Connect with us

Entertainment

Avatar: Fire and Ash Raup Rp12,7 Triliun dalam Minggu Kedua

Published

on

Avatar

JAYAKARTA NEWS— Satu gebrakan besar dilakukan distributor film Avatar 3 alias ‘Avatar: Fire and Ash’ (Api dan Abu) menutup Tahun 2025. Avatar yang berarti perwujuduan atau reinkarnasi dalam minggu ke dua Desember 2025 berhasil mengumpulkan USD 760 juta atau Rp12,7 triliun dari pasar Global.

Dan hampir pasti, hingga memasuki awal tahun 2026, Avatar akan meraup USD1 milyar perolehan dari tiket seluruh dunia.

Dan sutradara James Cameron yang aslinya berasal dari Kanada bakal menjadi miliader.

Khusus di Indonesia, penonton masih memadati gedung bioskop. Bahkan, di kawasan Senayan, 7 layar bioskop XXI didominasi Avatar yang dikurasi LSF untuk 13 tahun ke atas.

Diproduksi Lightstorm Entertainment dan distributor oleh 20th Century Fox, film waralaba Avatar yang berlokasi di Selandia Baru ini disutradarai James Cameron yang juga bertindak sebagai penulis cerita, produser (bersama John Landau) dan editor.

James Cameron mengumpulkan US $ 760 juta (foto century)

Skenario ditulis James Cameron, Rick Jaffa dan Amanda Siner. Sinematografer ditangani Russell Carpenter dan musik digubah apik oleh Simon Franglen.

Pemeran bejibun yaitu Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Kate Winslet, Joe David Moore, Eddie Falco, Cch Pounder, Giovanni Ribisi, Brendon Cowell, Cliff Curtis, Cona Chaplin dan masih banyak lagi.

James Cameron sudah mempertimbangkan sekuel 4 n 5 berjudul ‘Avatar : The Seed Bearer’.

Bergenre fiksi ilmiah, film Avatar seri ke tiga ini hampir seluruh adegannya di bawah air. Ini sebuah prestasi luar biasa  plus efek visual yang maha dahsyat.

Boleh dikata, Avatar 3 ini lebih bersahabat bagi penonton, lebih berani dan mudah dipahami, lebih bervariasi dengan tokoh seabrek, pemilihan warna yang kontras dan lebih memanjakan mata.

Berdurasi 3 jam 11 menit, Avatar memiliki identitas khas : adegan aksi dan ritme yang ciamik dan pas.

Kali ini, kemunculan tokoh antagonis yang sesama Avatar memberikan nilai tambah.

Dengan kata lain, di Avatar 3 ini  plot bergeser dan tak ada konflik dengan manusia  tetapi benturan terjadi diantara mereka, bangsa Na’vi  di Pandora yang bermata biru.

Kisah di Avatar 3 meneruskan kisah perjalanan keluarga Jake Sully dan Neytiri di Pandora (bulan fiktif).

Adegan film Avatar (foto century)

Suku Na’vi menghadapi ancaman baru dari Klan Api  pimpinan Varang yang keras, kejam dan konfrontatif yang ingin memusnahkan keluarga Jake Sully.

Ini memicu pergolakan baru.

Masalah lain muncul dengan kehadiran Wird Traders alias klan pengembara langit yang hidup nomaden. Klan dan rombongannya menggunakan kapal-kapal udara yang mirip ubur-ubur.

Pertempuran pecah. Suku Na’vi menggunakan ikran yaitu burung serupa naga melawan bangsa langit yang ingin menguasai Pandora.

Sosok dan tokoh lama maupun baru silih berganti muncul dan mudah diingat seperti Tuk, Loak, Aonung, Paylak, Neteyam dan Spider serta banyak lagi yang lain semakin memeriahkan cerita Avatar.

Pesan emosi film ini sampai ke penonton karena inti cerita mudah dipahami dan tak membuat bingung.

Sampai bertemu di dua sekuel Avatar karya James Cameron di tahun-tahun mendatang. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement