internet global. Kelemahannya: ini chip pertama Arm, tanpa rekam jejak produksi massal sebagai penjual chip langsung.

AWS Graviton5 dan Google Axion adalah pilihan bagi perusahaan yang memilih tetap di ekosistem cloud masing-masing. Graviton5 dengan 192 inti sudah berjalan di infrastruktur Amazon, sementara Axion dari Google telah digunakan untuk YouTube, Gmail, dan BigQuery—layanan yang diakses miliaran orang setiap hari. Microsoft Cobalt 200 menempati posisi serupa di ekosistem Azure.

Ampere Computing, pemain independen yang selama ini menjadi pilihan ARM terkuat di luar hyperscaler besar, kini semakin terjepit di antara pemain-pemain besar yang semuanya memiliki sumber daya lebih besar.

Siapa Saja yang Sudah Berkomitmen ke Vera?

Meski belum tersedia luas, deretan nama yang sudah menyatakan akan menggunakan Vera cukup meyakinkan. Alibaba Cloud, ByteDance—induk TikTok—Meta, dan Oracle Cloud Infrastructure adalah beberapa raksasa teknologi yang sudah menjalin kerja sama resmi. Oracle bahkan mengumumkan rencana penggunaan ratusan ribu unit Vera mulai 2026.

NYSE Group—bursa saham terbesar dunia yang setiap harinya memproses lebih dari satu triliun transaksi dan pesan—pun tengah menjajaki Vera untuk memperkuat infrastruktur perdagangannya. Anthropic, perusahaan di balik asisten AI Claude, secara terbuka menyatakan sedang mengevaluasi Vera untuk menangani beban kerja sistem agen AI mereka yang terus berkembang.

NVIDIA memproyeksikan lebih dari satu juta unit terjual pada 2027, melonjak menjadi lebih dari empat juta unit pada 2028. Jika angka itu terwujud, dalam dua tahun NVIDIA bisa menjadi salah satu produsen prosesor server terbesar di dunia.

Mengapa Ini Penting bagi Kita Semua?

Persaingan chip komputer mungkin terdengar seperti urusan para insinyur di laboratorium. Tetapi dampaknya sangat nyata bagi siapa saja yang menggunakan layanan digital. Ketika chatbot menjawab lebih cepat, ketika terjemahan otomatis lebih akurat, ketika rekomendasi di platform belanja terasa lebih relevan—di balik semua itu ada pusat data yang dipenuhi prosesor yang bekerja keras.

Prosesor yang lebih efisien berarti layanan yang lebih cepat dengan biaya operasional lebih rendah. Lebih jauh lagi, persaingan yang kian sengit antara enam pemain besar ini adalah kabar baik bagi semua pihak. Kompetisi mendorong inovasi, menekan harga, dan mendorong setiap pemain untuk terus berbenah.

Yang pasti, kita sedang menyaksikan salah satu pergolakan terbesar dalam sejarah industri komputer. Selama tiga puluh tahun, dua nama mendominasi. Kini, dalam waktu kurang dari satu tahun, enam kekuatan sekaligus berebut posisi di jantung mesin-mesin kecerdasan buatan yang akan membentuk cara dunia bekerja, berpikir, dan memutuskan. Hasilnya akan menentukan seperti apa infrastruktur kecerdasan buatan global dalam sepuluh tahun ke depan—dan siapa yang menguasai infrastruktur itu, akan sangat menentukan siapa yang menguasai masa depan. (*)

___

Heri Mulyono, jurnalis teknologi dan analis geopolitik digital, berdomisili di Malang, Jawa Timur.

Tags: antara INTEL dan AMDchipkecerdasan buatan
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version