Bibit Pesepakbola Unggul SSB Baraya Bhayangkara Kresna

 Bibit Pesepakbola Unggul SSB Baraya Bhayangkara Kresna

Usep Munandar (legend Persib) bersama siswa SSB Baraya Bhayangkara Kresna. (ist)

Jayakarta News – Persatuan sepak bola Baraya FC merupakan wadah tempat berkumpulnya para persepakbola profesional yang diperkuat mantan penggawa Persib dan Persikab Bandung. PS Baraya FC didirikan tahun 2010 oleh seorang anggota Satlantas Polri yang berdinas di Polres Bandung berpangkat Aipda, yaitu Aipda Maman Darmansyah.

Maman tekun membina klub lokal Baraya FC sampai saat ini. Hingga Baraya FC pernah menjuarai open turnamen Pusdik Armen Cup 2018 peringkat juara kedua.

Awalnya, Aipda Maman Darmansyah melihat generasi muda di Kabupaten Bandung banyak yang berpotensi. Lalu ia berkoordinasi dengan pelatih dan mantan penggawa legend Persib dan Persikab seperti Usep Munandar (legend Persib), Cucu Hidayat (legend Persib), Zaenal Mutakin (legend Persikab), Anwarudin (legend Persikab) hingga lahir sebuah wadah persepakbolaan untuk usia dini di Kabupaten Bandung. Meski, terbuka juga bagi yang tinggal di luar Kabupaten Bandung.

Nama sekolah itu SSB (Sekolah Sepak Bola) Baraya Bhayangkara Kresna yang bermarkas atau homebase di lapangan Bumi Kresna, Cantilan, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Seiring berjalannya waktu sekolah itu kini merupakan bagian dari PS Bhayangkara FC.

SSB Baraya Bhayangkara Kresna diresmikan 7 Juli 2019 lalu di lapangan stadion Jalak Harupat, yang berlokasi di Soreang, Simpang Selegong, Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Sebagai pendiri, Aipda Maman Darmansyah sekaligus sebagai kepala sekolah. Dan SSB tersebut memiliki sekertariat di Perum Soreang Indah, Blok Z, No. 40 Bandung.

Menurut Maman, saat pembukan SSB Baraya Bhayangkara Kresna dihadiri Kapusdik Intelkam Kombes Pol Faruk, Kasubag Renmin Pusdik Kompol Evan Iswanda, Kasatlantas Polres Bandung Akp Hasby Ristama, Wakil Bupati dan juga Ketua Askab H. Gugun Gunawan, Kadispora H. Slamet, Ketua KONI H. Herda M Ghanihani, KUPTD Mulyana, Manajer Kawah Putih Hendrik.

“Banyak anak-anak usia dini memiliki bakat serta potensi dan minat sepakbola. Karenanya saya berharap dengan adanya SSB Baraya Bhayangkara Kresna ini dapat meningkatkan dan mencetak bibit-bibit pesepakbola handal di Kabupaten Bandung,” ujar Maman.

Siswa Sekolah Sepak Bola Baraya Bhayangkara Kreshna. (ist)
Latihan siswa SSB Baraya Bhayangkara Kresna. (ist)
Aipda Maman Darmansyah, Kepala Sekolah SSB Baraya Bhayangkara Kresna. (ist)

SSB Baraya Bhayangkara Kresna didukung tim KU (Kelompok Umur)  2006 – 2007 coach Endang dan Cucu Hidayat, KU 2008 coach Usep Munandar, KU 2009 coach Deden dan Erik Setiawan, KU 2010 coach Dadang S dan Zaenal Mutakin, KU 2011 – 2012 coach Agus Zaenal Arif.

Murid SSB Baraya Bhayangkara Kresna melaksanakan latihan rutin di lapangan Bumi Kresna Jalan Raya Cantilan, dan lapangan Andika Jalan Raya Katapang Soreang. Jadwal latihan SSB Baraya, Selasa di lapangan Bumi Kresna pukul 14.30 WIB , Jumat di lapangan Andika Katapang pukul 14.30 WIB dan Minggu pagi pukul 07.00 WIB di lapangan Andika.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapusdik Intelkam Kombes Pol Faruk, Kasubag Renmin Pusdik Intel Kompol Evan Iswanda yang telah memberikan sarana dan prasarana lapangan untuk dijadikan arena berlatih sepak bola usia dini,” ujar Maman.

Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada H. Gugun Gunawan Wakil Bupati dan Ketua Askab, Mulyana ketua KUPTD yang telah mengizinkan launching SSB Baraya Bhayangkara Kreshna di Lapangan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Termasuk kepada Yeyen Tumena serta kru yang mensupport SSB itu sebagai bagian dari PS Bhayangkara FC, serta stakeholder lain.

“Tak lupa, terima kasih kepada Kasatlantas Polresta Bandung Akp Hasby Ristama yang dari awal telah mendukung dan memberi suport kepada saya khususnya untuk membina dan membuat wadah sepak Bola usia dini di Kabupaten Bandung,” pungkas Maman. (Agus S)

Dari kiri ke kanan, Aipda Maman Darmansyah, Ipda Ariful, Jajang Mulyana, Sani, Aris (penyiar radio Cosmo FM). (ist)
Dari kiri ke kanan: M Hargianto, Aris Cosmi, Sani, Jajang Mulyana, Aipda Maman Darmansyah, Yeyen Tumena, dan Usep Munandar. (ist)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *