Bakso Akung, Legenda Turun-temurun

 Bakso Akung, Legenda Turun-temurun

Seporsi mie dengan isi bakso pangsit ceker/BPC di MBA, Bandung. (foto: s. resti handini)

Jayakarta News – Mie Bakso banyak penggemarnya, tentu Anda setuju! Tidak heran kalau di setiap kota ada resto mie bakso favorit. Meski untuk level kelezatan, berlaku pameo “beda lidah beda rasa”. Benar. Soal rasa memang soal selera.

Karenanya, untuk menyebut resto bakso yang satu ini, lebih pas jika disebut sebagai mie bakso “legendaris”. Yang dimaksud adalah Mie Bakso Akung (MBA), salah satu resto bakso terkenal di Bandung. Disebut legendaris, karena keberadaannya memang sudah sangat lama. Tidak heran, jika MBA memilki pelanggan yang terbilang turun-temurun.

Meski beda lidah bisa jadi beda rasa, tetapi jika mengingat resto bakso ini sudah bertahan untuk kurun yang sangat lama, hampir bisa dipastikan, rasanya enak. Hampir semua penggemar bakso di Kota Kembang, kenal dengan baik resto bakso yang terletak di Jalan Lodaya 123 ini.  

Bahkan, tak jarang pelanggan harus rela antre untuk menunggu giliran duduk. Tak heran pula, begitu resto dibuka pukul 10.00 pagi, langsung penuh.

Mie yamin manis dengan bakso. (ist)

Sebetulnya apa yang menjadikan MBA istimewa? Salah satunya adalah toping atau sering juga disebut isinya yang banyak, yaitu Bakso Pangsit Tahu Siomay Ceker (BPTSC). Jika Anda pesan mie kuah atau mie yamin komplet maka isinya berupa semangkok mie ayam dengan BPTSC. Anda pun bisa memilih kesukaan dari lima pilihan tersebut. Tidak harus kelimanya Anda pesan.

Hal lain yang menjadikannya istimewa porsinya yang besar dan tentu saja rasa kuahnya yang sangat tasty. Jika di resto lain kebanyakan kuahnya berupa kaldu daging sapi, di MBA kuahnya dari kaldu ayam. Pembeda lainnya di atas mie yang Anda pesan diberi suwiran ayam gurih. Tidak terkecuali di menu bakso pun, suwiran ayam bertebaran.

Untuk harga tentu saja tergantung pesanan yang Anda makan. Semangkok mie kuah dan 5 buah bakso dihargai kisaran Rp 25 ribu. Menu mie atau bihun bakso komplit BPTSC dibandrol dengan harga Rp 48 ribu. Atau jika memesan BPS tanpa mie, harganya Rp 38 ribu.

Sebagian orang mengutarakan bahwa BMA termasuk mahal dibandingkan dengan resto mie bakso lainnya. Namun tetap saja orang cukup puas dengan kondisi begitu.

Minuman yang layak Anda pesan menemani makanan, sangat segar jika ditemani es kelapa hijau. Atau yang tidak umum namun menyehatkan seperti es yoghurt strawberry, juga es teler, dan soda gembira di sini pun tersedia. Harga per gelas Rp17 ribu.

MBA di Bandung tidak membuka cabang di mana pun. Tempat mie bakso yang sempat dijadikan lokasi syuting untuk film ‘Dilan 1990’, setiap hari Jumat tutup. So Anda bisa mengatur kapan sebaiknya menikmati  bakso terlengkap di Bandung ini. (s. resti handini)

Suasana MBA siang hari. (foto: s. resti handini)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *