Wafda Saifan Jadi Sosok Antagonis di Film ‘Hamka’

 Wafda Saifan Jadi Sosok Antagonis di Film ‘Hamka’

Wafda Saifan—foto ipik tanoyo

JAYAKARTA NEWS— Setelah didapuk jadi Letnan Jaka Guna Priatna di film ‘Jelita Secuba’, aktor Wafda Saifan, 29 tahun, dipercaya oleh sutradara Fajar Bustomi dalam film ‘Hamka’. Di film ‘Hamka’, Wafda menjadi sosok antagonis bernama Rozak, penentang Hamka yang diperankan oleh Vino G Bastian.

“Rozak itu tokoh fiktif dan rekaan pak Fajar Bustomi. Meski Hamka yang kemudian menjadi Buya adalah film biopic, namun agar seru, diselipkan tokoh-tokoh fiktif. Asal inti ceritanya tak menyimpang,” kata Wafda di Epicentrum usai menonton NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) the series.

Wafda juga ikut bermain dalam NKCTHI series. Semula, Wafda adalah vokalis band Volume yang sudah merilis beberapa single. Sebelum Volume bubar tahun 2012, Wafda sudah menyatakan cabut dan beralih ke dunia film.

Belakangan, banyak pemusik hijrah ke film, gejala apa ini ? Terakhir, Dira Sugandi jadi pemain film dan dr Tompi jadi sutradara film. “Kan ini gejala yang positif. Film dan musik sama-sama merupakan disiplin seni yang sedang bangkit di tanah air,” jawab Wafda.

Lalu, dimana letak perbedaan yang hakiki antara musik dan film ? “Musik itu langsung dinyanyikan di panggung. Kalau salah, enggak bisa diulang. Kalau film, kita syuting dan salah mengucapkan dialog, bisa retake, diulang pengambilan gambarnya, bahkan bisa diedit di studio,” urainya.

Tapi enak main film ya, honornya buat sendiri. Sedang musik, dibagi bertiga, berempat atau berlima?

“Hahaha..tapi main film terasa capai sekali, syuting dari pagi ke pagi lagi. Tapi antara musik dan film, ada enak dan kreativitasnya. Ini kan pengabdian kami  terhadap seni kreatif,” ujar Wafda.

Di ‘Jelita Secuba’, Anda jadi pemeran utama mendampingi Putri Marino, sedang di ‘Hamka’, Anda jadi penjahat. Peran apa sih yang enak bagi Anda?

“Peran antagonis maupun protagonis sama saja. Kita menjadi jahat kan di film, diluar film menjadi orang baik (Wafda tersenyum). Dapat peran satu scene pun, alhamdullilah. Di film pertama saya ‘Eiffel I’m in Love’ 2, saya hanya kebagian 3 scene. Kan peran utamanya Samuel Rizal. Di NKCTHI the series yang hanya bisa dilihat di akun sosial media Instagram, saya jadi pemeran utama. Sedang di film NKCTHI yang akan beredar 2 Januari 2020, saya enggak ikut main,” jelasnya.

‘Hamka’ adalah sosok pujangga, sastrawan, penceramah agama dan pejuang sejati, dan filmnya akan tayang tahun depan. Bagaimana perasaan Anda menyongsong film biopic ini ?

“Deg-degan sih. Ini kan pertama kali saya jadi peran antagonis. Tapi sebagai pemain, saya harus mampu menjalani proses penciptaan karya seni,” pungkas Wafda yang tiba-tiba mohon izin akan salat karena terdengar azan dzuhur. Ia memang seorang muslim yang milenial. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *