Dulu ‘Merdeka atau Mati’, Sekarang ‘Inovasi atau Mati’

 Dulu ‘Merdeka atau Mati’, Sekarang ‘Inovasi atau Mati’

ZAMAN now, harus kerja keras. Yang tidak mau kerja keras, akan terlewat dan tertinggal. Hanya orang-orang dan anak-anak muda yang pintar dan kuat yang akan mengisi pembangunan ini. Kita harus responsif terhadap perubahan.

Demikian kata Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri yang hadir sebagai nara sumber dalam acara ‘Beautifying Indonesia Weekend With Grooming’ di Lippo Mall, St Moritz, Jakarta, belum lama ini.

Selain Hanif Dhakiri, nara sumber lainnya adalah Martha Tilaar, Titiek Puspa dan Titi DJ.

“Sekarang memasuki era milenial, apa-apa harus bersaing. Era kompetisi mau tak mau harus kita hadapi secara sehat dan fair. Kita bersaing antar individu, antar partai dan antar negara. Bahkan, mau cari pacar dan suami pun, kita bersaing,” papar Hanif disambut gerrr mayoritas kaum perempuan yang hadir.

Inovasi adalah knowledge kita saat ini. Yang tidak mau berpikir dan mempunyai gagasan sebaiknya mundur.

“Anda harus kerja sekarang. Yang enggak kerja, ya enggak dapat uang. IQ Anda harus di atas standar, kalau ingin maju dan ingin jadi bangsa yang maju dan pintar. Yang dibawah standar pasti tewas. Inilah saatnya kita bangkit. Jangan tidur dan terlena. Kalau zaman dulu para prajurit dan gerilyawan mengumandangkan yargon ‘Merdeka atau Mati’, sekarang di zaman now kita harus meneriakkan ‘Inovasi atau Mati’,” ungkap Hanif yang jago main keyboard di band Elek Yo Ben.

Sebagai Menteri termuda setelah Puan Maharani, Hanif Dhakiri memang diperlukan ide-ide segar dan brilian-nya menghadapi ribuan tenaga kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“SDM kita hebat-hebat. Tapi human capital-nya mana, ayo dong bangun,” ajak Menteri lagi.

Sebagai ‘bapak’ yang menaungi ribuan tenaga kerja yang mayoritas generasi muda, Hanif angkat topi atas paparan Guru Grooming yang punya ide menggelar acara ini, Yuliana F. Hartanto

“Setiap orang membutuhkan grooming, baik tua maupun muda. Profesionals maupun entrepreneur, pria maupun wanita. Karena itu, seperti mbak Yuliana bilang, pengetahuan dan penerapan tentang grooming menjadi penting bagi setiap orang dalam upaya menggapai kesuksesan,” kata Hanif.

Jika kesadaran ini menjadi kesadaran kolektif, maka bangsa Indonesia akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia karena kita memiliki kualitas manusia yang andal.

“Grooming adalah kunci penting untuk mencapai titik kesempurnaan seseorang. Pribadi yang berpenampilan menarik, beretika baik dan penuh percaya diri akan memenangkan persaingan dalam menapak tangga kesuksesan baik pribadi maupun perusahaan,” demikian Hanif mengakhiri perbincangan ini. Dan sebelumnya, Hanif Dhakiri ‘ditodong’ menyanyikan 2 lagu ciptaan Titiek Puspa, yaitu ‘Kupu Kupu Malam’ dan ‘Apanya Dong’ sembari berduet dengan Titiek Puspa.

Jadi, apanya dong ? Inovasi. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *