Air Berganti Sampah

 Air Berganti Sampah

BANJIR memang membawa banyak duka. Tak hanya bagi warga yang rumahnya kebanjiran, tetapi semua pihak, termasuk aparat pemerintahan yang pusing tujuh keliling memikirkan sampah akibat banjir ini.

Ya, banjir memang sudah surut, namun hasil dari banjir tadi menyisakan beban berat yaitu sampah yang menggunung. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat selama periode 19-22 Februari, volume sampah akibat bencana banjir dan genangan di Ibukota mencapai 1.472 meter kubik.

Sampah tersebut diangkut Pekerja Harian Lepas (PHL) dari badan air seperti kali, saluran penghubung (PHB), setu dan waduk. Jumlah yang luar biasa. Padahal, menurut Kepala UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Junjungan Sihombing, volume sampah di badan air per hari normalnya sekitar 200 meter kubik.

Ia menyebutkan, pada 19 Februari, volume sampah tercatat mencapai 366 meter kubik, 20 Februari 288 meter kubik, 21 Februari 352 meter kubik dan 22 Februari 466 meter kubik. “Totalnya dari 19-22 Februari, sampah di badan air mencapai 1.472 meter kubik,” ungkapnya.

Menurut Junjungan, kenaikan volume sampah terjadi di Pintu Air Manggarai, Pintu Air Season City dan Kanal Banjir Timur (KBT). “Armada dan petugas kami sampai saat ini terus berupaya melakukan pengangkutan sampah di badan air karena curah hujan tinggi,” tandasnya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *