Connect with us

Entertainment

“Michael” , Film Kisah Hidup Michael Jackson Raup Triliunan Rupiah Sejak Tayang 22 April

Published

on

Jaafar Jackson, keponakan pemeran Michael (foto lionsgate)

JAYAKARTA NEWS—  Seperti nada yang tak pernah selesai, Raja Musik Pop Michael Jackson tetap menghasilkan uang meski telah tiada sejak 20 Juni 2009.

Michael alias Jacko (nick name) seperti bangkit dari kubur. Biopik berjudul ‘Michael’ garapan sutradara Antoine Fuqua, sejak dirilis 22 April di seluruh dunia – termasuk Indonesia – telah meraup USD 90 M atau sekitar Rp1,5 triliun sejak penayangan opening nya.

Film produksi Lionsgate dan Universal (distributor) yang berdurasi 2 jam 7 menit ini tentang legenda hidup, yang berpindah dari panggung ke panggung, dari konser ke sinema.

Dihiasi puluhan lagu-lagu hits nya, Michael yang diperankan oleh Jaafar Jackson, keponakannya (anak Jermaine Jackson), sejak masa kecilnya berlatih vokal dan bersama saudara-saudaranya bergabung bersama Jackson Five.

Kalau salah latihan, Michael kecil dipukul pantatnya dengan rotan oleh ayahnya yang galak dan keras, Joe Jackson. Tapi ia selalu dibela oleh ibunya yang lembut, Katherine Jackson dan menangis di pelukan ibunya.

“Dalam hidup, kamu harus menjadi pemimpin atau pecundang,” bentak sang ayah kepada Michael dan 4 kakaknya.

Michael Jackson semasa kecil

Tatkala dewasa dan kariernya terus meroket, Michael menciptakan gerak tari ‘moon walk’ (mundur maju) yang membuat jutaan fans fanatiknya histeris.

Kelak dan ini yang lucu dan unik, Michael setelah mandiri dan menjadi biduan single out dari Jakson Five menjadi superstar, justru memecat sang ayah sebagai manajer.

Namun, film yang dibuat dalam 2 bagian ini (film sekuel 2 nya belum dirilis), di satu sisi juga menuai kritik di media Amrik. Yaitu tiadanya adegan pelecehan seksual Michael terhadap anak-anak.

Sudah pasti, seorang mega bintang alias Super Star harus tetap putih tak bercacat. Sekecil apapun kesalahan dan setitik noda penyimpangan seksual haram divisualkan di layar.

Michael digambarkan mulus tak berdosa.

Kaya raya dan membuat taman binatang buat anak-anak dan menciptakan gerak tari baru mundur maju yang ditiru oleh kalangan remaja diseluruh dunia.

Malang tak dapat ditolak. Michael divonis terkena vitiligo dan juga lupus autoimun sampai hari wafatnya.

Satu hal yang perlu diberi punten, film ini hampir keseluruhan diperankan oleh bintang-bintang senior dan pendatang baru yang juga lihai bernyanyi, berakting dan bermain instrumen.

Colman Domingo (ayah Michael), Nia Long (ibu Michael), Kat Graham (Diana Ross), Miles Teller, Yuliano Valdi (Michael kecil) dan puluhan pemeran berkulit hitam yang bermain cantik dan cemerlang sebagai Janet Jackson, Latoya Jackson, Jermaine Jackson serta saudara-saudara Michael yang lain.

Michael adalah sebuah fenomena.

Jenius berbakat anak ke 7 dari 10 anak pasutri Joe Jackson dan Katherine Jackson ini seolah dilahirkan untuk menjadi ‘pendobrak’ dan ‘pemimpin musik pop’.

Ia memang berkulit hitam dan hitam bisa menjadi Raja dan Pemimpin.

Michael mengatasi isu genetika ras (ingat lagunya ‘Black or White’) dan ia berusaha mencat seluruh tubuhnya dengan warna putih dan minum obat yang  sebenarnya racun pengisap darah.

Suka atau tak suka, Michael sukses ‘membakar’ dan menghipnotis dunia.

Melalui cahaya proyektor, Michael hidup lagi di bioskop.

Tapi tunggu dulu. Ada sekelumit tulisan di ending…to be continued…(pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement