200.000 Kilogram Durian Montong Ludes Dalam 60 Detik

 200.000 Kilogram Durian Montong Ludes Dalam 60 Detik

SEBANYAK 80.000 durian Monthong dalam 60 detik ludes dibeli konsumen China. Hasil menggembirakan penjualan produk agro melalui e-commerce ini, dicapai setelah  pemerintah Thailand dan Alibaba menandatangani kesepakatan kerjasama untuk  penjualan produk makanan senilai 3 miliar yuan.

Hasil positif sudah diduga. Tetapi, 200-ribu kg durian ludes dalam waktu 60 detik, sungguh luar biasa. Ini seperti penjualan flash untuk perangkat elektronik seperti smartphone dan produk-produk lain yang gimik di pasar online.

Kesepakatan kerjasama perdagangan itu dirilis pekan lalu, ketika para pejabat Cina dan Thailand bertemu dan untuk memanfaatkan market place yang dimiliki China,  Alibaba.com (Alibaba Group).

Kerjasama itu dimaksudkan untuk mendorong perkembangan ekonomi digital Thailand. Dalam perjanjian bisnis yang ditandatangani Alibaba dan perwakilan pemerintah  Thailand, disepakati untuk menggunakan unit bisnis  Alibaba dalam  bekerja bersama di sejumlah bidang, termasuk e-commerce, logistik digital, pariwisata, dan pelatihan.

Serapan konsumen China terhadap  200.000 kilogram durian, cukup mengejutkan dapat terserap pasarChina dalam waktu 60 detik, tak lama setelah  produk durian Monthong diunggah di  platform Tmall, langsung ludes. Untuk diketahui, Tmall.com adalah salah satu situs belanja  yang dikendalikan oleh Alibaba Group.

Kerjasama dari mereka akan online, setelah operator e-commerce yang berbasis di Hangzhou itu nilainya mencapai 3 miliar yuan (US $ 478 juta).

“China sedang dalam perjalanan untuk menjadi konsumen terbesar di dunia, didorong oleh peningkatan pendapatan dan kelas menengah yang tumbuh 300 juta. Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang bagi negara-negara yang berorientasi perdagangan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mengekspor ke China, karena negara itu terus membuka pintunya lebih lebar untuk perdagangan global,” kata Jack Ma, CEO dan salah satu pendiri Alibaba, perusahaan induk dari South China Morning Post.

Thailand adalah salah satu tujuan wisata paling populer bagi wisatawan China, dengan daya tariknya meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkat film komedi China Lost in Thailand 2013 yang merupakan film lokal pertama yang menembus box office dengan penjualan  1 miliar yuan. Pada bulan Februari lalu, 1,2 juta orang Cina melakukan perjalanan ke Thailand, naik 40 persen dibandingkan dengan  bulan yang sama tahun 2017 lalu, demikian  data dari otoritas pariwisata Thailand.

Durian Thailand akan dijual melalui saluran ritel online dan offline Alibaba termasuk platform bisnis-ke-konsumennya, Tmall, supermarket tanpa uang Hema, serta 450 RT-Mart (hypermarket yang dimiliki oleh Sun Art Retail Group), yang telah disuntik permodalannya  senilai US $ 2,9 miliar dari Alibaba pada bulan November tahun lalu.

Di Tmall, pesanan untuk 4,5 hingga 5 kilogram Monthongs berlaku seharga 199 yuan (US $ 32), termasuk biaya pengiriman dan pajak. Situs web Tmall mengklaim, sejauh ini lebih dari 2 juta durian telah dijual di platform itu,  termasuk yang dicapai sebelum adanya kesepakatan saat ini. Di Asia Tenggara durian dikenal sebagai Raja Buah, meskipun beberapa orang menyamakan  bau menyengatnya dengan kaus kaki yang bau.

“Tidak hanya durian, Thailand juga terkenal dengan pisang dan  beras,” kata Wakil Perdana Menteri Thailand Somkid Jatusripitak pada saat peluncuran prakarsa tersebut. Sebuah toko beras Thailand juga secara resmi diluncurkan di Tmall pada hari Kamis.

Alibaba mengatakan konsumen Cina membeli lebih dari 7,7 triliun yuan barang impor dari saluran online pada 2017, dengan belanjaan  makanan untuk sebagian besar dari nilai itu.

Selain soal makanan,  platform perjalanan online Alibaba, Fliggy, juga bekerja sama dengan Otoritas Pariwisata Thailand untuk meningkatkan pengalaman perjalanan di Tiongkok.

Bagi Indonesia, kesempatan seperti ini juga harus direbut. Bekerjasama dengan platform seperti Alibaba Group, atau Amazon, mungkin perlu dipikirkan oleh para pejabat kementrian perdagangan dan kementrian pariwisata. Dengan demikian, durian Indonesia seperti Petruk, Musang King dll, bisa membanjiri pasar China, bukan hanya produk China yang membanjiri tanah air. Artinya, ada titik cerah untuk bisnis agro di Indonesia, yang selain pasar dalam negeri juga sangat besar, pasar negara tetangga seperti China, India dan lainnya, juga terbuka.**

Sumber: scmp

Editor: sm

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *